Posts Tagged ‘liburan’

Jogja Macet

8 Juli 2010

Jogja muacet parah hari ini…, ada pembukaan Muktamar Muhammadiyah. Jika kebetulan sedang liburan ke Jogja, ada baiknya hindari dulu pusat kota, daripada anti Anda berbunyi-bunyi…, kecuali otot dan syaraf sabar Anda cukup terlatih

Yogyakarta, 3 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Sahabat Kecilku Ngajak Ke Gunung Slamet

8 Januari 2010

Senin pulang dari gunung Rinjani, Selasa naik (lagi) gunung Sumbing, Kamis pulang. Njuk ngajak ke gunung Slamet pada liburan berikutnya. Uuahhh…! Ada yang mau ikut?

(Gunung Slamet terletak di wilayah sebelah utara kota Purwokerto, Jawa Tengah, berketinggian sekitar 3418 mdpl. Kondisi medan cukup berat, perlu kesiapan fisik lebih baik…)

Yogyakarta, 7 Januari 2010
Yusuf Iskandar

Sebuah Kawasan Indah Di Kaki Gunung Salak

24 Desember 2008

100_1234_r

Teman saya (mas Hari Prasetyo, tukang minyak alumni UPN ‘Veteran” Yogyakarta) yang memiliki mobil klangenan Mercy Tiger 240D yang dulu pernah mau dijualnya, ternyata memiliki sebidang kawasan indah di kaki gunung Salak, dekat perkebunan teh, berhawa sejuk di dataran tinggi, di Sukabumi, Jawa Barat. Kini kawasan tersebut dikelola sebagai tujuan liburan keluarganya sendiri. Ada bangunan tempat tinggal sederhana, mushola, saung (gubuk), dan selebihnya sedang diolah menjadi areal perladangan kecil-kecilan tapi cukup luas.

Melihat pada foto-foto yang dikirimkan ke saya (saya sendiri belum pernah berkunjung), nampaknya cukup ideal sebagai tempat peristirahatan untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kebisingan hidup di perkotaan. Atau, memanfaatkan waktu libur bersama keluarga agar anak-anak bisa bermain menyatu dengan alam, di kebun, di sawah, di sungai, di kolam, di kesejukan hawa pegunungan. Atau, menyepi bersama komunitas kecil untuk berbincang-bincang, berdiskusi, ber-muhasabah, mengkaji topik-topik yang lebih membumi dan melangit.

Beberapa waktu yang lalu Mas Hari bercerita bahwa beliau berencana untuk membuka lokasi itu bagi teman-teman yang ingin memanfaatkannya. Naga-naganya, mas Hari sedang berencana merintis hari tuanya dengan mengembangkan lokasi yang dimilikinya sebagai cikal bakal berwirausaha. Kalaupun ternyata tidak, maka cukuplah sebagai lokasi klangenan yang bermanfaat bagi keluarga, teman-teman dan masyarakat sekitarnya.

Jadi, kalau ada teman-teman yang tertarik dan berminat berkunjung ke lokasi itu dan ingin tahu lebih lengkapnya, dipersilakan untuk langsung saja menghubungi Mas Hari di pesawat HP-nya : 08129581836, atau via email : Hari.Prasetyo@vico.co.id.

Monggo….

Yogyakarta, 24 Desember 2008
Yusuf Iskandar

100_0158_r1100_0264_r100_0273_r100_0336_r100_0395_r100_0665_r100_1128_r100_1205_r100_1218_r100_1223_r

Dibohongi Anak Saya (Mendaki Gunung Merbabu)

16 Juli 2008

Ke_Merbabu1

Pada penghujung tahun lalu (31 Desember 2007), anak laki-laki saya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP swasta di Jogja ngotot minta ijin ikut mas-mas mahasiswa mendaki gunung Lawu (+3265 meter dpl). Padahal cuaca lagi jelek-jeleknya. Karena bapak dan ibunya tidak bisa menolak tapi juga tidak tega melepasnya, akhirnya bapaknya turun kaki ikut menemani mendaki gunung juga.

Pada bulan Juli ini, dalam rangka mengisi kegiatan liburan kenaikan kelas sekolah SMP-nya, anak saya terlibat merencanakan kegiatan petualangan juga. Menjelang sore di awal minggu lalu (tepatnya 7 Juli 2008), mendadak anak saya minta diantar ke terminal Jombor, Jogja. Padahal rencana semula berangkatnya bersama-sama dari sekolahnya.

Anak saya minta ijin, katanya mau melakukan survey lokasi untuk kegiatan outbond teman-teman sekolahnya. Boleh juga, pikir saya. Anak saya dipercaya untuk melakukan survey pendahuluan. Tentu saja ada sepercik rasa bangga sebagai orang tua. Maka saya pun berangkat mengantarnya ke terminal Jombor. Selanjutnya bersama seorang teman dan gurunya akan naik bis, katanya menuju ke lokasi survey di daerah perbukitan Menoreh, Magelang.

Keesokan sorenya anak saya kirim SMS, entah dari HP siapa, isi pesannya minta dijemput di terminal bis yang sama seperti kemarin. Oke, memahami kondisi fisiknya yang pasti kecapekan, sementara dia juga membawa perlengkapan berkemah, maka saya legakan juga untuk menjemputnya.

Di perjalanan pulang dari terminal, saya tanyakan bagaimana hasil survey-nya? Jawabnya sambil nyengenges : “Saya tidak jadi survey kok, tapi kemarin langsung mendaki gunung Merbabu…”.

Wow…, tobil anak kadal……! Jebul aku diapusi anakku (ternyata saya dibohongi anak saya).

Ini pasti hasil karya akal-akalan. Mau mendaki gunung Merbabu (+3142 mdpl), tapi pamitnya survey lokasi outbond. Ya tidak salah juga. Mendaki gunung juga aktifitas outbond, untuk survey berarti juga melakukannya. Kalau anak saya kemarin berterus-terang pamit mau mendaki gunung, memang ya belum tentu akan diijinkan ibunya.

Dulu waktu turun dari gunung Lawu anak saya memang pernah usul bahwa kalau nanti liburan kepingin naik gunung lagi. Berhubung bapaknya sibuk keluyuran midar-mider kemana-mana, akhirnya ketika liburan tiba belum sempat membicarakan rencana atau angan-angan anak saya enam bulan yang lalu. Barangkali karena itu, agar bapak-ibunya tidak reseh lalu dia mencari cara agar bisa naik gunung. Ya, dengan alasan survey lokasi outbond itu tadi.

(Mestinya anak saya tidak perlu berbohong dan tidak perlu takut mengatakan yang sebenarnya. Sebab bapaknya pasti kepingin ikut juga kalau tahu mau naik gunung…….)

Kini anak saya sudah booking lagi, kalau nanti liburan minta diajak ke gunung Semeru (+3676 mdpl) atau Rinjani (+3726 mdpl)…. Ugh….! Alamat mesti pasang status waspada bakal dibohongi lagi nih….

Yogyakarta, 16 Juli 2008
Yusuf Iskandar