Posts Tagged ‘partai demokrat’

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000

2 November 2008

Pengantar :

Hari Selasa tanggal 4 Nopember 2008 ini rakyat Amerika akan melangsungkan pesta demokrasi untuk memilih Presiden Amerika ke-44. Dua kandidat presiden telah siap bertarung memperebutkan suara pilihan segenap warga Amerika, yaitu Barack Obama (Partai Demokrat) dan John McCain (Partai Republik). Di atas kertas, dan juga dari hasil jajak pendapat berbagai lembaga independen sebelum pemilu, menunjukkan bahwa Obama lebih unggul dibanding McCain. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang dari pacuan presiden Amerika tahun ini? Kita tunggu saja hasilnya.

Barack Obama

Barack Obama

John McCain

John McCain

Sekedar memberi gambaran tentang pemilu presidan Amerika, berikut ini saya ketengahkan catatan lama saya ketika ada pemilihan presiden Amerika tahun 2000, dimana bertarung antara George Bush (Partai Republik) dan Al Gore (Partai Demokrat). Pemilu presiden Amerika tahun 2000 ternyata menjadi sebuah pengalaman yang sangat menarik, karena inilah pemilu Amerika yang sepanjang sejarah Amerika akan tercatat sebagai pemilu yang paling rumit, paling melelahkan dan menjadi catatan buruk sistem demokrasi dalam perpemiluan Amerika. Bahkan media Amerika menjulukinya sebagai pemilu paling ora karuan.

George W. Bush

George W. Bush

Al Gore

Al Gore

Catatan-catatan yang lebih menyerupai reportase itu saya tulis bersambungan dalam 35 bagian saat saya tinggal di New Orleans, dan saya kirim kepada teman-teman di Indonesia mulai tanggal 6 Nopember s/d 14 Desember 2000. Semoga catatan lama ini dapat membantu untuk memahami apa yang terjadi dalam demokrasi sistem pemilu di Amerika.

Yogyakarta, 1 Nopember 2008
Yusuf Iskandar

Iklan

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (11)

2 November 2008

New Orleans, 9 Nopember 2000 – 23:30 CST (10 Nopember 2000 – 12:30 WIB)

Melihat perkembangan penghitungan ulang kartu suara di Florida, bagi penggemar sepakbola barangkali dapat digambarkan sebagai kemelut di depan gawang yang tak berkesudahan. Sementara penghitungan ulang kartu suara di Florida masih belum akan tuntas hingga minggu depan, sementara itu pula muncul berbagai kontroversi diantaranya pemilih di kota Palm Beach yang meminta diadakan pemilihan ulang. Sedangkan publik Amerika lainnya sedang menanti siapa presiden mereka yang baru.

The Associated Press memberikan angka sementara hasil penghitungan ulang di Florida dengan Bush untuk sementara masih unggul tipis terhadap Gore dengan 229 suara. Selisih angka ini diperoleh setelah diselesaikannya penghitungan ulang di 66 kabupaten dari 67 kabupaten yang ada, dan tinggal menyisakan dari kota Palm Beach. Angka ini memang belum resmi karena batas akhir pengumpulan hasil penghitungan ulang dari tiap-tiap kabupaten paling lambat harus diserahkan kepada panitia pemilu pada hari Selasa depan.

Hasil akhir selengkapnya ternyata masih akan menunggu hingga Jum’at pekan depan. Kartu suara yang berasal dari pemilih di luar negeri masih akan ditunggu hingga batas akhir penerimaan tanggal 17 Nopember, atau 10 hari setelah hari pemilu. Melihat ketatnya selisih angka sementara antara kedua kandidat utama presiden ini, maka suara dari pemilih luar negeri tampaknya akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Palm Beach, adalah kota wisata di pantai timur Florida. Hingga malam ini para pemilihnya berunjuk rasa menuntut diadakannya pemilihan ulang. Demikian halnya yang terjadi di ibukota negara bagian Florida, Tallahassee. Pasalnya, para pemilih merasa sempat bingung saat harus mencoblos kartu suara sebagai akibat dari rancangan kartu suara yang dianggap membingungkan.

Hal ini berakibat ada sekitar 19.000 kartu suara yang dianggap oleh panitia tidak sah karena terdapat dua coblosan dan ada ribuan suara lagi yang coblosannya mengarah ke Pat Buchanan, kandidat presiden dari Partai Reformasi. Padahal suara-suara itu seharusnya dimaksudkan untuk memilih Al Gore, kandidat Partai Demokrat, demikian pengakuan para pemilih yang ternyata pendukung Al Gore.

Anehnya, Pat Buchanan yang sebenarnya diuntungkan karena memperoleh lonjakan suara hingga 110% dari yang diperkirakannya, malah merasa tidak enak menerima tambahan suara akibat kesalahan pemilih Gore. Dia mengatakan : “saya tidak mau mengambil suara-suara yang bukan ditujukan untuk saya”. Padahal sesungguhnya Pat Buchanan sendiri sangat memerlukan tambahan suara guna memantapkan legitimasi partai guremnya dalam percaturan pemilihan presiden Amerika.

Lha ya sudah kadung (terlanjur) dicoblos……… Ya, tapi barangkali memang begitulah sopan santun berpolitik mereka. Apakah di balik itu ada keinginan terselubung agar bukan Bush yang nantinya jadi presiden, tentu urusan lain. Lha yang ketambahan suara yang bukan haknya saja merasa sungkan, lalu apa namanya kalau, umpamanya lho ini, ada yang merebut (dengan paksa) suara yang bukan haknya……….?

