Posts Tagged ‘tps’

Contreng-menyontreng Menjadi Satu, Itulah Indonesia

8 April 2009

Hari ini adalah H-1 menjelang hari pesta demokrasi Indonesia, 9 April 2009 bertepatan dengan hari Kamis Pahing, 13 Rabi’ul Awal 1430 H. Besok adalah hari dimana orang se-Indonesia contreng-contrengan (hajindul…, pas wetonku wong sak Indonesia contreng-contrengan…), Agenda contreng-menyontreng ini serentak dilaksanakan di segenap penjuru tanah dan airnya daripada Indonesia. Maka besok adalah Hari Contreng Nasional, dan bisa jadi inilah adegan 17 tahun ke atas (menurut KTP) yang tidak akan berulang kembali di belahan bumi manapun.

Sebenarnya sejak awal saya tidak suka dan merasa jengkel dengan diri sendiri setiap mendengar istilah ‘contreng’ ini. Kosa kata ini tidak ada dalam bahasa Jawa, dan dalam kamus Bahasa Indonesia pun tidak terdaftar. Tapi karena telanjur diakui dalam legalitas dunia persilatan perpemiluan Indonesia periode tahun ini, ya apa boleh buat. Kata ‘centang’ yang lebih dulu akrab di telinga terpaksa ditinggalkan, diganti dengan ‘contreng’.

Karena itu, ajakannya adalah : Mari kita sukseskan HCN (Hari Contreng Nasional). Ada baiknya pergunakanlah hak Anda sebaik-baiknya. Ya, hak istimewa untuk menyontreng empat lembar kertas suara yang lebarnya bisa untuk menutup dinding jumbleng kita yang berlubang karena lapuk kayunya. Bahkan warga negara Amerika atau Eropa pun tidak akan pernah mengalami peristiwa contreng-menyontreng berjamaah yang dikoordinir oleh pemerintahnya.

Mari kita beramai-ramai mendatangi TPS-TPS terdekat, lalu gunakan hak istimewa ini. Walaupun Anda memutuskan memilih untuk tidak memilih, atau kepingin memilih tapi belum tahu pilihannya apa, atau bahkan malah belum tahu mau memilih atau tidak, cobalah untuk tetap berduyun-duyun mendatangi TPS-TPS. Di sana sedang ada pesta. Pergunakan saat-saat ketika harus mengantri sambil bersilaturrahim dengan tetangga dekat tapi jauh (karena jarang ketemu), sambil menceritakan bisnis Anda, memprospek teman duduk Anda, dan bila perlu sambil mempromosikan produk usaha Anda. Jadikanlah pesta ini kesempatan untuk melakukan sedikit improvisasi hidup, bawalah segenggam permen lalu bagikanlah kepada teman-teman duduk di dekat Anda. Sebab antrian untuk meyontreng bisa panjang dan lama sekali. Bayangkan kalau setiap orang menyontreng empat lembar kertas suara seperti membuka dan melipat koran. Mendingan melipat koran bisa asal-asalan, sedang kartu suara harus tetap rapi dan bersih.

Itu saja belum terlalu penting. Lebih penting lagi adalah rasakan dan nikmati saat Anda seorang diri berada di dalam bilik suara. Bayangkan siapa calon pemimpin Anda, akan seperti apa negeri daripada Indonesia ini lima tahun ke depan, dan seterusnya.

Itu pun belum seberapa. Jauh lebih penting adalah rasakan dan nikmati detik-detik ketika Anda menggoreskan pena untuk menyontreng. Rasakan sensasinya. Sambil agak menahan nafas, Anda menorehkan garis pendek dari atas ke bawah dengan agak menekan, lalu torehan itu bersambung berganti arah ke kanan atas, sambil ditarik dan dilepas sekuatnya (jika perlu sampai bunyi mak jeduk…. karena tangan Anda membentur dinding kanan bilik suara, asal jangan sampai mak gedubrak … dindingnya roboh). Lalu lepaskan nafas panjang Anda……Ulangi hingga empat kali dan rasakan sensasinya, seperti saat pengalaman pertama Anda mencoblos dulu….

