Posts Tagged ‘ngarai’

Sehari Di Selatannya Denver

5 Februari 2008

Pengantar :

Sekedar memanfaatkan waktu luang sehari seusai mengikuti kursus “Mine Evaluation” di Golden, saya melakukan perjalanan singkat ke kawasan di sebelah selatannya kota Denver, Colorado, sebelum kembali ke New Orleans. Hari itu, tanggal 9 Desember 2000 yang bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan 1421 H dan pertengahan musim dingin. Sekedar berbagi cerita.-

(1).   Menuju Ke Jembatan Gantung Royal Gorge
(2).   Turun Ke Dasar Ngarai
(3).   Purnama Di Taman Dewata 

Sekali Menginjak Gas, Delapan Negara Bagian Terlampaui

4 Februari 2008

(6).   Di Pinggir Selatan Grand Canyon

Senin, 24 April 2000, sesuai rencana jam 8:30 pagi saya meninggalkan hotel di Flagstaff menuju ke utara sejauh 81 mil (sekitar 130 km) dan saya perkirakan sekitar 1,5 jam akan sampai ke daerah Tusayan sebelum mencapai pinggir selatan Grand Canyon. Di Tusayan ini kami sempatkan masuk ke Imax theater menyaksikan film tiga dimensi yang antara lain berceritera tentang sejarah dan ekspedisi Grand Canyon.

Taman Nasional Grand Canyon memang bisa didatangi dari dua arah. Untuk menuju ke pinggir utara (North Rim) bisa dicapai dari negara bagian Utah, sedangkan kami (dan umumnya wisatawan) memilih untuk mengunjungi pinggir selatan (South Rim) karena di sini berbagai sarana dan fasilitas lebih tersedia, dibandingkan dengan sisi utara yang nampaknya kurang dikembangkan. Lokasi di sisi selatan ini terbuka sepanjang tahun, sedang di sisi utara jalan akan ditutup pada musim dingin karena bersalju.

Grand Canyon of Colorado adalah satu dari sekian nama yang sudah saya kenal (dan saya ingat persis bagaimana cara menulisnya) sejak saya masih duduk di SMP di kampung, melalui pelajaran ilmu bumi dunia. Sejak dulu hingga sebelum saya tiba di Amerika tahun lalu, saya masih beranggapan bahwa tempat ini terletak di negara bagian Colorado. Rupanya tidak, Colorado adalah nama sungai dimana Grand Canyon membentang, sedangkan lokasinya berada di negara bagian Arizona.

Begitu berdiri tepat di pinggir selatan Grand Canyon : “Subhanallah“. Bukan karena selama ini saya hanya mendengar nama dan melihat gambarnya saja, dan kini berdiri tepat di pinggirnya. Melainkan, siapa yang telah bereksperimen dengan ilmu geologi sekian milyar tahun yang lalu hingga bisa menghasilkan bentang alam yang spektakuler ini. Kalau bukan siapa, pasti ada Tuhan di sana yang telah lebih dahulu “mempelajari” proses geologi, dan Tuhan tentu tidak sedang bermain-main dengan ilmu geologi. Pasti ada maksudnya.

***

Grand Canyon adalah jurang atau ngarai sedalam 1.737 m di dinding utaranya dan sekitar 1.371 m di dinding selatannya, di sebelah-menyebelah sungai Colorado. Jurang atau ngarai ini membentang sepanjang 443 km dengan lebar rata-rata 16 km. Di tengahnya bukit-bukit kecil dengan tampilan morfologi dan stratigrafi yang beraneka ragam (saya menggunakan lensa binocular agar bisa melihat lebih jelas).

Diterangkan bahwa pada setiap strata batuan yang ada di situ menandakan periode umur atau sejarah bumi sejak 2 milyar hingga 250 juta tahun yang lalu. Profil yang demikian ini tentu akan nampak lebih jelas kalau kita sempat jalan kaki menuruni jurang. Tapi pasti tidak cukup sehari untuk berwisata alam ke dasar jurang.

Bagi mereka yang mempunyai hobby berpetualang, tempat ini menjadi salah satu pilihan. Di dasar ngarai, di sisi sungai Colorado ada lokasi untuk berkemah dan menjelajah wilayah-wilayah yang jarang dikunjungi orang, olah raga arus deras, menyusuri gua dan tebing-tebing curam. Belum lagi menantang cuaca yang angin dan suhu udaranya bisa sangat dingin terutama di malam hari, dan bahkan di musim dingin daerah ini bisa bersalju.

Di pinggir selatan ini telah disediakan beberapa gardu pemandangan (meskipun sebenarnya tidak ada bangunan gardunya) atau semacam tempat terbuka yang dirancang khusus, agar pengunjung dapat leluasa dan aman menyaksikan Grand Canyon, yang di beberapa tempat dipasang teropong. Titik-titik pemandangan ini tersedia di banyak tempat, sehingga pengunjung dapat menyaksikan Grand Canyon dari berbagai sudut pandang untuk dapat melihat bentuk, kilauan warna dan tampilan geologi yang berbeda.

Bagi pengunjung yang mempunyai uang saku lebih, menjelajah ngarai raksasa dengan pesawat helikopter pasti akan lebih mengasyikkan. Bisa melihat lebih dekat, bahkan ke dekat dasarnya, memasuki celah-celah di antara dinding bebatuan yang berprofil “aneh”, dan menjangkau area yang lebih luas. 

Kami menyusuri pinggir Grand Canyon dari barat ke timur sambil sesekali berhenti di titik-titik pemandangan. Pepohonan pinus dan juniper (sejenis tumbuhan yang buahnya dipakai untuk aroma minuman anggur) berada di sepanjang rute ini. Daerah ini memang berbatasan dengan Hutan Taman Nasional Kaibab. Sambil terus melaju ke arah timur kami menyaksikan Grand Canyon di sisi utaranya, hingga akhirnya meninggalkan Taman Nasional Grand Canyon melalui pintu timur. Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar jam 3:30 sore.- (Bersambung)

Yusuf Iskandar