Posts Tagged ‘metrorail’

Keliling Setengah Amerika

7 Februari 2008

(11).    “Selamat Ulang Tahun, Amerika”

Sebenarnya agak ogah-ogahan juga untuk jalan-jalan keluar saat hari menjelang malam. Akan tetapi mengingat hari ini Selasa tanggal 4 Juli 2000 adalah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Amerika yang ke-224, maka kami pun segera siap-siap untuk turut menikmati suasana perayaan kemerdekaan Amerika. Malam itu dijadwalkan akan ada pesta kembang api yang digelar di berbagai tempat.

Pesta kembang api, seperti sudah menjadi tradisi di Amerika selalu menjadi bagian dari setiap acara-acara perayaan. Maka di Hari Kemerdekaan Amerika ke-224 inipun setiap kota menggelar pesta kembang api. Dalam perjalanan hari sebelumnya saya banyak menjumpai pedagang kembang api yang membuka kios-kios tiban di pinggir-pinggir jalan. Seperti yang saya jumpai saat melewati beberapa kota di negara bagian North Carolina dan Kentucky. Ini mengingatkan saya pada penjual mercon (petasan) yang biasanya menjamur di pinggiran jalan saat menjelang Lebaran di kota-kota di Indonesia.

Nampaknya setiap pemerintahan negara bagian mempunyai aturan sendiri-sendiri. Ada negara bagian yang memperbolehkan penjualan kembang api secara umum ada juga yang melarangnya. Kelak kalau otonomi daerah di Indonesia sudah melangkah lebih maju, bisa jadi hal yang kurang lebih sama juga akan terjadi. Setiap propinsi akan membuat aturan yang berbeda untuk setiap urusan yang ada di wilayahnya. Sepanjang untuk maksud kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di masing-masing propinsi, rasanya akan menjadi hal yang baik.

***

Rencana semula, malam ini kami akan menyaksikan pesta kembang api di Monumen Washington, karena di sana akan digelar pesta kembang api besar-besaran dalam rangka malam perayaan Hari Kemerdekaan di awal millenium baru dan sekaligus menandai akan segera selesainya renovasi Monumen Washington. Anak-anak pun sudah sangat antusias untuk pergi kesana naik kereta bawah tanah. Sudah pasti, kegembiraan anak-anak sebenarnya bukan lantaran melihat kembang apinya, melainkan karena tahu akan naik kereta bawah tanah.

Dapat dimaklumi bagaimana rasa ingin tahu mereka mendengar kata kereta bawah tanah. Wong kereta kok jalannya di bawah tanah. Kalau hanya pesta kembang api mereka sudah sering melihatnya di New Orleans, bahkan seringkali dapat disaksikan cukup dengan melongok dari jendela apartemen saja. Kebetulan tidak jauh dari apartemen kami ada lapangan baseball dimana di sana sering digelar pesta kembang api.

Rupanya saya dan Mas Supeno kemudian berubah pikiran. Ke Washington DC bawa kendaraan sendiri pada saat malam pesta Hari Kemerdekaan menurut pengalaman Mas Supeno akan beresiko kesulitan mencari tempat parkir yang dekat dan menghadapi kemacetan yang luar biasa pada saat pulangnya. Masyarakat kota Washington DC malam ini tentu akan tumplek blek (tumpah ruah) di lapangan Monumen Washington bergabung dengan masyarakat Virginia dan Maryland yang tinggal di kawasan daerah penyangga.

Naik kereta bawah tanah juga sama, akan bertemu dengan padatnya arus penumpang dari luar kota, apalagi membawa anak-anak. Kalau mau mesti berangkat lebih awal dan pulang sebelum selesai. Setelah ditimbang-timbang, akhirnya kami sepakat untuk menyaksikan pesta kembang api perayaan Hari Kemerdekaan Amerika di kota Wheaton saja. Jaraknya tidak terlalu jauh, cukup dengan berjalan kaki dari rumah Mas Supeno.

Sekitar jam 9 malam lebih sedikit, tanpa halo-halo, tanpa sambutan, tanpa formalitas macam-macam, langsung “byaaaaarrrrrr….“, kembang api pertama mengangkasa dari atap sebuah gedung parkir di kompleks pertokoan pusat kota Wheaton. Rupanya memang tempat itu dipilih karena strategis dan berlokasi agak tinggi. Sehingga masyarakat yang berada di lokasi agak jauh pun dapat turut menyaksikan pesta kembang api.

Kami sengaja mencari tempat paling dekat sambil duduk-duduk di jalur hijau yang benar-benar hijau karena ditumbuhi rumput. Di samping kiri-kanan maupun di belakang kami sudah penuh masyarakat Wheaton yang sama-sama sejak tadi menunggu saat pesta kembang api dimulai.

Sorakan gembira mengiringi kembang api pertama yang memancarkan cahaya berwarna-warni di angkasa. Hampir 30 menit, pesta kembang api berlangsung. Bunyi “dar-der-dor” dan gebyar cahaya warna-warni di langit kota Wheaton yang malam itu cukup cerah berakhir diiringi tepuk tangan dan sorak-sorai masyarakat kota Wheaton, yang seakan menyeru : “Selamat Ulang Tahun, Amerika”.

Kami pun segera beranjak pulang, berbaur di tengah masyarakat Wheaton. Anak-anak juga gembira dan saling menceriterakan pengalaman yang baru saja disaksikannya. Namun rupanya masih ada yang mengganjal di hati mereka. “Naik kereta bawah tanahnya kapan?”. Wah, lha karena rencananya berubah ya tidak jadi naik kereta bawah tanah. Dasar anak-anak, ya tidak mau tahu. Ya karena memang sebenarnya bukan kembang apinya yang lebih menarik khususnya bagi kedua anak saya, melainkan naik kereta bawah tanah.

Saya lalu berunding dengan Mas Supeno, bagaimana agar sebelum pulang dapat membawa anak-anak naik kereta bawah tanah dulu. Naik dari mana, mau kemana, turun di mana tidak jadi soal. Pokoknya beli karcis dan lalu naik kereta bawah tanah. Kami lalu berjalan kaki membelok menuju ke stasiun kereta bawah tanah kota Wheaton.

Kereta bawah tanah yang melayani berbagai rute di wilayah kota Washington DC dan sekitarnya ini disebut dengan metrorail, seringkali hanya disebut metro saja. Selain jasa layanan kereta juga ada layanan transportasi umum dengan bis yang disebut dengan metrobus. (Bersambung)

Yusuf Iskandar