Sungguh, ini pengalaman sekali seumur hidup. Bersyukurlah mereka yang masih bisa menyontreng tanggal 9 April besok. Belum tentu cara pemilu paling ndueso biyanget yang dikenal oleh peradaban perpemiluan yang pernah ada ini akan terulang lima tahun lagi. Karena itu jangan sia-siakan hak Anda, jangan diberikan dengan percuma kepada orang lain hak istimewa untuk menikmati sensasi menyontreng seorang diri di dalam bilik suara. Sekalipun Anda tidak punya pilihan, tetap lakukanlah ritual menyontreng ini di bagian manapun yang Anda sukai. Sekalipun Anda tidak ingin memilih alias golput, tetap datangilah bilik suara dan lakukanlah untuk alasan menikmati sensasi menyontreng. Jika belum puas, contrenglah dinding bilik suaranya. Biarlah kartu-kartu suara itu menjadi contreng-montreng (coreng-moreng, maksudnya) karena Anda begitu bergairah melampiaskan hasrat menyontreng sebagai pengalaman sekali seumur hidup.

Ada baiknya siapkanlah kondisi fisik dan mental Anda besok pagi. Sarapan dulu sebelum menuju TPS. Nikmati suguhannya jika disediakan oleh Panitia. Bawalah segenggam permen. Dan, biarkanlah Indonesia Raya ini gegap-gempita dengan pesta demokasi alias pesta contreng-menyontreng. Dari Sabang sampai Merauke akan berjajar TPS-TPS, contreng-menyontreng menjadi satu, itulah Indonesia besok tanggal 9 April 2009. Hidup contreng…!      

Yogyakarta, 8 April 2009
Yusuf Iskandar

Iklan

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (11)

2 November 2008

New Orleans, 9 Nopember 2000 – 23:30 CST (10 Nopember 2000 – 12:30 WIB)

Melihat perkembangan penghitungan ulang kartu suara di Florida, bagi penggemar sepakbola barangkali dapat digambarkan sebagai kemelut di depan gawang yang tak berkesudahan. Sementara penghitungan ulang kartu suara di Florida masih belum akan tuntas hingga minggu depan, sementara itu pula muncul berbagai kontroversi diantaranya pemilih di kota Palm Beach yang meminta diadakan pemilihan ulang. Sedangkan publik Amerika lainnya sedang menanti siapa presiden mereka yang baru.

The Associated Press memberikan angka sementara hasil penghitungan ulang di Florida dengan Bush untuk sementara masih unggul tipis terhadap Gore dengan 229 suara. Selisih angka ini diperoleh setelah diselesaikannya penghitungan ulang di 66 kabupaten dari 67 kabupaten yang ada, dan tinggal menyisakan dari kota Palm Beach. Angka ini memang belum resmi karena batas akhir pengumpulan hasil penghitungan ulang dari tiap-tiap kabupaten paling lambat harus diserahkan kepada panitia pemilu pada hari Selasa depan.

Hasil akhir selengkapnya ternyata masih akan menunggu hingga Jum’at pekan depan. Kartu suara yang berasal dari pemilih di luar negeri masih akan ditunggu hingga batas akhir penerimaan tanggal 17 Nopember, atau 10 hari setelah hari pemilu. Melihat ketatnya selisih angka sementara antara kedua kandidat utama presiden ini, maka suara dari pemilih luar negeri tampaknya akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Palm Beach, adalah kota wisata di pantai timur Florida. Hingga malam ini para pemilihnya berunjuk rasa menuntut diadakannya pemilihan ulang. Demikian halnya yang terjadi di ibukota negara bagian Florida, Tallahassee. Pasalnya, para pemilih merasa sempat bingung saat harus mencoblos kartu suara sebagai akibat dari rancangan kartu suara yang dianggap membingungkan.

