Posts Tagged ‘mushola’

Mushola Yang Didambakan

8 Maret 2011

Tulisan ini adalah kutipan dari cerita status (cersta) saya di Facebook. Semoga menjadi inspirasi…

***

(1)

Suatu ketika warga dusun Srunen, Glagaharjo berbunga-bunga. Ada kunjungan pejabat dari Pemkab “antah-berantah” menyerahkan bantuan sekian ratus juta untuk membangun mushola. Tulisan angka besar-besar pun di serahkan dan difoto sebagai simbol serah-terima.

Sudah lama ternyata bantuan itu tidak juga menampakkan batang hidungnya (bantuan memang tidak punya hidung). Entah mampir leyeh-leyeh dimana.. Warga pun tersenyum…

(2)

Apalagi batang hidungnya, kabarnya pun tak ada. Wooo, dasarrr…! (Maksudnya dasar negara ‘daripada’ Indonesia adalah Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan mushola juga bagian dari urusan ketuhanan itu).

Dasar juga wong cilik, boro-boro melacak bantuan yang angkanya ada di foto. Buang-buang waktu saja, mendingan melakukan hal-hal yang lebih nyata dan membumi, seperti menanam pohon, mengolah lahan, membereskan material sisa bekas rumahnya, dsb…

(3)

Lain lagi dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, musholanya hilang tak berbekas digondol wedhus gembel. Rencana awalnya mau dibangun mushola pengganti ala kadarnya, yang penting bisa untuk sholat.

Tapi belakangan terpikir, nantinya kawasan Glagaharjo akan dikembangkan menjadi kawasan wisata. Kalau musholanya ala kadarnya, nanti orang-orang yang mau sholat juga ala kadarnya dan sholatnya pun ala kadarnya (masih lumayan kalau sempat…).

(4)

Dirancanglah mushola yang lebih layak untuk jangka waktu lebih panjang. Luasnya 8 x 8 m2, biayanya +/- 80 juta. Haduh..! (Panitia mengelus jidat). Darimana biayanya? “Faktor” pemerintah dikesampingkan dulu. Akhirnya diputuskan mushola Mandiri seperti warung-warung Mandiri yang sudah ada (Mandiri: mencari donatur sendiri).

Maka kusarankan (bisanya ya cuma menyarankan): Mulailah dengan Bismillah…. Selebihnya biar Tuhan yang “mencari dana”…

(5)

Proposal pendirian mushola di Kalitengah Lor, Glagaharjo sedang disiapkan. Idenya dengan konsep mushola tumbuh untuk menyiasati keterbatasan dana. Minimal cepat berdiri untuk digunakan.

Sekedar gambaran bahwa lokasi ini menarik untuk tujuan wisata. Tapi masih tampak panas, gersang dan tandus tanpa pepohonan, warga mulai mendirikan kembali rumah seadanya, sulit air, tanpa MCK… Maka mushola diharapkan menjadi “pusat kota” bagi Glagaharjo…

Yogyakarta, 5 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

“Sopirnya Ngebut”

27 Agustus 2010

Ada 3 masjid/mushola dalam radius jarak 50 m dari rumah kami tinggal. Tapi anak lanang lebih suka tarawih di masjid lain yang jaraknya dari rumah 100 m lebih sedikit. Katanya: “Sopirnya ngebut…” (mungkin maksudnya agar cepat sampai kembali ke rumah…).

Yogyakarta, 23 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Kehilangan Orientasi

16 Juni 2010

Sudah puluhan kali kudatangi, puluhan kali pula kusholati. Di mushola bandara Adisutjipto pagi ini aku benar-benar kehilangan orientasi. Mushola sudah dibersihkan, sajadah sudah digulung, tidak ada petunjuk kiblat, tidak bawa kompas, mau sholat safar wal-dhuha bingung menghadapnya kemana. Akhirnya tanya orang: “Arah barat mana ya?” (Ini Jogja lho mas, tempat KTP-ku diterbitkan… Uuugh…!)

Yogyakarta, 15 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Rapat Kampung

11 Juni 2010

Lha rak tenan… (sudah kuduga)!. Sebenarnya habis Isya tadi saya rada malas mau hadir di rapat panitia rehab mushola di kampungku, karena sudah kebayang akan bertele-tele. ‘Jogja bangeth as usual’. Topik yang mestinya sejam selesai, nyaris jadi tiga jam. Kalau saja sebelumnya masing-masing panitia lebih well prepared…. Untung ada konsumsinya. Uugh…! Perjalanan ibadahku malam ini minal-baiti ilal-musholla (dari rumah ke mushola) jadi berkurang ikhlasnya…

Yogyakarta, 7 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Rokokku Hilang Di Mushola

14 Oktober 2009

Rokokku dan korek apinya hilang di mushola sebuah kantor di Jakarta, padahal di situ tidak ada yang jual rokok. Sekalian saja kotak amalnya tak tambahin. Serik aku…

(Sementara sholat dzuhur, rokok saya taruh dulu di sudut mushola. Usai sholat lupa saya ambil dan ketika saya kembali ke mushola sudah menghilang. Cilakanya di kompleks perkantoran itu tidak ada yang jalan rokok)

Jakarta, 13 Oktober 2009
Yusuf iskandar