Posts Tagged ‘mabuk’

Orang Papua Mabuk

25 Maret 2010

Seorang Papua terkapar di pinggir jalan. Rupanya dia mabuk berat sejak semalam. Akhirnya dia tersadar dari mabuknya ketika hari sudah agak siang dan dikerumuni orang-orang yang lewat di dekatnya.

Kepalang malu dilihat orang, dia pun berteriak serak-serak lantang: “Apa ko lihat-lihat…! Ko pikir mabuk itu gampang kah? Sa mabuk sampe terkapar badan kotor-kotor semua….”. Orang-orang pun lantas bubar jalan sambil tersenyum.

Yogyakarta, 24 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Menabrak Orang Mabuk

14 Oktober 2009

Baru dua minggu anakku punya motor baru, sudah berhasil menabrak orang mabuk (yang lagi sempoyongan) menyeberang jalan tadi malam. Lampu pecah, motor rusak ringan, kening lecet… Cuma anakku heran, kok ortunya tidak marah.

Maka agar tidak terlalu mengecewakannya, habis jama’ah maghrib malam ini terpaksa diadakan kultum tentang ‘safety nunggang honda’ (cap apapun motornya, sebut saja honda).

Yogyakarta, 14 Oktober 2009
Yusuf Iskandar

Terminum Air Keras

25 Juli 2008

Seperti tersambar geledek rasanya ketika di Jogja tiba-tiba saya menerima kabar dari seberang sana yang mengabarkan bahwa salah seorang tenaga lokal yang membantu survey nun jauh di Papua, terminum cairan asam klorida alias air keras. “Wuah…, modar…!”.

Kabar pertama menyebutkan bahwa salah seorang tenaga lokal yang asli Papua itu mengeluh sakit dan pamit pulang meninggalkan camp yang berada di atas bukit di tepian hutan. Belakangan dilaporkan bahwa kemarin tanpa sengaja dia meminum air di dalam botol akua yang ternyata berisi cairan asam klorida (HCl).

Apa benar sampai tertelan? Bagaimana kejadiannya? Bagaimana keadaannya sekarang? Pertanyaan itu silih berganti berkecamuk di pikiran saya, sebelum kabar yang lebih jelas menyusul kemudian.

Asumsi yang saya pikirkan kemudian, di tengah ketidakjelasan kabar awal itu adalah kemungkinan yang terburuk yang bisa terjadi, yaitu bahwa tenaga lokal itu benar-benar telah tertelan cairan asam klorida. Segera saya minta koordinator lapangan untuk turun dari camp, meninggalkan pekerjaannya, menyusul orang itu dan secepatnya membawanya ke rumah sakit. Agak sedikit melegakan ketika saya menerima pemberitahuan bahwa tindakan pertolongan pertama sudah dilakukan, yaitu dengan menyuruhnya minum air putih sebanyak-banyaknya, juga minum susu. Tapi tentu saja tidak cukup sebagai penolong, kecuali daripada tidak melakukan apa-apa.

Herannya, orang itu tidak mau dibawa ke rumah sakit. “Tidak apa-apa”, katanya. Dia memilih untuk beristirahat di rumah saja. Saya jadi berpikir lagi. Kalau terminumnya kemarin, lalu esoknya masih sanggup berjalan turun gunung, berarti kondisinya tidak parah. Jangan-jangan (dan mudah-mudahan) memang belum sempat terminum, melainkan baru sampai di mulut lalu dimuntahkannya. Tidak sampai masuk ke tembolok, apalagi usus duabelas jari.

***

Larutan HCl yang kenampakannya jernih, tidak berwarna dan berbau tajam pada kepekatan tinggi ini memang menjadi salah satu pirantinya seorang geolog ketika mendeskripsi batuan, antara lain untuk mengidentifikasi adanya kandungan batuan karbonat. Ketika ditetesi dengan larutan HCl, batuan karbonat segera akan bereaksi seperti air mendidih, menimbulkan gelembung udara dan gas klorida.

