Posts Tagged ‘wonosari’

Rekreatif Dalam Kejengkelan

16 September 2010

Saya tahu jalur utama ke Madurejo via Jl. Wonosari hari ini sedang sangat ramai-merayap-padat-lancar. Saya juga tahu sebenarnya ada jalur pintas yang lebih lengang. Tapi kujalani juga jalur utama itu, karena ingin menikmati suasana beda di Jogja yang jarang-jarang mengalami kepadatan seperti itu.

Sekedar selingan, rekreasi dengan kemacetan, walau tetap saja rada jengkel. Judulnya: rekreatif dalam kejengkelan, atau jengkel dalam rekreasi… (Jangan meniru adegan ini!)

Yogyakarta, 12 September 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Iman DanTujuan

29 Agustus 2010

Di kaca belakang bis antar kota Jogja – Wonosari, kubaca tulisan: “Jejeg Imane, Cetho Tujuane” (lurus imannya, jelas tujuannya). Sambil agak mengernyitkan kening kucoba-coba melempar manggis (dasar nggak punya kerjaan…), menerka “Oppoo mangsude… (apa maksudnya)?” –

Sebuah universalitas…, bahwa antara iman dan tujuan itu harus kompak bersinergi, setidak-tidaknya sama-sama menuju ke Wonosari…

Yogyakarta, 27 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Sarapan Rujak

28 Juli 2010

Tangan pak Sugiono asal Wonosari tampak terampil sekali mengulek sambal, memotong buah dan menyajikan sepiring rujak nenas, bengkuang, pakel, mentimun, pepaya. Orang Jogja menyebutnya lotis (buah dan sambalnya terpisah). “Sudah hafal rumusnya”, katanya.

Jam terbangnya sebagai tukang rujak sudah 15 tahun. Pagi ini saya menjadi pembeli pertamanya. Pagi ini pula saya sarapan rujak. Mak nyusss.., bukan karena enak tapi perutku kaget tiba-tiba diisi rujak…

Yogyakarta, 24 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Resto ‘Bukit Indah’ Jogja

11 Juni 2010

Menyaksikan kota Jogja dari ketinggian, apalagi saat malam, indah sekali… Maka pergilah ke Resto ‘Bukit Indah’ di kawasan bukit Patuk, sekitar 3 km naik dari Piyungan arah Wonosari. Menunya cukup komplit, lumayan enak dan suasananya ittuuu

Baru usai direnovasi. Seorang pegawainya promosi: “Mumpung masih harga perkenalan pak, cocok untuk meeting“. Lha meeting karo soppo..? Atau sekedar saling bercengkerama (kata dasarnya bukan ‘cengkeram’ lho…)

Yogyakarta, 3 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Makan Siang Di Warung Bu Gendut

1 Juli 2009

Makan siang di warung makan (yang oleh pemiliknya sendiri disebut) Bu Gendut. Masakan Jawa, ada lalapan dengan sambal terasi-tomatnya… manstap sekale…. Saya baru tahu kalau ada lalapan berupa daun (Bu nDut menyebutnya) poh-pohan, entah apa nama lainnya, rasanya asam manis, baunya seperti daun mangga. Saat hitung-hitungan, Bu nDut suka menghitung dipas-paskan dalam ribuan. Pelanggan pun bisa nawar… Heran, sudah habis dimakannya, nawar lagi…

(Warungnya Bu Gendut yang asal Wonosari Jogja itu berada di lantai dasar gedung Graha Induk KUD, Jl. Buncit Raya, Jakarta).

Jakarta, 1 Juli 2009
Yusuf Iskandar