Posts Tagged ‘non-staff’

Surat Dari Australia

16 Februari 2008

(9).    Perusahaan Tambang Tanpa Buruh

Hari ini, kembali saya ngantor di kantor tambang bawah tanah. Kali ini saya banyak bergabung dengan bagian perawatan dan pemeliharaan tambang dan peralatannya (maintenance). Hal ini berkaitan dengan agenda saya untuk memahami masalah pembiayaan dalam operasi tambang Northparkes, mengingat bahwa biaya pemeliharaan (maintenance cost) tambang ini merupakan porsi terbesar dari biaya operasi penambangannya.

Dari omong-omong dengan para pekerja, saya baru tahu bahwa di lingkungan perusahaan tambang Northparkes tidak dikenal adanya penggolongan antara karyawan staff dan non-staff. Dapat dikatakan bahwa semua karyawannya adalah staff yang diatur melalui peraturan kepegawaian yang tertuang dalam Employee Handbook, mulai dari General Manager hingga operator dan administrasi. Tidak ada karyawan yang statusnya non-staff. Dengan kata lain, di perusahaan tambang ini tidak ada tidak memiliki buruh yang biasanya identik dengan karyawan non-staff.

Oleh karena itu, semua karyawan mempunyai jam kerja pokok yang banyaknya sesuai dengan aturan minimal yang dipersyaratkan. Tidak dikenal adanya jam kerja lembur (overtime). Rata-rata karyawan bagian operasional tambangnya bekerja 42 jam per minggu. Semua karyawan menerima gaji (salary) yang sesuai dengan jenjang kepangkatannya yang secara umum nilainya di atas rata-rata.

Pertanyaan saya lalu : Bagaimana kalau ada pekerjaan yang menuntut karyawan untuk bekerja di luar jam kerja yang semestinya atau perlu tambahan jam kerja? Maka secara guyon jawabnya adalah : “Ya, nasib…….”. Artinya, sebagai karyawan staff maka pada dasarnya siap untuk diminta atau tidak diminta bekerja kapan saja sepanjang memang dibutuhkan oleh perusahaan. Demikian kira-kira bunyi peraturan kerja karyawan staff.

***

Akibat dari tidak adanya karyawan non-staff, maka tidak pula dikenal adanya Serikat Buruh (Union) karena status kepegawaiannya menjadi tidak ada karyawan yang bersatus buruh.

Lalu bagaimana jika ada perselisihan perburuhan? Ya, tidak akan ada yang berselisih, wong tidak ada buruh. Semua karyawan diatur melalui peraturan kepegawaian karyawan sejak awal pertama kali mereka masuk kerja. Memang sulit untuk mengidentifikasi sisi untung-ruginya secara mendetail. Namun yang pasti sistem ini sudah berjalan sejak pertama kali perusahaan tambang ini berdiri pada tahun 1994.

***

Diterapkannya pola kepegawaian tambang tanpa buruh ini nampaknya ingin ditiru oleh perusahaan-perusahaan tambang lainnya. Barangkali karena melihat tidak pernah terjadinya perselisihan perburuhan (lha, wong memang tidak punya buruh…). Tapi kenyataannya memang tidak mudah untuk mengubah pola kepegawaian konvensional menjadi pola kepegawaian dengan tanpa buruh.

Sistem ini agaknya hanya mungkin untuk diterapkan pada perusahaan yang baru dibuka. Sehingga sejak pertama kali penerimaan karyawan memang sudah diatur dengan perjanjian kerja bahwa mereka semua akan diperlakukan sebagai karyawan layaknya karyawan staff.

Agaknya pola perusahaan tanpa buruh (non-staff) ini hanya pas untuk diterapkan di perusahaan yang jumlah karyawannya kecil, sebagaimana halnya di tambang Northparkes yang jumlah keseluruhan karyawannya hanya sekitar 170 orang dan itu sudah mencakup semua jenjang kepangkatan dan bidang kegiatan. Sedikitnya jumlah karyawan ini karena banyak bidang-bidang perkerjaan yang dikontrakkan atau diserahkan kepada pihak kontraktor.

Apakah mungkin pola kepegawaian semacam ini diterapkan di Indonesia?

Parkes, 9 Agustus 2001
Yusuf Iskandar

Iklan