Posts Tagged ‘medan’

Kopi Shang Hai

7 April 2010

Jogja hujan sejak fajar hingga menjelang siang, sejak subuh hingga penghujung dhuha. Air tertumpah dari langit mengiringi sepenggal doa dhuha, semoga rejeki yang masih di langit sedang dihamburkan ke muka bumi (fis-sama’i fa-anzilhu). Dan, kusambut rejeki itu dengan secangkir kopi Shang Hai (haaaa… varian baru dari Cianjur, selain stok yang masih ada di almari, kopi dari Papua, Bandung, Jambi, Medan dan Aceh. Entah kapan habisnya!)

Yogyakarta, 7 April 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Kembali Ke Jogja

14 November 2009

Rupanya Batavia Air punya pesawat baru berbadan lebar alias gemuk, Airbus A330, untuk jurusan Medan – Jakarta, seperti yang saya tump angi tadi siang. Good, good, kemajuan untuk Batavia Air…

Tapi rupanya tiket sambungannya ke Jogja sudah disiapkan untuk jam terakhir. Untung sudah ‘berpengalaman’ klontang-klantung di bandara…

(Cuaca pagi agak mendung ketika pesawat Batavia Air meninggalkan bandara Polonia, Medan. Setiba di Jakarta siang hari, saya sempatkan meluncur dulu ke kota Jakarta berjumpa dengan seorang teman di Pacific Place sambil makan siang. Kemudian kembali ke bandara Cengkareng, menunggu jadwal Lion Air jam 19:00 yang akan menuju Jogja sambil terkantuk-kantuk di mushola, menghabiskan waktu siang, sesekali ngecek email…… Sialnya, pesawat Lion Air pun terlambat menuju Jogja…..

Alhamdulillah, akhirnya perjalanan panjang tapi singkat, empat hari Jogja-Medan, telah selesai saya jalani…..)

Jakarta – Yogyakarta, 11 Nopember 2009
Yusuf Iskandar

Dari Tapanuli Selatan Menuju Medan

14 November 2009

Meninggalkan kota kecamatan Batangtoru, Tapanulis Selatan, menuju ke arah Sibolga

Kota Sibolga dilihat dari jalan kelok-kelok yang menuju kota Tarutung.

Tarutung, kota wisata rohani, Bona Pasogit

(Terkenal juga sebagai kota dingin dengan makanan khasnya kacang garing Sihobuk)

Siborong Borong, kota kecil (yang berlokasi) sekitar 25 km timur Tarutung

Pajak (pasar) di Balige, kab Toba Samosir (Tobasa)

Tengah hari mendung di kecamatan Porsea

Parapat, tepian danau Toba, sambil nyruput kopi Sidikalang…

Pematang Siantar, kota adipura

Kota Tebing Tinggi yang tidak memiliki tebing, apalagi yang tinggi

Akhirnya menyentuh garis finish di hotel Danau Toba Medan, setelah menempuh perjalanan 12 jam, lebih 400 km dari Tapanuli Selatan ke Medan…

(Malam ini makan di resto ikan goreng Cianjur di Jl. Kapten Daud, yang berada tidak jauh dari hotel Danau Toba.

Perjalanan darat ini melewati kota-kota yang selama ini hanya saya kenal namanya tapi kini benar-benar saya kunjungi, antara lain : Sibolga, Siborong Borong, Tarutung, Balige, Porsea, Girsang, Parapat, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Muara Kaman, Tanjung Morawa, akhirnya Medan…..)

Antara Tapanuli Selatan – Medan, 10 Nopember 2009
Yusuf Iskandar

Jus Martabe

12 November 2009

Menyeruput jus Martabe sambil makan malam di resto Garuda, Medan… Martabe yang ini bukan ‘marsipature hutana be’, melainkan ‘markisa terong belanda’…

(Resto Garuda menyediakan menu masakan perpaduan citarasa padang dan melayu, berlokasi di Jl. H. Adam Malik, Medan. Rasa masakannya lumayan enak….)

(Martabe sebenarnya singkatan dari marsipature hutana be, yaitu Gerakan Pembangunan Desa Terpadu yang pertama kali dipopulerkan oleh Raja Inal Siregar, waktu menjadi Gubernur Sumatera Utara. Sedang penggagas istilah itu sebenarnya adalah Basyral Hamidy Harahap, seorang tokoh dari Tapanuli).

Medan, 8 Nopember 2009
Yusuf Iskandar