Posts Tagged ‘sabar’

Tentang Puasa

29 September 2010

(1)

Ritual sahur siap-siap puasa Syawal. Sepiring nasi, lauk dan sayur sudah di depan mata. Tinggal menyendok lalu menyosorkan ke mulut. Namun apa daya, keburu adzan Subuh berkumandang. Tangan pun lunglai membatalkan ritual. Tapi the shaum must go on. Lanjutkan! Sebab puasa sudah diniatkan.

Ketika siang perut terasa melilit-lilit dan lapar, maka itulah indahnya puasa. Kalau puasa kok terasa kenyang terus, maka dia akan kehilangan pesona keindahannya.

***

‎(2)

Jangan berpuasa kalau takut lapar, sama seperti jangan makan kalau takut kenyang. Jika kemudian tubuh menjadi kurus karena puasa atau menjadi ndut karena makan, maka itu hanyalah persoalan manajemen dan persepsi. Manajemen tentang diet dan persepsi tentang penampilan, maksudnya.

So? Tuhan beserta orang-orang yang sabar, termasuk sabar dalam me-manage jadwal makannya dan sabar dalam mensyukuri penampilannya.

Yogyakarta, 27 September 2010
Yusuf Iskandar

Detik-detik Dimana Doa Diijabah

28 Juli 2010

Seorang teman mendadak uring-uringan dan marah-marah di bank, karena urusan yang biasanya cepat selesai jadi molor berjam-jam. Kubilang padanya: Itulah “peluang bisnis” yang diberikan Tuhan kepadamu, sebab itulah detik-detik dimana doa diijabah. Tidak setiap orang punya kesempatan kesal seperti itu lalu punya kesempatan untuk sabar dan berdoa. Kebanyakan memilih untuk melampiaskan kesalnya dengan berbunyi-bunyi. Pilihan ada di mulut dan hatimu. Tinggal “kewajiban” Tuhan mengijabahi pilihanmu.

Yogyakarta, 23 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Jogja Macet

8 Juli 2010

Jogja muacet parah hari ini…, ada pembukaan Muktamar Muhammadiyah. Jika kebetulan sedang liburan ke Jogja, ada baiknya hindari dulu pusat kota, daripada anti Anda berbunyi-bunyi…, kecuali otot dan syaraf sabar Anda cukup terlatih

Yogyakarta, 3 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Menenggang Kekurangan Orang Lain

4 Mei 2010

Berbuat baik kepada orang lain? Sangat mudah, apalagi memperdaya…. Yang tidak mudah adalah menenggang kekurangan orang lain. Itulah “placement test” seseorang itu pantas duduk di kelas Beginner, Intermediate atau Advance. Ada peluang untuk meninggikan derajat dan meraih kebaikan yang lebih baik (setiap kali dijumpai kekurangan orang lain). Tapi fakta menunjukkan, kita sering gagal dalam hal ini, gagal sabar, gagal ikhlas. Maka jelaslah, kita termasuk kelas/derajat manusia seperti apa…

Yogyakarta, 3 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Pelajaran Tentang Bertenggang Rasa

18 Desember 2009

Sudah tahu jalan sempit, lha kok berhenti di sisi kiri dan kanan sehingga jalan tertutup. Diklakson sampai 14 kali sopir-sopir itu ya nduablek saja… Sampai keringatan saya menahan sabar. Yen tak pikir-pikir…, jangan-jangan yang gueblek itu saya, kok masih bisa-bisanya sabar dan sempat-sempatnya menghitung sampai 14 kali mengklakson…

(Ini kejadian di kampung sekitar tempat tinggal saya di Jogja. Ini sekedar cermin tentang roh bertenggang rasa dalam hidup bermasyarakat yang nampaknya memprihatinkan…)

Yogyakarta, 16 Desember 2009
Yusuf Iskandar