Posts Tagged ‘tukang parkir’

“Jalan” Hidup Padat Merayap

20 September 2010

Masih suasana lebaran. Tukang parkir di pasar Kendal, Jateng, dibayar Rp 2.000,- ngotot mengembalikan yang seribu. “Niki kunduripun..! (ini kembaliannya)”. Tukang parkir di sebuah bank di Jogja, disodori uang ditolaknya mentah-mentah. “Mboten usah, mboten usah…! (nggak usah)”. Lho kok masih ada yang memilih “jalan” hidup dengan konsekuensi padat-merayap begitu, di saat banyak “jalan alternatif” dapat ditempuh ramai-lancar tanpa komplain..

Yogyakarta, 16 September 2010
Yusuf Iskandar

Tukang Parkir Itu Orang Papua

7 Juni 2010

Dari wajahnya saya tahu tukang parkir itu orang Papua. Tapi kok bisa ngomong Jawa halus? Rupanya putra Kwamki Lama, Timika, itu sudah 8 tahun di Jogja. Satu dari sedikit orang Papua yang berhasil ‘mengembik di kandang kambing, mengaum di kandang harimau’.

Lulus S1 Tambang dan sedang mengmbil S2 Agrobisnis. Kupamiti dia: “Ko betul. Biar ko pu teman-teman konflik di Timika, tapi ko belajar dan tahu susahnya cari uang”.

(Apresiasi untuk saudaraku, Jackson Tabuni).

Yogyakarta, 31 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Suatu Siang Di Jogja

9 Maret 2010

Siang panas terik di Jogja, lapar berat, capek, mampir warung soto ‘komboran’ di bawah pohon pinggir jalan + es jeruk, cukup Rp 5000,-. Keluar dari warung ada tukang asinan (perlu diketahui, di Jogja jarang ada yang jual asinan), makan lagi sambil duduk di pinggir jalan, cukup Rp 6000,-. Ngasih tukang parkir uang lebih dengan pesan: “Habis ini nyoto pak”. Tukang parkir pun matur nuwun berkepanjangan.. Ugh, hidup itu kan sekedar nunut nyoto

Yogyakarta, 8 Maret 2010
Yusuf Iskandar