Posts Tagged ‘resiko’

Jika Harus Mudik : Berhati-hatilah…!

27 September 2008

Mudik lagi…, mudik lagi…

Semakin tahun, perjalanan mudik sebagai agenda tahunan masyarakat Indonesia di seputar hari lebaran, sepertinya semakin meriah, padat, rumit, berbiaya tinggi, tidak aman dan bahkan belakangan cenderung tidak rasional.

Maka jika tetap harus menempuh perjalanan mudik : “Berhati-hati dan waspadalah…..!”.

Ini bukan lagi soal hari raya orang muslim atau non-muslim. Juga bukan soal ketaatan beribadah. Belakangan maknanya malah cenderung tidak melulu soal silaturrahim dengan sanak keluarga. Melainkan soal mnempuh perjalanan untuk pulang kampung. Maka hajatan tahunan masyarakat Indonesia itu pun berulang kembali.

Sekian tahun yang lalu, mudik identik dengan berebut naik angkutan umum, kereta api dan kapal laut. Lalu, seiring dengan tingkat kemakmuran masyarakat, bertambah menjadi berebut naik pesawat terbang dan kendaraan pribadi. Nah, beberapa tahun terakhir ini semakin mencengangkan dengan berbondong-bondong naik sepeda motor. Seperti tidak peduli berapa kilometer jarak harus dijalani dan berapa jam perjalanan harus ditempuh. Maka, faktor keselamatan (safety) di perjalanan nampak semakin memprihatinkan, nggegirisi dan nyaris terabaikan.

Infrastruktur perhubungan dan perjalanan nampaknya tidak bisa mengikuti pesatnya hajatan tahunan ini, sehingga para pengguna jalan dan sarana transportasi yang berniat mudik pun harus siap berhadapan dengan segala resiko atas keterbatasan infrastruktur itu. Ugh….., sungguh berat dan penuh resiko….  Tapi ya tetap harus mudik, begitu yang terpikir oleh para pemudik.

Selamat menempuh perjalanan mudik. Senantiasa berhati-hati dan waspada. Jangan lupa melakukan persiapan yang semestinya. Berdoa dan terus berdoa, agar selamat sampai tujuan dan kembali dari perjalanan melelahkan.

Semoga pesta Ramadhan 1429 H dapat disempurnakan, agar bisa meraih nilai kemenangan yang hakiki di hari Idul Fitri 1429 H.

Saling memaafkan bagi dan untuk segenap handai taulan dan sanak kerabat.

Taqabbalullahu minna wa-minkum, taqabbal Yaa Karim……

Yogyakarta, 27 September 2008 (27 Ramadhan 1429 H)
Yusuf Iskandar

Iklan