***

Selain kontroversi kartu suara di Pal Beach, muncul pula protes lain dari pihak Gore tentang adanya keterlambatan pengiriman kotak-kotak pemilu ke tempat penghitungan. Sementara pemilih dari masyarakat kulit hitam juga protes karena banyak orang kulit hitam yang mengalami kesulitan untuk memilih dengan alasan kartu suara habis atau TPS sudah ditutup. Hal yang terakhir ini mengingatkan saya pada pemilu di desa-desa di Indonesia pada jaman Orde Baru dulu.

Pihak Bush pun tidak mau kalah, jika pihak Gore mengajukan tuntutan atas kontroversi Palm Beach, maka pihak Bush siap-siap mengajukan tuntutan juga agar di negara bagian Wisconsin dan Iowa juga diadakan penghitungan ulang. Di kedua negara bagian ini selisih suara antar keduanya memang tipis, hanya saja Wisconsin dan Iowa tidak mempunyai undang-undang tentang penghitungan ulang jika selisihnya kurang dari setengah persen.

Pemilu memang hajat nasional Amerika, tetapi pemerintah federal tidak mempunyai hak untuk mengatur penyelenggaraannya di setiap negara bagian. Negara bagianlah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur tata cara dan teknis-teknis penyelenggaraannya. Oleh karena itu antara tiap-tiap negara bagian bisa berbeda-beda aturan, cara, perlengkapan dan thethek-bengek-nya (segala macam yang terkait).

Pacuan presiden Amerika jadi makin panjang. Penghitungan ulang di kota Palm Beach baru akan dilakukan lagi hari Sabtu dan angka resmi hasil penghitungan total dari 67 kabupaten baru akan dilakukan Selasa depan, sambil menunggu masuknya suara dari luar negeri sampai Jum’at depan. Sementara di luar sana masyarakat pemilih tetap protes atas berbagai kontroversi yang terjadi di Palm Beach.

Entah bagaimana pemerintah Florida akan menyelesaikan hal ini, kita lihat saja nanti. Lebih baik mencari udara segar dulu di akhir pekan ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (14)

2 November 2008

New Orleans, 14 Nopember 2000 – 23:00 CST (15 Nopember 2000 – 12:00 WIB)

Hingga batas akhir jam 5:00 Selasa sore tadi, panitia pemilu Florida telah mengesahkan hasil penghitungan kartu suara dengan posisi Bush unggul tipis 300 suara atas Gore. Dengan demikian, menurut panitia Pemilu, tinggal menunggu masuknya kartu suara dari luar negeri yang batas akhirnya adalah hari Jum’at malam nanti. Dari suara luar negeri ini Bush berharap akan dapat memperoleh banyak tambahan suara.

Meskipun demikian, tiga kabupaten di Florida dimana pemilih Gore sangat dominan, masih gigih berjuang agar diberi kelonggaran menyampaikan hasil penghitungan ulang kartu suara secara manual selewat batas waktu tersebut. Tentu dengan harapan Gore akan memperoleh tambahan suara.

Hingga kini, berbagai ketidakpuasan yang datang dari kedua kubu Bush maupun Gore masih terus menggulir menuju ke sidang pengadilan. Yang menarik, setiap kali permasalahan dibawa ke pengadilan, maka prosesnya demikian cepat dan hasilnya pun tidak dinilai sebagai hasil KKN. Adanya ketidakpuasan di salah satu pihak, jelas tak terhindarkan. Adanya unsur subyektif, juga pasti tak terhindarkan, wong masing-masing pelakunya adalah juga pendukung salah satu partai. Namun adanya penerapan hukum dan peraturan yang konsekuen, setidak-tidaknya demikian kesan yang muncul di permukaan, bagi saya memberi kesan yang tidak biasa.

Penantian Amerika masih akan panjang. Bagi warga Amerika yang tertarik mengikuti perkembangan pemilu kali ini memang dapat membangkitkan rasa emosional tersendiri. Belum pernah terjadi proses demokrasi yang sedemikian rumit dan berlarut-larut seperti kali ini dalam sejarah Amerika sejak lebih 200 tahun yang lalu. Memang pada tahun 1916 ketika pemilu antara Presiden Woodrow Wilson dari Partai Demokrat dan penantangnya Charles Evans Hughes dari Partai Republik, kontroversi dan kebingungan juga pernah terjadi. Namun tidak sampai berlarut-larut dan rumit.

Kita tunggu hari Rabu besok, bagaimana kelanjutannya. Sementara baik pihak Bush maupun Gore masih saling melanjutkan kampanye “tahap kedua”-nya untuk mencari berbagai kemungkinan yang dapat ditembus guna menambah pengumpulan suara mereka. Di sisi lain, posisi hasil perolehan jatah suara (electoral vote) di wilayah negara bagian New Mexico, Iowa, Oregon dan Wisconsin dimana Gore unggul, serta di New Hampshire dimana Bush yang unggul, masih ada kemungkinan untuk digoyang melalui mekanisme permohonan penghitungan ulang secara manual karena margin kemenangan masing-masing dinilai sangat tipis.

Yusuf Iskandar