Hal ini berakibat ada sekitar 19.000 kartu suara yang dianggap oleh panitia tidak sah karena terdapat dua coblosan dan ada ribuan suara lagi yang coblosannya mengarah ke Pat Buchanan, kandidat presiden dari Partai Reformasi. Padahal suara-suara itu seharusnya dimaksudkan untuk memilih Al Gore, kandidat Partai Demokrat, demikian pengakuan para pemilih yang ternyata pendukung Al Gore.

Anehnya, Pat Buchanan yang sebenarnya diuntungkan karena memperoleh lonjakan suara hingga 110% dari yang diperkirakannya, malah merasa tidak enak menerima tambahan suara akibat kesalahan pemilih Gore. Dia mengatakan : “saya tidak mau mengambil suara-suara yang bukan ditujukan untuk saya”. Padahal sesungguhnya Pat Buchanan sendiri sangat memerlukan tambahan suara guna memantapkan legitimasi partai guremnya dalam percaturan pemilihan presiden Amerika.

Lha ya sudah kadung (terlanjur) dicoblos……… Ya, tapi barangkali memang begitulah sopan santun berpolitik mereka. Apakah di balik itu ada keinginan terselubung agar bukan Bush yang nantinya jadi presiden, tentu urusan lain. Lha yang ketambahan suara yang bukan haknya saja merasa sungkan, lalu apa namanya kalau, umpamanya lho ini, ada yang merebut (dengan paksa) suara yang bukan haknya……….?

***

Selain kontroversi kartu suara di Pal Beach, muncul pula protes lain dari pihak Gore tentang adanya keterlambatan pengiriman kotak-kotak pemilu ke tempat penghitungan. Sementara pemilih dari masyarakat kulit hitam juga protes karena banyak orang kulit hitam yang mengalami kesulitan untuk memilih dengan alasan kartu suara habis atau TPS sudah ditutup. Hal yang terakhir ini mengingatkan saya pada pemilu di desa-desa di Indonesia pada jaman Orde Baru dulu.

Pihak Bush pun tidak mau kalah, jika pihak Gore mengajukan tuntutan atas kontroversi Palm Beach, maka pihak Bush siap-siap mengajukan tuntutan juga agar di negara bagian Wisconsin dan Iowa juga diadakan penghitungan ulang. Di kedua negara bagian ini selisih suara antar keduanya memang tipis, hanya saja Wisconsin dan Iowa tidak mempunyai undang-undang tentang penghitungan ulang jika selisihnya kurang dari setengah persen.

Pemilu memang hajat nasional Amerika, tetapi pemerintah federal tidak mempunyai hak untuk mengatur penyelenggaraannya di setiap negara bagian. Negara bagianlah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur tata cara dan teknis-teknis penyelenggaraannya. Oleh karena itu antara tiap-tiap negara bagian bisa berbeda-beda aturan, cara, perlengkapan dan thethek-bengek-nya (segala macam yang terkait).

Pacuan presiden Amerika jadi makin panjang. Penghitungan ulang di kota Palm Beach baru akan dilakukan lagi hari Sabtu dan angka resmi hasil penghitungan total dari 67 kabupaten baru akan dilakukan Selasa depan, sambil menunggu masuknya suara dari luar negeri sampai Jum’at depan. Sementara di luar sana masyarakat pemilih tetap protes atas berbagai kontroversi yang terjadi di Palm Beach.

Entah bagaimana pemerintah Florida akan menyelesaikan hal ini, kita lihat saja nanti. Lebih baik mencari udara segar dulu di akhir pekan ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (12)

2 November 2008

New Orleans, 12 Nopember 2000 – 23:00 CST (13 Nopember 2000 – 12:00 WIB)

Sejarah Amerika akan mencacat, bahwa ini adalah pemilihan presiden Amerika paling ora karu-karuan (paling liar, kata majalah Time). Setidaknya jika dibandingkan dengan pemilihan presiden yang hampir dapat dikatakan selama ini selalu berjalan mulus, demokratis, dan menjadi kebanggan Amerika sepanjang sejarahnya.

