Posts Tagged ‘undervote’

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (30)

2 November 2008

Golden, 8 Desember 2000 – 23:00 MST (9 Desember 2000 – 12:00 WIB)

Perumpamaan saya beberapa hari yll. bahwa proses pemilihan presiden ini layaknya sampai di babak antiklimaks sebuah pementasan drama, ternyata kurang tepat. Hari ini justru terjadi klimaks yang berikutnya, ketika Mahkamah Agung Florida memutuskan untuk dilakukan penghitungan ulang secara manual atas seluruh kartu suara yang belum sempat dihitung oleh mesin penghitung, atau yang disebut dengan undervote. Tidak hanya di dua kabupaten bermasalah, melainkan di seluruh 67 kabupaten yang ada di Florida.

Hal ini terjadi karena adanya hasil pencoblosan yang tidak menghasilkan lubang sempurna, sehingga ditolak oleh mesin pembaca kartu suara. Sebelumnya kartu suara jenis ini dinyatakan tidak sah, tetapi Gore memperjuangkan agar dilakukan pemeriksaan dan penghitungan dengan tangan.

Keputusan yang oleh pers diistilahkan sebagai sebuah keputusan dramatis ini membuat kubu Gore gembira. Pihak Gore yang akhir-akhir ini oleh sementara pihak dinilai sudah nyaris terpuruk, kini pers menyebutnya dengan new live for Gore. Tentu saja keputusan dramatis ini disambut oleh pihak Gore dengan menyebutnya sebagai win for fairness and accountability, win for democracy.

Pihak Bush tentu saja tidak mau kalah dengan mengekspresikan kekecewaannya. Pihaknya menyebut keputusan ini sebagai sad for democracy, sad for nation, sad for Florida. Saling adu pernyataan dan komentar, malam ini bertebaran di berbagai media massa.

Serta merta pihak Bush segera mengajukan emergency petition melalui fax kepada Mahkamah Agung Amerika guna memblokir keputusan penghitungan ulang, yang menurut keputusannya akan segera dilakukan atas lebih 43.000 lembar undervote. Entah bagaimana caranya dan berapa waktu diperlukan untuk melakukan pekerjaan semacam itu.

***

Panitia pemilu Florida segera melakukan pertemuan guna menentukan standard yang jelas tentang bagaimana cara pemeriksaan dan penghitungan ulang secara manual kartu-kartu suara tersebut. Secepatnya besok hari Sabtu pagi proses itu akan segera dilakukan.

Associated Press, seperti dilansir CNN, mengemukakan selisih pengumpulan angka yang sangat tipis antara Bush dan Gore. Hingga malam ini, sementara Bush unggul hanya dengan selisih kemenangan 193 suara. Sebuah margin kemenangan yang membuat kedua kubu semakin deg-degan. Apapun keputusan pengadilan selanjutnya akan menjadi penentu bagi kemenangan salah satu pihak.

Gore sangat yakin, jika penghitungan ulang dapat terlaksana maka dia akan mampu mengungguli Bush. Demikian halnya pihak Bush tentu juga menyadari akan kemungkinan tersebut. Oleh karena itu Bush pun berjuang keras memblokir keputusan Mahkamah Agung Florida dengan melakukan upaya banding secepatnya melalui emergency petition ke Mahkamah Agung Amerika.

Maka perjuangan menuju Gedung Putih menjadi semakin mendebarkan, setidak-tidaknya bagi Bush dan Gore serta pendukung fanatiknya.

***

Sementara itu, hari Selasa tanggal 12 Desember nanti adalah jadwal yang telah ditentukan bagi DPR di negara bagian untuk menentukan utusan yang akan duduk dalam Electoral College. Selanjutnya para utusan itu akan bertindak sebagai pemilih dalam pemilihan presiden secara formal melalui lembaga Electoral College tersebut. Sedangkan hasil akhir di Florida belum dicapai.

Maka sesi khusus yang bersejarah akan digelar di DPR Florida guna memilih utusan untuk anggota Electoral College pada saat hasil akhir pemilu belum diketahui dengan pasti. Tentu saja terjadi pertentangan, terutama dari pihak Partai Demokrat (partainya Al Gore) menentang rencana itu, karena mayoritas anggota DPR Florida dipegang oleh Partai Republik (partainya George Bush).

Yusuf Iskandar

Iklan

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (31)

2 November 2008

Golden, 9 Desember 2000 – 23:00 MST (10 Desember 2000 – 12:00 WIB)

Pagi tadi panitia pemilu Florida sudah mulai menyeleksi kartu-kartu suara yang dinyatakan sebagai undervote, setelah prosedur pemeriksaan dan penghitungan ulang ditetapkan. Proses penyeleksian kartu-kartu suara tersebut ternyata cukup lama. Paling tidak memerlukan waktu delapan jam, sebelum mulai dilakukan pemeriksaan dan penghitungan ulang secara manual.

Kenapa demikian lama untuk melakukan seleksi kartu suara? Untuk menyeleksi kartu-kartu suara yang undervote ini mesti dilakukan proses ulang pemeriksaan dengan mesin atas seluruh kartu suara. Dari sana akan dihasilkan kartu-kartu yang ditolak (tidak terbaca) oleh mesin yang selanjutnya dinyatakan sebagai undervote. Begitulah ……., ternyata mesin komputer tidak “sepintar” yang kita duga.

