Posts Tagged ‘telepon genggam’

Pake HP Rame-rame

4 Mei 2008

Tulisan ini terinspirasi oleh posting di beberapa milis tentang bahaya sinyal HP atau telepon genggam bagi aktifitas penerbangan. Bahkan yang lebih mengerikan, diceriterakan juga tentang beberapa peristiwa kecelakaan angkutan udara yang diduga akibat dari sinyak HP yang mengganggu lalulintas komunikasi dan navigasi pesawat terbang.

Mudah-mudahan para pemilik dan pengguna HP mulai lebih memahami bahaya serius dari gangguan sinyal ini, bukannya nggugu karepe dhewe (semaunya sendiri)…, wong HP, HP-nya sendiri….!

***

Setelah tertunda agak lama, akhirnya sore itu pesawat Mandara Air jurusan Balikpapan – Yogyakarta sudah melayang-layang di angkasa kota Yogyakarta. Sebentar lagi akan mendarat. Ikat pinggang sudah dikencangkan, sandaran kursi sudah ditegakkan, meja di depan tempat duduk sudah dilipat. Sampai kemudian berkumandang pengumuman dari pramugari bahwa cuaca buruk dan awan tebal masih bergelayut di atas kota Yogyakarta membuat jarak pandang tidak aman bagi pesawat untuk mendarat. Maka penerbangan dialihkan dan dijadwalkan mendarat di bandara Juanda Surabaya 30 menit kemudian.

Semua penumpang diam, manut saja. Tidak ada yang mengeluh, tidak ada yang protes, tidak ada yang berani bersorak : “Huuuuuu…..”. Agaknya semua mafhum, lebih baik diberi bonus mampir Surabaya ketimbang dipaksakan mendarat dengan mengambil resiko menanggung bayang-bayang ancaman kecelakaan.

Kira-kira tiga puluh menit kemudian, pesawat pun mendarat dengan agak mulus di landasan bandara Juanda. Begitu pesawat berhenti, mandeg greg….., spontan terdengar aneka nada suara telepon genggam dinyalakan. Sangking penasarannya saya berdiri, dan menjadi satu-satunya penumpang yang langsung berdiri selain pramugari, lalu saya sempatkan melempar pandangan ke sekeliling penumpang pesawat.

Sumprit…., hampir semua penumpang asyik dengan telepon genggamnya. Kalau bisa saya kelompokkan, saat itu ada tiga golongan penumpang. Golongan pertama, adalah penumpang yang langsung berteriak : “Halooo…..”, lalu diikuti pembicaraan bahwa pesawatnya mendarat di Surabaya….., tiba di Yogya terlambat embuh kapan….., tidak usah dijemput saja….., nanti dikabari lagi….., tunggu ya……, dan kalimat-kalimat pembuka yang semacam itu. Ada yang bicaranya pelan, ada juga yang volumenya seperti bakul pasar sehingga membuat sebagian penumpang lainnya senyam-senyum.

Golongan kedua, adalah penumpang yang nggethuk… keasyikan memainkan jari-jarinya¬† di atas tuts sedang menulis SMS. Saya yakin bunyi SMS-nya tidak jauh-jauh dari kata-kata yang saya ceritakan di atas.

Golongan ketiga, adalah penumpang yang duduk tidak perduli, entah karena tidak membawa HP, atau memang tidak merasa perlu melakukan apapaun, atau yang HP-nya kurang ramah sinyal seperti HP saya (sebab waktu membeli HP dulu lupa membeli sinyalnya sekalian…..).

Inilah kemajuan teknologi. Salah satu keuntungan dari HP adalah sebagai alat komunikasi jika terjadi keadaan yang di luar rencana. Ya, seperti ketika perjalanan Balikpapan – Yogyakarta sore itu. Maka terjadilah peristiwa pake HP rame-rame seperti potong padi di sawah…. Belum sempat mesin pesawat mereda gemuruhnya, seisi pesawat sudah riuh dengan hola-halo dan tat-tit-tut….. Untung saja tidak nekat ketika pesawat masih di udara.

Untung ada HP, bisa menjadi hiburan di kala (sebenarnya) hati sedang kesal karena akhirnya mesti menunggu pesawat diterbangkan kembali ke Yogyakarta saat hari mulai gelap.

Yogyakarta, 6 Juni 2007
Yusuf Iskandar

Iklan