Posts Tagged ‘kartu suara’

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (10)

2 November 2008

New Orleans, 9 Nopember 2000 – 18:00 PM (10 Nopember 2000 – 07:00 WIB)

Kini semua mata tertuju ke negara bagian Florida, apa yang sedang dan akan terjadi di sana. Perhatian tidak lagi pada jumlah jatah suara (electoral vote) secara nasional, melainkan lebih detail lagi ke jumlah kartu suara (popular vote) khusus di wilayah Florida. Dengan menang di Florida, maka Bush atau Gore akan berhak mengantongi tambahan 25 jatah suara (electoral vote), yang akan membuat total jatah suaranya secara nasional melebihi batas angka kemenangan 270. Oleh karena itu, setiap lembar kartu suara menjadi berarti sangat sensitif. Ini karena siapa pun yang menang di Florida meski hanya unggul dengan satu suara, maka dia akan menjadi presiden Amerika yang baru.

Tidak heran kalau kedua kubu, Bush maupun Gore, seakan-akan tidak ingin terlena sedetikpun menyaksikan setiap perhitungan ulang di 67 kabupaten (county) yang ada. Saking krusialnya hasil perhitungan ulang ini, maka segala kemungkinan mulai dipelototin, setiap hal yang dapat menyebabkan kalah atau menang mulai saling dicari alasan pembenaran atau kesalahannya. Mulai dari cetakan kartu suara yang membingungkan pemilih, kartu suara yang hilang, kartu suara yang dianggap tidak sah, mulai timbul rasa saling curiga, dsb. Yen tak pikir-pikir……, kalau sudah begini kok jadi sama saja dengan kita di Indonesia, ya…….

Bahkan, kelompoknya Al Gore sedang mempersiapkan permintaan agar dilakukan penghitung ulang secara manual terhadap empat kabupaten. Hal ini muncul karena adanya protes dari para pemilih Gore terhadap adanya cetakan kartu suara yang membingungkan sehingga dikhawatirkan suara yang seharusnya lari ke Gore oleh komputer “dibelokkan” ke Pat Buchanan, seorang kandidat dari partai gurem, Partai Reformasi. Agaknya komputer pun sudah mulai dicurigai dan tidak dipercaya. Ada-ada saja, tapi nyata dan kelihatannya kok ya masuk akal.-

Sesuai janji panitia pemilu Florida yang akan menyelesaikan penghitungan ulang kartu suara pada akhir jam kerja Kamis sore ini, ternyata hingga saya mau pulang kantor belum juga selesai. Menurut catatan CNN saat ini panitia sudah berhasil menyelesaikan penghitungan ulang di 64 kabupaten dan masih 3 kabupaten lagi.

Hasil sementaranya menunjukan selisih yang semakin tipis. Jumlah suara untuk George Bush terkumpul 2.909.720 suara dan untuk Al Gore 2.909.358 suara. George Bush unggul sementara dengan selisih “hanya” 362 suara. Apakah Al Gore akan berhasil mempersempit margin dan mengungguli George Bush, atau Bush akan tetap bertahan di posisinya dan terpilih menjadi presiden?

Tunggu dulu. Kalaupun Bush akan tetap unggul di 67 kabupaten, Al Gore tentu tidak akan terima begitu saja. Masih ada kartu suara yang belum dihitung, yaitu yang disebut dengan absentee ballots atau suara yang diberikan secara tidak langsung melalui pos. Suara jenis ini kebanyakan dari para petugas militer yang sedang bertugas di luar negeri. Pada pemilu tahun 1996 yang lalu jumlahnya sekitar 2.300 suara.

Dalam pemilu-pemilu sebelumnya suara jenis ini dapat diabaikan karena jumlahnya relatif tidak akan berpengaruh terhadap penentuan siapa yang menang atau kalah di setiap negara bagian. Tetapi kali ini menjadi sensitif, melihat kenyataan akan selisih yang sangat tipis antara jumlah suara yang dikumpulkan Bush dan Gore yang sedang dihitung ulang. Besar kemungkinan absentee ballots dapat menyebabkan Bush atau Gore berada di posisi yang sebaliknya.

Kalau jenis suara ini akan ditunggu kedatangannya, maka masa penantian bagi rakyat Amerika untuk mempunyai presiden yang baru masih akan panjang. Paling tidak, perlu tenggang waktu seminggu lagi. Bush dan Gore pun menjadi semakin berolah raga jantung ………….

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (11)

2 November 2008

New Orleans, 9 Nopember 2000 – 23:30 CST (10 Nopember 2000 – 12:30 WIB)

Melihat perkembangan penghitungan ulang kartu suara di Florida, bagi penggemar sepakbola barangkali dapat digambarkan sebagai kemelut di depan gawang yang tak berkesudahan. Sementara penghitungan ulang kartu suara di Florida masih belum akan tuntas hingga minggu depan, sementara itu pula muncul berbagai kontroversi diantaranya pemilih di kota Palm Beach yang meminta diadakan pemilihan ulang. Sedangkan publik Amerika lainnya sedang menanti siapa presiden mereka yang baru.

The Associated Press memberikan angka sementara hasil penghitungan ulang di Florida dengan Bush untuk sementara masih unggul tipis terhadap Gore dengan 229 suara. Selisih angka ini diperoleh setelah diselesaikannya penghitungan ulang di 66 kabupaten dari 67 kabupaten yang ada, dan tinggal menyisakan dari kota Palm Beach. Angka ini memang belum resmi karena batas akhir pengumpulan hasil penghitungan ulang dari tiap-tiap kabupaten paling lambat harus diserahkan kepada panitia pemilu pada hari Selasa depan.