Pemilih dari kabupaten West Palm Beach menuntut diadakannya pemilihan ulang akibat cetakan kartu suara yang dianggap membingungkan sehingga mereka mengatakan suara yang seharusnya untuk Al Gore, jadi lari ke Pat Buchanan. Kubu Al Gore meminta diadakan penghitungan ulang dengan tangan (manual recount). Kubu George Bush tidak mau kalah akan maju ke pengadilan agar pemilihan ulang tidak dilakukan. Masih ditambah kemungkinan Bush akan juga menuntut diadakan penghitungan ulang di beberapa negara bagian lain dimana Bush kalah tipis dari Gore.

Hari Sabtu kemarin, penghitungan ulang di West Palm Beach sudah dilaksanakan di empat TPS (precinct) yang mencakup jumlah kartu suara sebanyak 1% dari total kartu suara di wilayah itu. Hasilnya, kini Bush unggul tipis 288 suara atas Gore. Tapi perjalanan masih panjang, pergerakan jumlah suara masih akan terus berubah.

Untuk menghitung 1% (sekitar 4.500) kartu suara saja diperlukan sekitar 9 jam, karena setiap kartu suara harus diteliti dan disaksikan oleh semua pihak di badan pemeriksa sebelum dinyatakan sah atau tidak. Nah, kalau kemudian akan dilanjutkan dengan menghitung seluruhnya 100% dari kartu suara West Palm Beach, entah berapa ratus jam lagi diperlukan. Benar-benar pekerjaan yang tidak akan mengenal jam atau hari istirahat. Buktinya Sabtu dan Minggu, siang dan malam, CNN selalu melaporkan perkembangannya secara langsung. Artinya, kegiatan tidak berhenti.

Untuk menghitung ulang secara manual tentu tidak mudah dan tidak cepat. Diawali dengan adu pendapat bagaimana cara menentukan sebuah kartu suara yang berupa kertas komputer yang dicoblos itu sah atau tidak. Penghitungan suara dengan tangan inipun kemudian disepakati dengan menerapkan kriteria ala kampung. Setiap kartu suara diterawang (dihadapkan) ke sinar matahari, jika ada sinar yang tembus, berarti sah.

Eh, sekitar seperempat jalan, para petugas pemeriksa berubah pikiran. Kriteria diubah berdasarkan jenis lubangnya (lha wong lubang saja kok ada jenisnya). Lubang di kartu suara (yang disebut chad) yang berbentuk segi empat dikategorikan berdasarkan 5 kategori : lubang yang hanya sobek di satu sudutnya, dua sudutnya, dan tiga sudutnya. Ketiga jenis lubang ini sah. Dua kriteria lagi yang tidak sah adalah coblosan yang hanya menghasilkan kehamilan (pregnant), maksudnya tidak tembus dan yang hanya cekung saja atau terlipat.

Ada-ada saja. Ya, tapi aturan tentang kriteria ini memang pernah dibuat dan disetujui oleh Badan Pemeriksa kabupaten Palm Beach pada tahun 1990. Karena aturan kriteria diubah, maka terpaksa suara yang tadi sudah diteliti dan dihitung ulang, perlu diteliti lagi. Tak terhindarkan lagi, cara bodoh perhitungan suara di jaman komputer ini akhirnya memakan waktu seharian. Celakanya, sebanyak 420.000 kartu suara akan dihitung ulang dengan cara yang sama. Lha, rak modar tukang hitungnya………..

Tapi memang begitulah, prosedur yang kini sedang diterapkan di Palm Beach. Belum lagi masih ada tiga kabupaten lainnya yang juga melakukan penghitungan ulang secara manual. Ini baru di negara bagian Florida, belum di negara bagian lainnya. Ternyata di negara bagian Oregon yang penghitungan suaranya belum tuntas, juga berlaku peraturan yang hampir sama. Jika margin suara antara kedua kandidat utama kurang dari seperlima persen, maka otomatis akan dilakukan penghitungan ulang dengan tangan.

