Posts Tagged ‘padat merayap’

“Jalan” Hidup Padat Merayap

20 September 2010

Masih suasana lebaran. Tukang parkir di pasar Kendal, Jateng, dibayar Rp 2.000,- ngotot mengembalikan yang seribu. “Niki kunduripun..! (ini kembaliannya)”. Tukang parkir di sebuah bank di Jogja, disodori uang ditolaknya mentah-mentah. “Mboten usah, mboten usah…! (nggak usah)”. Lho kok masih ada yang memilih “jalan” hidup dengan konsekuensi padat-merayap begitu, di saat banyak “jalan alternatif” dapat ditempuh ramai-lancar tanpa komplain..

Yogyakarta, 16 September 2010
Yusuf Iskandar

Ramai Lancar Padat Merayap

12 September 2010

Kosa kata yang lagi akrab di telinga, seputar arus mudik Lebaran adalah: RAMAI LANCAR dan PADAT MERAYAP. Entah kenapa kok bukan ‘ramai merayap’, ‘padat lancar’, ‘ramai padat’ atau ‘lancar merayap’. Tapi saya suka karena enak didengar, walau sebenarnya tidak memberi makna apa-apa selain arus mudik itu sendiri…

“Berhati-hatilah wahai para pemudik!”. Ramai walau lancar dan padat walau merayap sama-sama berarti unsafe conditions.

Yogyakarta, 7 September 2010
Yusuf Iskandar