Posts Tagged ‘nagasasra’

Sekali Menginjak Gas, Delapan Negara Bagian Terlampaui

4 Februari 2008

(11).   Ketemu Penggemar Nagasasra Di Golden

Sore hari setelah sejenak melepas lelah sehabis berski, tiba-tiba saya ingat rencana saya untuk menilpun seorang teman di Golden, sebuah kota kecil di sisi barat Denver. Ya, disana ada Mas Bob Adibrata dan Mas Ricky Wibowo (keduanya alumni Geologi) yang sedang menyelesaikan program S3 di Colorado School of Mines. Tanpa pikir panjang, langsung saya hubungi Mas Bob dan lalu janjian bahwa malam itu saya bersama keluarga akan berkunjung ke rumahnya di kompleks perumahan kampus.

Jarak dari Breckenridge menuju Golden 65 mil (sekitar 104 km) saya tempuh sekitar satu setengah jam. Tidak terlalu jauh untuk sebuah perjalanan silaturrahmi di malam hari. Akhirnya, saya pun ketemu dengan Mas Bob yang penggemar berat serial “Naga Sasra dan Sabuk Inten” karya SH Mintardja ini. Rupanya bukan hanya Mas Bob, juga istrinya, Mbak Dinuk (alumnus Geologi juga) ketularan suka uring-uringan kalau mas Bob-nya terlambat nge-print serial monumental-nya SH Mintardja itu. Bagi saya malam itu adalah untuk kedua kalinya mengunjungi “keluarga Naga Sasra” di Golden, kunjungan pertama saya adalah pada bulan Agustus tahun lalu.

Malam itu juga kami sempat ketemu Mas Ricky Wibowo yang tinggal di kompleks perumahan kampus yang sama. Agak larut malam kami baru kembali ke Breckenridge, setelah membuat rencana untuk rekreasi bersama esok harinya.

***

Jum’at, 28 April 2000, menjelang jam 11:00 siang kami baru berangkat lagi menuju Golden. Bangun tidur pagi itu badan terasa sakit semua, masih mlanjer (Embuh… apa bahasa Indonesianya yang pas, kira-kira berarti terasa kaku dan pegal, akibat kemarin energi terkuras untuk belajar bermain ski). Jam 12:00 siang lebih sedikit kami tiba di Golden. Saya sempat sholat Jum’at di sebuah masjid kecil (yang sebenarnya dari luar tidak tampak sebagai bangunan masjid), saat waktu Dhuhur sudah tiba.

Keluarga Mas Bob siang itu menjadi guide bagi kami. Ada tiga obyek kunjungan di sekitar kota Golden yang menjadi tujuan kami siang itu. Pertama, menuju Buffalo Bill Memorial Museum and Grave. Bukan kuburan dan museum yang menarik untuk mendatangi tempat ini (meskipun di baliknya ada kisah perjuangan yang menarik dari William F. Cody, sang Buffalo Bill), melainkan karena tempat ini berada di puncak taman Lookout Mountain. Dari taman di puncak bukit ini bisa melihat jelas kota Golden yang membentang tepat di bawahnya, juga di kejauhan tampak kota metropolitan Denver.

Kedua, menuju ke Dinosaur Ridge. Di dinding bukit di tepian jalan dijumpai temuan geologi yang dikenal sebagai bekas jejak dan tulang dinosaurus, berbagai fosil tanaman dan binatang, formasi-formasi batuan dari jaman Jurassic dan Cretasius. Tentu telah melalui proses yang sangat panjang hingga akhirnya ditemukan di dinding batuan di tempat yang berelevasi lebih 1.757 m di atas permukaan laut. Mas Bob sangat fasih untuk menjelaskan peristiwa alam ini (nanti ketika saya tiba di dekat kota Jensen, Utah, saya menjumpai tulang-tulang dinosaurus dari hasil temuan paleontologi).

Ketiga, menuju ke Red Rocks Park. Ini adalah tempat dijumpainya formasi batupasir yang membentuk bukit-bukit, yang terjadi lebih satu juta tahun yang lalu. Warnanya yang kemerah-merahan berasal dari variasi kandungan besi oksida. Di salah satu bentuk dari gunungan batupasir itu kini telah dibangun menjadi sebuah amphitheater alam, yaitu sebuah panggung pertunjukan yang dikelilingi dinding batuan ala Yunani kuno, yang mampu menampung 10.000 penonton. Tempat ini sering digunakan untuk pementasan konser-konser musik.

Baik Red Rock Park maupun Dinosaur Ridge sebenarnya berlokasi di daerah Morrison, di luar Golden. Morrison adalah sebuah kota kecil yang hanya berpenghuni 500 orang. Tipikal kota-kota kecil di Amerika yang umumnya tidak padat penduduk dan itupun saling menyebar di lokasi perumahan yang saling terpisah.

***

Siang hingga sore itu keluarga Mas Bob telah menjalankan dengan sangat baik tugasnya sebagai guide bagi kami sekeluarga. Tentu kami sangat berterima kasih, dan beruntung bisa ketemu “keluarga Naga Sasra” di Golden, yang kemudian mengantarkan kami melihat berbagai tempat menarik di Golden dan sekitarnya.

Kota Golden sendiri sebenarnya hanya sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 13.000 jiwa dan terletak sekitar 1.735 m di atas permukaan laut. Menjadi terkenal karena di sana ada sekolah tambang bergengsi Colorado School of Mines. Kota ini dulu memang merupakan kota tambang. Di pertengahan abad 19, sempat menjadi ibukota wilayah teritorial Colorado, dan bersaing dengan kota Denver untuk menjadi kota terpenting di wilayah itu.- (Bersambung)

Yusuf Iskandar