Selain itu, kalau tuntutan Bush untuk menyetop penghitungan ulang di Florida tidak berhasil, Bush sudah ancang-ancang untuk mengajukan permintaan penghitungan ulang suara di negara bagian Iowa dan Winconsin. Di kedua negara bagian ini selisih kemenangan Gore terhadap Bush memang cukup tipis, hanya saja di sana tidak ada aturan yang meng-otomatis-kan penghitungan ulang seperti di Florida.

Sebenarnya Bush merasa tidak senang dengan acara penghitungan ulang di Florida yang dikhawatirkan akan membawa kerugian terhadap jumlah kemenangan suaranya sementara ini. Akan tetapi sebagai Gubernur negara bagian Texas, ternyata Bush pernah menandatangani peraturan di wilayahnya pada tahun 1997 yang mengatakan bahwa perhitungan dengan tangan adalah cara terbaik untuk memastikan pandangan yang sebenarnya dari para pemilih.

Selain kontroversi di beberapa wilayah negara bagian di atas, masih ditambah lagi di wilayah negara bagian New Mexico. New Mexico punya aturan berbeda lagi. Beberapa hari sebelum hari pemilu, di tempat-tempat strategis seperti di Mal, sudah ditempatkan kotak suara bagi pemilih yang sekiranya saat hari pemilu tidak berada di tempat, dapat menyalurkan haknya lebih awal. Celakanya lagi, pada saat penghitungan suara beberapa hari yll. dilaporkan ada kotak suara yang hilang, tetapi kini ditemukan kembali tersimpan di gudang. Tentu saja, ini mengundang tanda tanya.

Pendeknya, hari-hari ini Amerika masih akan sibuk dengan urusan pemilihan presiden barunya. Diperkirakan hingga akhir Nopember bahkan pertengahan Desember masih akan diramaikan dengan menyelesaikan berbagai kontroversi. Padahal pada tanggal 18 Desember akan diadakan sidang dari para wakil negara bagian yang berada dalam lembaga Electoral College yang nantinya akan memilih presiden. Setiap negara bagian akan mengirimkan wakilnya sebanyak jatah suara (electoral vote) dan diwakili oleh partai yang menang.

Bagaimana rakyat Amerika memandang semua kejadian ini? Dari jajak pendapat CNN, agaknya masyarakat yang tinggal di luar wilayah Palm Beach sudah tidak sabar lagi dengan berbagai kontroversi ini. Umumnya mereka menginginkan tidak perlu ada penghitungan ulang, agar soal pemilihan presiden segera tuntas, entah siapa yang akan jadi presiden nanti.

Agaknya kali ini penantian rakyat Amerika masih cukup panjang untuk mengetahui siapa presiden barunya. Masyarakat boleh saja tidak sabar dan malah cenderung tidak perduli, tapi yang pasti kejadian ini telah menjadi komoditi yang bernilai ekonomis bagi media massa. Berita-berita Election 2000 adalah komoditi yang mempunyai harga jual tinggi sebagai acara entertainment.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (18)

2 November 2008

New Orleans, 20 Nopember 2000 – 21:00 CST (21 Nopember 2000 – 10:00 WIB)

Kemelut di depan gawang Gedung Putih masih juga belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Berbagai proses peradilan pemilu baik di tingkat kabupaten maupun negara bagian Florida masih terus berlanjut. Saking banyaknya peristiwa peradilan, membuat saya sendiri bingung untuk memahami proses pemilu yang semakin rumit dan berlarut-larut ini. Untuk itu berikut ini akan saya coba ketengahkan gambaran besarnya saja.

Sidang Mahkamah Agung negara bagian Florida tadi sore mendengarkan argumen dari kedua belah pihak tentang sah tidaknya hasil penghitungan ulang di tiga kabupaten untuk ditambahkan ke dalam hasil penghitungan akhir sementara yang sudah disetujui oleh panitia pemilu Florida. Hingga saat ini masih belum ada keputusan peradilan, bahkan belum ada kejelasan kapan akan diputuskan. Jadi, ya masih menunggu.