Untuk kepraktisan di lapangan, biasanya larutan asam ini disimpan dalam botol plastik kecil seperti botol cuka yang runcing ujungnya, sehingga menggunakannya tinggal meneteskan dengan cara memencet botolnya. Cairan HCl yang sebenarnya sudah agak diencerkan yang dibawa oleh tim survey ini tersimpan di dalam botol bekas air mineral cap Aqua, rupanya kemudian diambil dan diminum oleh seorang tenaga lokal yang sedang kehausan. Ini pelajaran sangat penting tentang keselamatan kerja (safety) untuk tidak boleh terjadi lagi.

Ketika dua hari kemudian saya menyusul ke Papua, segera saya lakukan safety talk dan investigasi singkat. Kesimpulannya, telah terjadi tindakan tidak aman (unsafe act) yang disengaja. Bukan oleh si penyimpan cairan asam, melainkan oleh teman-temannya si peminum cairan asam.

Apa pasal? Cairan air keras itu disimpan di dalam botol bekas air mineral yang label aslinya sudah dilepas dan sebagai gantinya diberi tulisan cukup jelas tentang isinya, lalu disimpan di dalam tas. Ketika tas sedang ditinggal pemiliknya, rupanya keberadaan botol itu terintip oleh salah seorang tenaga kerja yang sedang kehausan (tidak perlu naik pesawat murah-meriah untuk bisa kehausan…..). Botol itu kemudian diambil dan ditanyakan kepada temannya yang lain apakah air dalam botol itu air minum. Sialnya, temannya malah mengatakan bahwa kalau mau, ya diminum saja….. Dan guebleknya, kok ya diminum beneran. Ketika si peminum teriak-teriak kelocotan mulutnya, teman-temannya malah tertawa. Rasanya hanya ada satu kata yang pas untuk mengekspresikan kejadian itu…… “Oeddan…!”.

Ketika saya tanyakan kepada tim survey, apa orang itu buta huruf sehingga tidak bisa membaca label tulisannya? Jawabnya : “Tidak, wong dia bisa kirim SMS…” (Aha…, ini cara baru untuk mendeteksi apakah seseorang itu buta huruf atau tidak. Lihat saja apa dia nenteng-nenteng ponsel dan berkirim SMS. Tapi jangan terkecoh ketika melihat orang menenteng HP dan ketika HP berdering kemudian diangkatnya, lalu katanya : “Haloo… ini SMS dari siapa….?”).

***

Hari ketiga setelah kejadian saat saya sudah berada di Papua, dan saya tanyakan bagaimana kondisi orang itu sekarang? Dijawab bahwa orangnya tidak apa-apa. Hanya gigi-giginya ngilu semua dan tetap tidak mau diajak ke rumah sakit. Malah orang itu berkilah : “Tidak perlu ke rumah sakit, bapak…. Bisa sembuh kalau minum saguer…..!?!”. Saguer adalah legen kelapa, sejenis minuman keras lokal. Maksudnya, ya nenggak minuman keras.

Yaa…., memang tidak beda jauh antara minuman keras dengan air keras. Sama-sama tentang cairan dan sama-sama tentang keras (Ugh, tobat tenan……!).

Jayapura, 21 Juli 2008
Yusuf Iskandar

NB :
Suatu ketika ada seorang Papua terkapar di pinggir jalan. Rupanya dia mabuk berat sejak semalam. Akhirnya dia tersadar dari mabuknya ketika hari sudah agak siang dan dikerumuni orang-orang yang kebetulan lewat di dekatnya. Kepalang malu dilihat orang, dia pun berteriak serak-serak lantang : “Apa kamu lihat-lihat…….! Kau pikir mabuk itu gampang kah? Saya mabuk sampai terkapar badan kotor-kotor….”. Orang-orang yang berkerumun pun bubar jalan sambil tersenyum.