Posts Tagged ‘megap-megap’

Permen Davos

2 Juli 2010

img_0146_davos1Lama menghilang dari tokoku, kini muncul lagi, permen DAVOS… Aha! Ini permen nostalgia, jadul, pedas, ndeso, murah, yang sejak jaman kumpeni sampai sekarang bentuk, ukuran, warna dan rasanya, tetap saja begitu. Termasuk teknik promosinya, yaitu tidak pernah dipromosikan (bukankah “tidak pernah” itu juga sebuah teknik?). Harga Rp 900,- isi 10 biji, dijamin megap-megap kepedasan, bebas ngantuk, pengganti rokok (bagi yang memang tidak merokok tentu saja…)

(Silakan lihat file lama : Davos, Permen Jadul Yang Tetap Gaul)

Yogyakarta, 25 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Tukang Rujak

29 Januari 2010

Jumat siang mendung gerimis, gerobak tukang rujak itu masih full buah-buahan. Sebenarnya saya membeli rujak bukan karena ngidam, tapi sekedar ingin meringankan beban dorongan tukang rujak itu. “Bagaimana kalau sampai sore tidak habis, pak?”, tanyaku. “Bisa dijual lagi besok”, jawabnya. “Kenapa tidak dimakan sendiri saja?”, tanyaku iseng. “Wah……”, jawabnya (terjemahannya : Repot kalau besok pagi-pagi harus berebut ke jumbleng…)

——-

Waduh…., salah order! Rugi aku! Masak pesan rujak saja mesti tertulis pakai PO. Aku bilang ‘nggak pedas’, sampai telinga tukang rujaknya diterjemahkan ‘agak pedas’…. Daripada megap-megap, biarlah dihabiskan orang lain. Saya yang bayar, orang lain yang menikmati. Rugi aku….! Yo wis, tak ikhlaskan saja.

(Note : jumbleng = sumur pembuangan, WC jongkok di luar rumah; PO = Purchasing Order)

Yogyakarta, 29 Januari 2010
Yusuf Iskandar