Posts Tagged ‘mas gandhul’

Sop Sapi Mas Gandhul Jogja

8 April 2009

img_2105_r

Bagi penggemar masakan sop sapi, barangkali tidak terlalu sulit menemukan warung penjual sop kaki di banyak pinggiran jalan. Salah satu pilihan yang mudah dicapai kalau kebetulan sedang berada di Jogja adalah sop kaki Mas Gandhul. Lokasinya berada di pinggir Jalan Solo km 8,5 yang merupakan jalan utama akses Jogja – Solo. Kira-kira 100 meter barat pertigaan Ring Road timur, seberang hotel Sheraton agak ke kanan sedikit.

Dalam perjalanan pulang dari mengantar istri saya belanja keperluan toko, kami sengaja mampir ke warung ini karena ingin mencicipi menu sop sapi yang ditawarkan. Siang menjelang sore itu, rumah makan Mas Gandhul sedang sepi. Kata seorang mbak pegawainya, biasanya ramai kalau jam makan siang dan terkadang juga saat sarapan pagi. Rumah makan ini memang buka mulai jam 7 pagi sampai jam 7 malam, terkadang juga molor lebih malam.

img_2108_rPilihan menunya beragam. Menu unggulannya adalah sop sapi dan soto ayam kampung. Ada pilihan sop daging, sop babat, sop kikil atau sop komplitan yang berisi campuran daging, babat dan kikil sekaligus. Juga tersedia pilihan soto dan pecel lele. Menyesuaikan judul menu yang diunggulkan, akhirnya saya memesan sop komplit. Dengan harapkan sekali sendok, dua-tiga sop ternikmati. Alias pesan sekali tapi bisa mencicipi rasa daging, babat dan kikil sapinya sekaligus. Bukan mau ngirit, tapi sekedar menyesuaikan kemampuan tembolok.

Puji Tuhan walhamdulillah, saya masih dikaruniai kemampuan menjadi pemakan segala, sehingga tidak ada kekhawatiran akan bayang-bayang hantu kolesterol dan hantu-hantu makanan sejenisnya. Bahkan nambah sop babatnya pun, siapa takut?.  Meski cuaca Jogja sedang panas, menyeruput kuah sop sapi Mas Gandhul terasa segar dan nikmat. Kuah sopnya terasa pas di lidah, mengalir lembut melalui tenggorokan menuju tembolok meninggalkan kelezatannya. Campuran irisan tipis daging, babat dan kikil sapi (namanya juga sop komplit), dengan irisan kentang, tomat, seledri, serta taburan bawang goreng dan remukan emping, menimbulkan aroma sop yang cukup merangsang. Jangan lupa tambahkan kecrotan jeruk nipis dan kecap manis secukupnya (kalau suka), khas selera wong Jogja yang suka dimanis-maniskan.

Rumah makan Mas Gandhul ini terbilang baru dalam upayanya turut meramaikan blantika perkulineran Jogja. Terbukti mampu bertahan setahun ini dan kata pegawainya setiap hari hampir selalu ludes, meski masih dalam tingkat omset yang terbatas. Artinya, setiap hari selalu tersaji bahan baru, bukan sisa kemarin. Lokasinya pun cukup strategis, mudah dijangkau, berada di pinggir jalan yang cukup ramai di Jogja. Tapi tampilannya yang sangat sederhana untuk ukuran rumah makan di pinggir jalan besar, menyebabkan agak kurang menyolok sehingga berpotensi terlewati ketika berada di depannya. Sementara label “Mas Gandhul” sebenarnya cukup menjual.

img_2106_rPemiliknya boleh berbangga dengan nilai lebih dari lokasinya. Setidak-tidaknya, para pegawai hotel Sheraton dan perkantoran di seputarannya adalah pelanggan setia sop sapi dan soto ayam Mas Gandhul yang masing-masing dibanderol Rp 10.000,- dan Rp 5.000,- per porsi lengkap dengan nasinya. Cukup untuk membuat perut merasa tenteram sambil terkadang keringatan (di kepala tentu saja, bukan di perut).   

Menilik cita rasa sop kaki yang ditawarkan oleh Mas Gandhul ini kiranya bisa menjadi pilihan untuk sarapan pagi atau makan siang saat berada di seputaran Jogja timur dengan harga yang terjangkau. Konon trade mark Mas Gandhul adalah panggilan kecil sang empunya warung yang walaupun masih menjadi pegawai di Jakarta tetapi berani berwirausaha di bidang yang persaingannya cukup ketat di Jogja.

Yogyakarta, 7 April 2009
Yusuf Iskandar

NB :
Apresiasi untuk teman saya Agung “Mas Gandhul” Nurcahyo, yang meski masih mburuh di Jakarta tetapi keberanian, kreatifitas dan semangatnya untuk berwirausaha di Jogja terus menyala-nyala dan layak ditiru.-

Iklan