Posts Tagged ‘kedondong’

Kedondongku

28 April 2011

Kedondongku — Tinggi pohonnya kurang dari 2 meter. Terus berbunga, terus berbuah, dan akan terus kupetik, kubanting dan kubrakoti… (kumakan) setiap kali aku dinas ke tokoku di Madurejo, Prambanan, DIY. Seperti tak kan habis dalam semusim…

Yogyakarta, 26 April 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Ada Yang Lagi Ngidam

20 Desember 2010

Tanaman buah kedondong cangkok di belakang toko saya sudah mulai berbuah. Setiap hari segerombol buah itu semakin besar. Kusayang dan kubangga. Tapi akhir-akhir ini kuperhatikan jumlah buahnya semakin berkurang satu demi satu. Hingga akhirnya tinggal sebutir.

Penasaran, lalu kutanya pegawaiku. Dan salah seorang menjawab sambil cengengesan: “Coba tanya sama yang sedang hamil muda itu pakā€¦”. Wooo, pantesan, ada yang lagi ngidam rupanya…

Yogakarta, 11 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Glenak-glenik Peluang Bisnis

27 April 2010

Pepaya, mangga (tanpa pisang dan jambu), rambutan, sawo, kelengkeng, sirkaya, kedondong, sudah tertanam di halaman belakang toko. Entah kapan berbuahnya, tidak lagi sepenting menanamnya… Kolam pun sudah siap ditabur lele. Halaman sudah dibersihkan. Tinggal malam ini glenak-glenik (rembukan bisik-bisik) sama ‘boss’, sambil menikmati purnama yang mulai mekar di langit Jogja. Njuk habis ini apa?. Aneka peluang bisnis pun berseliweran di dalam mimpi…

Yogyakarta, 26 April 2010
Yusuf Iskandar

Bertanam Buah

27 April 2010

Siang tadi ke Pakem Jogja, beli tanaman buah hasil stek, yang katanya cepat berbuah. Walau kehujanan dan telanjur basah, akhirnya dapat pohon rambutan, mangga, anggur dan kedondong. Mau ditanam di belakang toko, melengkapi sawo dan kelengkeng yang sudah ada.

Maka kalau Anda datang ke toko saya di Madurejo, Jogja, silakan bebas saja memetik buahnya…, kalau sudah berbuah. Kalau ternyata belum, ya belanja saja dulu, sambil nunggu berbuah….

(Seorang teman mengingatkan, rupanya secara kebetulan kesibukan bersih-bersih halaman belakang dan acara tanam-menanam ini bertepatan dengan Hari Bumi, 24 April 2010)

Yogyakarta, 25 April 2010
Yusuf Iskandar