Posts Tagged ‘nasi gemuk’

Makan Malam Di Pasar Mayangsari Jambi

19 Juni 2009

Tadi pagi sarapan di Toko Kopi (toko tapi warung…) ‘Sari Rasa’ di Jl. Hayam Wuruk, dekat simpang Jelutung, Jambi. Kopi jambi panas, susu kedelai hangat, nasi gemuk komplit (sudah gemuk, komplit lagi…). Ini tempat sarapan yang selalu ramai setiap pagi.

IMG_2769_rIMG_2771_rIMG_2774_rIMG_2773_r

***

Malamnya makan di pasar ‘Mayangsari’ (entah kenapa namanya demikian), di Jl. Mr. Assa’at. Pilih menu kari kambing, daging tunjang. Ada juga udang galah goreng. Umumnya disediakan masakan menu Padang.

IMG_2836_r1IMG_2837_r

***

Tidak ada ‘Tambal Ban’ di Jambi, adanya ‘Tempel Ban’. Tadinya saya pikir salah tulis atau tulisan iseng. Rupanya memang begitu istilah yang berlaku umum di Jambi dan beberapa kawasan di Sumatera.

IMG_2784_rIMG_2785_r

***

Banyak BH betebaran di Jambi (BH adalah plat nomor polisi Jambi, seperti halnya BG untuk wilayah Sumsel, BE untuk Lampung, BD untuk Bengkulu, BM untuk Riau, dsb.)

IMG_2869_rIMG_2904_r1

Jambi, 19 Juni 2009
Yusuf Iskandar

Nasi Gemuk, Menu Nusantara Dan Sop Kaki Kambing

18 Juni 2009

Sarapan pagi nasi gemuk (alias nasi uduk) di warung pinggir jalan, di desa Koto Buayo, Kab. Batang Hari. Minumnya teh cap Singa beraroma vanillin (alias vanila), produksi dari Pematang Siantar. Berbeda dengan teh umumnya di Jawa yang biasanya beraroma harum bunga melati, di Sumatera lebih disukai yang beraroma vanilla….

IMG_2750_rIMG_2744_r

***

Makan siang di RM Pagi Sore cab. Jambi, menu padang-nusantara. Banyak pilihan, ikan seluang goreng keringnya enak euy…. Menu lainnya standar di indra pencecap. Suasana restonya cukup nyaman.

IMG_2759_rIMG_2758_r

***

Habis makan malam sop kaki kambing ‘Tiga Bersaudara’ di cabang Simpang Jelutung, Jambi. Ambil sendiri kikil, lidah, kuping, jerohan kambing, lalu diramu jadi sop. Kembali masuk hotel perut kemlakaren.., kekenyangan…. Wuih.

IMG_2760_rIMG_2763_r

Jambi, 18 Juni 2009
Yusuf Iskandar