Baru saja sekitar satu jam penghitungan ulang secara manual dimulai atas kartu-kartu undervote sore tadi, muncul keputusan dari Mahkamah Agung Amerika yang mengabulkan emergency petition dari Bush. Intinya, penghitungan ulang di Florida supaya disetop dulu, menunggu keputusan selanjutnya dari Mahkamah Agung Amerika. Lhadhalah…….

Saling adu argumen dari kedua belah pihak dijadwalkan akan dilakukan hari Senin nanti jam 11:00 pagi waktu Amerika Timur. Kembali, saat-saat mendebarkan melanda kedua belah pihak termasuk para pendukung fanatiknya yang kini mulai saling “berhawa panas” di luar gedung Mahkamah Agung.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (33)

2 November 2008

New Orleans, 12 Desember 2000 – 22:45 CST (13 Desember 2000 – 11:45 WIB)

Baru saja sekitar jam 10:00 PM waktu Amerika Timur (09:00 PM waktu New Orleans), Mahkamah Agung Amerika (US Supreme Court) mengeluarkan keputusan pengadilan yang sangat ditunggu-tunggu sejak seharian tadi. Karena keputusan tersebut akan menentukan siapa bakal presiden Amerika ke-43. Surat keputusan yang dinilai mengandung pernyataan yang cukup rumit tersebut ternyata tidak mudah dan tidak dapat cepat dipahami secara rinci oleh kebanyakan para pengamat.

Intinya adalah bahwa 7 dari 9 hakim di Mahkamah Agung Amerika mnemukan adanya constitutional problems di dalam keputusan Mahkamah Agung Florida sebelumnya yang memerintahkan untuk dilakukannya penghitungan ulang atas kartu suara undervote di Florida. Oleh karena itu Mahkamah Agung Amerika sebagai lembaga peradilan tertinggi mengirimkan balik kasus tersebut kepada Mahkamah Agung Florida.

Sementara diketahui bahwa batas akhir penyelesaian kasus ini adalah tanggal 12 Desember 2000, yang berarti adalah malam ini dan tinggal tersisa 1-2 jam lagi. Tanggal 12 Desember adalah tanggal yang dijadwalkan bagi setiap negara bagian untuk pengangkatan utusan para pemilih yang akan duduk di lembaga Electoral College. Siapa yang diangkat sebagai utusan adalah partai yang menang di negara bagian tersebut.

Oleh karena itu, banyak pihak dapat menyimpulkan bahwa ini adalah kemenangan bagi George Bush. Melalui pengamat kampanyenya, James Baker, pihak Bush dan Cheney menyampaikan rasa puas atas keputusan Mahkamah Agung Amerika dan terima kasih kepada para pengacara serta pendukung setianya.

Banyak kalangan juga menilai, habis sudah upaya hukum yang masih dapat ditempuh oleh pihak Gore dan Lieberman atas kemelut pemilu di Florida. Sementara pihak juga menyarankan agar Al Gore sebaiknya segera menyatakan kekalahannya dalam pemilihan presiden yang berlarut-larut ini, yang berarti mengakui kemenangan George Bush.

Apakah akan demikian? Beberapa menit yang lalu pihak Gore dan Lieberman menyatakan masih sedang mempelajari amar putusan Mahkamah Agung Amerika yang dipandangnya sangat panjang dan kompleks sehingga perlu waktu untuk mempelajarinya lembar demi lembar. Reaksi apakah yang akan dikemukakan oleh pihak Gore dan Lieberman ini baru akan disampaikan besok (Rabu) pagi.

***

Itulah breaking news yang malam ini sedang dibahas hangat oleh para pengamat di berbagai saluran televisi. Sedangkan berbagai proses peradilan lainnya baik di tingkat lokal maupun negara bagian masih terus berlanjut, akan tetapi kurang berbobot politis dalam menentukan kemenangan kedua kandidat.

Agaknya hari-hari ini adalah hari-hari tanpa jam kerja bagi sebagian kantor pengadilan dan Mahkamah Agung, karena semua proses hukum yang sedang diupayakan oleh kedua belah pihak Gore maupun Bush berlangsung secara siang-malam. Seperti halnya malam ini, hasil persidangan yang beberapa menit sebelumnya oleh berbagai stasiun televisi dinyatakan tidak tahu kapan akan diputuskan, tahu-tahu keluar menjelang tengah malam.

Untuk sementara, kebanyakan para pengamat menganggap inilah saatnya penentuan kemenangan pemilihan presiden. Dan George Bush adalah pemenangnya. Namun, pernyataan pihak Gore bahwa baru besok pagi akan menyampaikan reaksinya atas putusan Mahkamah Agung Amerika, tentu saja membuat semua kalangan penasaran. Apa yang akan dilakukan Gore? Celah hukum apalagi yang masih dapat diupayakan? Atau, akankah Gore menyampaikan pernyataan kekalahannya? Kita tunggu besok pagi. 

Yusuf Iskandar