Posts Tagged ‘tahajud’

Pendakian Terindah

12 September 2010

Malam ini
akan menjadi tahajud terakhirku
di perjalanan pendakian yang sungguh indahnya kali ini
sebab sekali puncak berhasil dicapai
maka usai sudah pendakian yang telah terjalani sebulan lamanya
Dan, pendakian indah itu bernama Ramadan
sedang puncak terindah itu bernama Idul Fitri

Yogyakarta, 9 September 2010 (dini hari pada sepertiga malam terakhir Ramadhan 1431H)
Yusuf Iskandar

Iklan

Antara Sholat Dan Bal-balan

2 Juli 2010

Sama-sama berniat bangun dari tidur di 2/3 malam, yang satu untuk nonton bal-balan (Piala Dunia), yang satunya untuk tahajud. Yang pertama ‘mak jenggirat’ (spontan meloncat) penuh semangat, tapi yang kedua betapa beraaat… mengangkat pantat (baru pantat, belum yang lain). Ampyun…ampyuun… Maka berkumandanglah seruan: “ash-sholatu khoirum-minal bal-balan… (sholat itu lebih baik daripada bal-balan).

Yogyakarta, 22 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Sebelum Tahajud

29 Mei 2010

Sebelum tahajud, kubaca QS.3 : 191-200. Sampai awal ayat 196, berkali-kali aku salah membaca lafal “Laa yaghurronnaka…”. Biasanya ketika salah baca, cukup kuulangi sekali-dua. Tapi ini berulang belasan kali. Hingga aku terdiam, ada apa dengan pikiranku, mataku dan lidahku? Kubuka tafsir, arti kalimat itu “jangan kamu teperdaya…” (lanjutannya, lihat sendiri!). Sebuah pengingatan atau teguran? Atau anjuran agar ngupy dulu karena rada ngantuk..

Yogyakarta, 27 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Langit Penuh Bintang

25 Maret 2010

Menjelang subuh. Kupandang langit penuh bintang bertaburan.

Lalu kukirim SMS kepada bidadari: “Rabbanaa ma kholaqta hadzaa baathila…(Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia)”.

Balasan dari sana: “Sayang langit sini tak berbintang, tapi langit sini hanya takut pada Tuhan, yang sedang turun menghamparkan rahmat dan ampunan bagi yang memohon. Lanjuuut…” (Ee rupanya bidadari itu blm selesai tahajud, tapi sempat balas SMS..)

Yogyakarta, 24 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Mampir Warung Gorengan Bu Kardi

26 Desember 2009

Persiapan Hari ke-6 (H-5) : Masih seperti hari-hari kemarin, from Tahajud to Dhuha, tapi tanpa ‘Serangan Oemoem 1 Maret’ (perang suku di Papua saja tidak tiap hari). Rute bersepeda diubah lewat Pasar Tela, terus ke Kota Gede mampir warung gorengan… 2 gelas teh panas + cemplon, balok, telo, bakwan, tempe, marlboro + ngobrol ngalor-ngidul……. Olah raganya? Lha makan itu kan raga juga yang diolah…..

(Warung gorengan Bu Kardi, Kotagede, Jogja)

Yogyakarta, 26 Desember 2009
Yusuf Iskandar