Posts Tagged ‘terjun payung’

Jadi Penerjun Tidak Boleh Merokok

7 April 2009

Duduk lesehan berdua anak lelaki saya (Noval) di depan televisi menjelang maghrib. Saluran TV One sedang menyiarkan diskusi tentang tragedi jatuhnya pesawat Fokker-27 milik TNI AU di hanggar pangkalan udara Husein Sastranegara kemarin siang. Di sela-sela dialog, ditayangkan rekaman kegiatan prajurit TNI AU, di antaranya ada terjun payung. Anak saya tampak serius memperhatikan adegan terjun payung massal oleh Paskhas TNI AU.

Tiba-tiba Noval bertanya : “Pak…, bapak berani enggak terjun payung?”. Saya diam sesaat mecoba menerka-nerka kemana arah pertanyaan anak saya yang satu ini yang seringkali tak terduga.

“Kalau sekarang ya enggak berani”, jawab saya kemudian.  Rupanya jawaban itu tidak memuaskan Noval. Dengan nada mengejek dia melanjutkan : “Wah, bapak kan hobby petualangan, suka dengan tantangan, masak enggak berani ikut terjun payung…”.

Siwalan!“, kata saya dalam hati. Jelas saya tidak terima diejek anak saya begitu. Lalu saya mencoba menjelaskan dengan sabar : “Ya, seberani-beraninya orang, sebelum melakukan kegiatan apapun, apalagi yang beresiko tinggi, harus melakukan pelatihan terlebih dahulu. Tidak boleh begitu saja ikut ini, ikut itu…”, jawab saya.

Noval masih belum puas dengan jawaban saya. Dia pun melanjutkan : “Seandainya bapak ikut latihan dulu, apa bapak berani melakukan terjun payung?”. Waduh, modar aku…! Mendidih juga darah setengah tua saya.

“Berani saja!”, jawab saya tidak mau kalah. “Tapi di usia bapak sekarang, ya jelas bapak tidak bisa”. Jawaban ini membuat Noval jadi penasaran.

“Memang kenapa?”, tanyanya ingin tahu.
“Pertama, karena kondisi fisik bapak sudah menurun. Berbeda halnya kalau sejak muda kondisi fisiknya memang terlatih untuk kegiatan terjun payung. Kedua, bapak seorang perokok”, jawab saya.

“Ooo, seorang penerjun tidak boleh merokok ya…”, kata Noval seakan-akan memahami (meski saya tahu sebenarnya dia belum paham).
Lha, iyalah“, jawab saya merasa menang.
“Tapi kenapa ya, pak”. Eh, masih ngeyel juga dia.
Asal-asalan saja saya menjawab : “Ya, karena susah….. Begitu meloncat terjun dari pesawat terus menghisap rokok dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya ke langit. Pasti akan merepotkan sekali…”.
“Aaaaaaaah…..”, teriak Noval, bersamaan dengan kumandang adzan magrib dari masjid dekat rumah.

Yogyakarta, 7 April 2009
Yusuf Iskandar

Iklan