Posts Tagged ‘masjid’

Subuh Di Haur Mekar

20 Desember 2010

Pagi tadi aku berkesempatan untuk sholat subuh di masjid yang terakhir aku sholat subuh di sana lebih 20 tahun yll. Masjid itu, “Al-Muntasyir”, berada di tengah pemukiman padat Haur Mekar Bandung, tepat di belakang tempat kostku. Ada rasa haru mengingatnya.

Masjid itu sudah sangat berubah dibanding dulu. Sekarang jauh lebih bagus kondisinya. Tapi ada yang tidak berubah…, jamaah subuhnya tetap kurang dari satu shaf (baris)…

Bandung, 21 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

“Sopirnya Ngebut”

27 Agustus 2010

Ada 3 masjid/mushola dalam radius jarak 50 m dari rumah kami tinggal. Tapi anak lanang lebih suka tarawih di masjid lain yang jaraknya dari rumah 100 m lebih sedikit. Katanya: “Sopirnya ngebut…” (mungkin maksudnya agar cepat sampai kembali ke rumah…).

Yogyakarta, 23 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Pulang Tarawih Kemalaman

14 Agustus 2010

Habis berbuka, anak lanang pamit pergi sholat tarawih, tapi hampir jam sepuluh malam baru pulang. Kutanya: “Lho kamu tarawih 40 rakaat, di masjid mana?”.

“Tarawih kok 40 rakaat…”, jawabnya.

“Oo…, kirain tadi keliling Jogja jalan kaki mencari masjid yang tarawihnya 40 rakaat. Kok baru pulang sekarang, wong yang lain jam 8 sudah pada selesai…”.

Yogyakarta, 12 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Doa Untuk Istri

5 Agustus 2010

Saat berangkat ke masjid untuk jama’ah Isya, kupamiti istriku yang spontan berpesan: “Jangan lupa mendoakan istrinya…”. Pulang dari masjid kubilang pada istriku: “Sudah kudoakan”.

“Minta banyak rejeki?”, tanyanya.
“Jelas…”, jawabku, lalu cepat-cepat kulanjutkan: “Kudoakan…: Ya Allah, berilah istriku rejeki yang buanyak, agar lebih buanyak pula yang bisa dibagikan kepada suaminya…”.
Lha kok enak…!”, katanya kemudian.

Yogyakarta, 27 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Dialog Maghrib

6 Mei 2010

Saat maghrib, ‘boss’ saya asyik ngelap mobilnya yang basah kuyup kena hujan. Sambil berjalan meninggalkan rumah, kusapa dia: “Ibu ini rajin sekali..”, kataku sambil lalu.

Eh, dia dengar rupanya. “Ah, bapak aja yang tidak pernah lihat. Tiap pagi juga saya lap”, jawabnya.
“Wah, ngerti ngono… (tahu gitu)”, kataku kemudian.
“Kenapa?”, tanyanya.
“Mestinya tadi sekalian saya belikan overall dan sepatu karet…”, jawabku sambil cepat-cepat berangkat ke masjid.

Yogyakarta, 3 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ketika Tiba-tiba Sensi

2 April 2010

Mendadak pagi ini saya agak sensi. Dialog biasa saja dengan anak lanang tiba-tiba berubah bernada tinggi.

Anak lanang pamit ke rumah temannya, lalu kuingatkan: “Ini Jumat, Le. Jangan keasyikan lalu lupa jumatan”.
Jawab anakku: “Dekat rumah temanku ‘kan ada masjid”.
Entah kenapa jawaban itu membuat darahku naik ke ubun-ubun (untung nggak stroke). “Di depan Kraton itu ada masjid, tapi berapa banyak pengunjung Kraton yang bahkan tidak tahu masjid itu menghadap kemana..!”

Yogyakarta, 2 April 2010
Yusuf Iskandar

Telanjur Sayang

2 Maret 2010

Panggilan adzan subuh di masjid-masjid lain sudah berhenti, tapi masjid langganan saya kok masih gelap bin gulita, tiada tanda kehidupan. Kalau libur Cap Go Meh, mestinya ada pengumuman. Ketika lampu dinyalakan, woo… rupanya sebagian santri masih pada tekapar. Butuh waktu 25 menit kurang sedikit untuk membuktikan bahwa “sholat itu memang lebih baik daripada tidur…”. Sempat terpikir untuk pindah ke lain masjid, tapi aku telanjur sayang dengan masjid ini…

Yogyakarta, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Gerhana Matahari – 15 Januari 2010

15 Januari 2010

Barusan kirim SMS mengingatkan putriku yang lagi shopping di pasar (ya masak di gedung DPR): “Nanti siang ada gerhana matahari, sempatkan cari masjid dan perbanyak doa. In addition, it’s really good topic for writing practice“… (Kalau ada orang lain turut teringatkan, ya alhamdulillah…)

Yogyakarta, 15 Januari 2010
Yusuf Iskandar

Sendalku Kembali Utuh

14 Januari 2010

Sendalku yang kemarin raib dipakai orang di masjid, malam ini rupanya kembali ke tempat semula dalam keadaan utuh. Heran…! Padahal tidak saya ‘bacain’ apa-apa, kecuali (dibacain) berita koran tentang Bank Century. Mudah-mudahan uang rakyat yang dirampok via Bank Century juga akan kembali ke tempat semula dalam keadaan utuh seperti sendalku….

(Seorang teman bertanya : apa doanya? Jawabku : ya dibacain koran itu tadi, plus Qur’an tentu lebih baik…..)

Yogyakarta, 13 Januari 2010
Yusuf Iskandar

Tiga Kali Pulang Dari Masjid Nyeker

13 Januari 2010

3x berjamaah di masjid, 3x sendal dipakai orang, 3x pulang nyeker seperti ayam (untung tidak nginjak tahinya), 3x ikhlas, tapi dongkolnya itu… sampai 30x, sebanyak anggota Pansus Bank Century. Mau ‘pindah ke lain masjid’ kok jauh…

(Di sebelah rumah saya ada pondok pesantren. Tipikalnya, semua ‘properti’ seolah menjadi milk bersama. Makanya sebenarnya sandal saya bukannya hilang, melainkan dipakai orang lain tanpa bilang… Tapi njuk pulangnya nyeker itu lho, habis hujan lagi….)

Yogyakarta, 12 Januari 2010
Yusuf Iskandar

Masih Ada Calo Yang Akan Lewat

21 Desember 2009

Setelah (tadi pagi subuh) nge-cek masjid (tikarnya masih ada), lalu nge-cek buku Qur’an (tulisan Arabnya juga masih terbaca), lalu cek email & FB, terus cek fisik (seperti mau jual mobil seken) naik sepeda keliling kecamatan. Sampai rumah, tetap saja ngopi wal-ngudut. “Wooo, piye iki?”, celetuk ibunya Noval…. Tinggal nanti siang cek tiket pesawat Jogja – Mataram (sepertnya ke puncak Rinjani akan menjadi pendakian terindah), berharap masih ada calo yang akan lewat…

Yogyakarta, 21 Desember 2009
Yusuf Iskandar