Padahal Gore banyak berharap agar hasil penghitungan ulang secara manual atas kartu-kartu suara itu dapat disahkan untuk ditambahkan ke dalam hasil akhir sementara. Pasalnya ketiga kabupaten, yaitu Broward, Miami-Dade dan Palm Beach adalah termasuk wilayah basis pendukung Partai Demokrat. Beberapa TPS yang telah selesai menghitung memang mengindikasikan akan adanya penambahan suara bagi Gore, meskipun angka tersebut belum dilansir keluar.

Sementara proses peradilan masih berlanjut, sementara itu pula acara penghitungan ulang secara manual atas kartu-kartu suara yang jumlahnya ratusan ribu di tiga kabupaten juga masih terus dilanjutkan. Entah kapan selesainya, padahal di minggu ini akan ada dua hari libur nasional Thanksgiving Day, yaitu Kamis dan Jum’at.

Sementara itu lagi, tuntutan dari para pemilih di wilayah kabupaten Palm Beach untuk meminta pemilu ulang ternyata ditolak. Kini para pemilih tersebut sedang mengajukan banding atas keputusan penolakan dari peradilan State Circuit Court. Jadi, ya masih menunggu lagi kapan akan diputuskan.

Di lain pihak, adanya sekitar 40% suara (lebih 1.500 suara) dari absentee ballot yang kebanyakan berasal dari para anggota militer dan keluarganya yang sedang bertugas di luar negeri yang telah dinyatakan ditolak karena tidak sah, kini sedang diperjuangkan untuk ditinjau kembali. Para militer itu merasa haknya untuk memilih tidak dihargai, padahal kesalahan itu bukan semata-mata karena keteledorannya.

Bush sangat berharap atas suara luar negeri ini yang diyakini banyak berasal dari para pendukungnya. Sebagaimana telah terbukti dari suara luar negeri yang sudah sah dihitung, Bush mengumpulkan jumlah dua kali lebih banyak dibanding yang dikumpulkan Gore. Apakah suara dari luar negeri ini akan disetujui untuk dipertimbangkan kembali kesahannya. Hingga kini belum ada kepastian. Jadi, ya masih menunggu lagi apakah akan ada perubahan pengumpulan suara.

Ketiga persoalan di atas, dari sekian banyak persoalan yang masih dalam proses peradilan, kiranya cukup memberi gambaran bagi saya (dan kita), bahwa kesimpulan paling gampang adalah proses pemilu masih belum selesai dan tidak tahu kapan akan selesai. Dengan kata lain, presiden baru Amerika belum akan diketahui dalam waktu dekat ini dan penantian Amerika untuk memiliki presiden baru masih akan panjang.

Hingga hari ketigabelas setelah pemilu dilangsungkan tanggal 7 Nopember yll, kedudukan sementara pengumpulan jatah suara (electoral vote) masih tetap 255 untuk Gore dan Bush 246 untuk Bush. Kunci kemenangan akan ditentukan oleh siapa yang menang di Florida yang berhak memperoleh tambahan 25 jatah suara guna mencapai angka kemenangan 270.

Sedangkan kedudukan sementara pengumpulan kartu suara (popular vote) di Florida saat ini Bush masih unggul atas Gore dengan 930 suara. Bush sedang berusaha keras agar dapat memperbesar angka kemenangannya, sedangkan Gore sedang berusaha keras untuk memperkecil selisih kekalahannya untuk selanjutnya mengungguli Bush sekalipun hanya dengan sedikit suara saja. Untuk itulah berbagai trik dan cara ditempuh oleh kedua belah pihak melalui mekanisme hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Jadi, ya masih menunggu lagi. Entah sampai kapan proses pemilu yang semakin rumit dan berlarut-larut ini akan berakhir.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (19)

2 November 2008

New Orleans, 21 Nopember 2000 – 21:15 CST (22 Nopember 2000 – 10:15 WIB)

Setelah mendengarkan argumen dari kedua belah pihak pada Senin kemarin, hari ini Mahkamah Agung Florida menyatakan belum tahu kapan keputusan akan dibuat berkaitan dengan penghitungan ulang kartu suara di tiga kabupaten. Tidak ada jadwal waktu yang jelas kapan akan diputuskan apakah hasil penghitungan ulang itu nantinya dapat ditambahkan kedalam angka resmi yang sudah disahkan seminggu yang lalu oleh panitia pemilu Florida, atau sebaliknya ditolak.

Kendatipun demikian, penghitungan ulang dengan tangan di tiga kabupaten terus saja berlanjut. Hasil sementara yang dicatat oleh The Associated Press sore ini menunjukkan adanya penambahan suara bagi Al Gore. Di kabupaten Broward, angka tidak resmi dari hasil penghitungan ulang di 605 TPS (precinct) dari 609 TPS yang ada, Gore menambah 127 suara.

Di kabupaten Miami-Dade, Gore menambah 69 suara dari hasil penghitungan ulang di 78 TPS dari 614 TPS yang ada. Sedangkan di kabupaten Palm Beach, Gore berhasil menambah 3 suara di 104 TPS dari 531 TPS yang ada. Sehingga total semuanya Gore berhasil menambah suaranya dengan 199. Masih cukup jauh untuk dapat menutup 930 suara kemenangan Bush sementara ini.

Hingga saat ini penghitungan dengan tangan terus dilanjutkan. Tidak dapat saya bayangkan, bagaimana mungkin sekian ratus orang yang terbagi dalam sekian puluh tim melakukan “pekerjaan bodoh” menghitung ulang dan menghitung ulang lagi dengan tangan atas sekian ratus ribu kartu suara, yang sebelumnya sudah dihitung dengan mesin tiga empat kali. Pasti hanya orang-orang yang bermental baja yang sanggup melakukan pekerjaan membosankan semacam ini. Belum lagi, kata Bush, tingkat ketelitiannya pasti akan semakin berkurang.

Entahlah atas nama apa atau siapa hingga mereka sanggup melakukan itu semua.  Nasionalisme, atau demokrasi, atau …….honorarium, sehingga mereka tidak bosan-bosannya memeriksa lembar demi lembar coblosan kartu suara. Pantaslah kalau seorang petugas di kabupaten Miami-Dade meragukan bahwa mereka akan dapat menyelesaikannya hingga tanggal 1 Desember nanti. Soalnya Kamis dan Jum’at besok adalah hari libur besar Thanksgiving Day, lalu Sabtu dan Minggunya libur akhir pekan.

Sementara itu, pemilih dari Palm Beach yang mengajukan tuntutan agar diadakan pemilu ulang akibat ketidakpuasan mereka atas kartu suara model kupu-kupu yang membingungkan, kini maju ke pengadilan banding. Besok pagi masing-masing pihak baru akan memasukkan tuntutannya dan setelah itu akan diputuskan apakah langsung dilanjutkan ke sidang Mahkamah Agung Florida atau mendengarkan terlebih dahulu argumen-argumennya. Memang masih akan panjuang jalannya.

Kini, muncul isu baru, yaitu tentang lubang coblosan yang hanya menghasilkan cekungan saja (dimpled chads). Dengan kata lain ini adalah hasil coblosan yang tidak menghasilkan lubang atau belum sampai tembus melainkan sudah menampakkan bekas atau tanda bahwa tempat itulah yang sebenarnya dicoblos. Apakah hasil coblosan kartu suara semacam ini dinyatakan sah atau tidak. Wah…, wah…, yang saya bayangkan justru tukang periksa dan tukang hitungnya apa ndak pecah ndase (pecah kepalanya), kalau mesti meneliti ulang sekian ribu bahkan mungkin puluhan ribu kartu suara dengan coblosan semacam ini. 

Pihak Partai Demokrat menginginkan agar jenis coblosan semacam ini dinyatakan sah, sedangkan pihak Partai Republik menyatakan adalah tidak mungkin menentukan hal semacam ini. Lalu bagaimana?. Pengadilan lagi yang akan memutuskan, dan pasti tidak akan selesai dalam sehari dua hari. Agaknya memang proses pemilu ini akan benar-benar melelahkan bagi siapa saja yang terlibat.

Yusuf Iskandar