Hasil akhir selengkapnya ternyata masih akan menunggu hingga Jum’at pekan depan. Kartu suara yang berasal dari pemilih di luar negeri masih akan ditunggu hingga batas akhir penerimaan tanggal 17 Nopember, atau 10 hari setelah hari pemilu. Melihat ketatnya selisih angka sementara antara kedua kandidat utama presiden ini, maka suara dari pemilih luar negeri tampaknya akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Palm Beach, adalah kota wisata di pantai timur Florida. Hingga malam ini para pemilihnya berunjuk rasa menuntut diadakannya pemilihan ulang. Demikian halnya yang terjadi di ibukota negara bagian Florida, Tallahassee. Pasalnya, para pemilih merasa sempat bingung saat harus mencoblos kartu suara sebagai akibat dari rancangan kartu suara yang dianggap membingungkan.

Hal ini berakibat ada sekitar 19.000 kartu suara yang dianggap oleh panitia tidak sah karena terdapat dua coblosan dan ada ribuan suara lagi yang coblosannya mengarah ke Pat Buchanan, kandidat presiden dari Partai Reformasi. Padahal suara-suara itu seharusnya dimaksudkan untuk memilih Al Gore, kandidat Partai Demokrat, demikian pengakuan para pemilih yang ternyata pendukung Al Gore.

Anehnya, Pat Buchanan yang sebenarnya diuntungkan karena memperoleh lonjakan suara hingga 110% dari yang diperkirakannya, malah merasa tidak enak menerima tambahan suara akibat kesalahan pemilih Gore. Dia mengatakan : “saya tidak mau mengambil suara-suara yang bukan ditujukan untuk saya”. Padahal sesungguhnya Pat Buchanan sendiri sangat memerlukan tambahan suara guna memantapkan legitimasi partai guremnya dalam percaturan pemilihan presiden Amerika.

Lha ya sudah kadung (terlanjur) dicoblos……… Ya, tapi barangkali memang begitulah sopan santun berpolitik mereka. Apakah di balik itu ada keinginan terselubung agar bukan Bush yang nantinya jadi presiden, tentu urusan lain. Lha yang ketambahan suara yang bukan haknya saja merasa sungkan, lalu apa namanya kalau, umpamanya lho ini, ada yang merebut (dengan paksa) suara yang bukan haknya……….?

***

Selain kontroversi kartu suara di Pal Beach, muncul pula protes lain dari pihak Gore tentang adanya keterlambatan pengiriman kotak-kotak pemilu ke tempat penghitungan. Sementara pemilih dari masyarakat kulit hitam juga protes karena banyak orang kulit hitam yang mengalami kesulitan untuk memilih dengan alasan kartu suara habis atau TPS sudah ditutup. Hal yang terakhir ini mengingatkan saya pada pemilu di desa-desa di Indonesia pada jaman Orde Baru dulu.

Pihak Bush pun tidak mau kalah, jika pihak Gore mengajukan tuntutan atas kontroversi Palm Beach, maka pihak Bush siap-siap mengajukan tuntutan juga agar di negara bagian Wisconsin dan Iowa juga diadakan penghitungan ulang. Di kedua negara bagian ini selisih suara antar keduanya memang tipis, hanya saja Wisconsin dan Iowa tidak mempunyai undang-undang tentang penghitungan ulang jika selisihnya kurang dari setengah persen.

Pemilu memang hajat nasional Amerika, tetapi pemerintah federal tidak mempunyai hak untuk mengatur penyelenggaraannya di setiap negara bagian. Negara bagianlah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur tata cara dan teknis-teknis penyelenggaraannya. Oleh karena itu antara tiap-tiap negara bagian bisa berbeda-beda aturan, cara, perlengkapan dan thethek-bengek-nya (segala macam yang terkait).

Pacuan presiden Amerika jadi makin panjang. Penghitungan ulang di kota Palm Beach baru akan dilakukan lagi hari Sabtu dan angka resmi hasil penghitungan total dari 67 kabupaten baru akan dilakukan Selasa depan, sambil menunggu masuknya suara dari luar negeri sampai Jum’at depan. Sementara di luar sana masyarakat pemilih tetap protes atas berbagai kontroversi yang terjadi di Palm Beach.

Entah bagaimana pemerintah Florida akan menyelesaikan hal ini, kita lihat saja nanti. Lebih baik mencari udara segar dulu di akhir pekan ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (13)

2 November 2008

New Orleans, 13 Nopember 2000 – 23:00 CST (14 Nopember 2000 – 12:00 WIB)

Tuntutan Bush untuk menyetop penghitungan ulang secara manual kartu suara di West Palm Beach hari ini ditolak oleh pengadilan. Bush akan melakukan upaya banding untuk ini. Sementara pihak Gore mencak-mencak (marah), pasalnya hanya diberi waktu hingga Selasa sore besok bagi keempat kabupaten untuk pengesahan seluruh hasil penghitungan ulang kartu-kartu suara yang kini sedang diselesaikan secara manual. Tentu tidak akan cukup waktu, pikir Gore. Untuk ini pihak Gore pun mengajukan protes.

Posisi sementara (menurut The Asssociated Press) hasil penghitungan ulang di Florida, Bush kini unggul 388 kartu suara (bertambah 100 dibanding angka sebelumnya). Secara nasional, Gore masih unggul sementara atas Bush dengan 255 – 246 jatah suara (electoral vote). Selain Florida, negara bagian New Mexico dan Oregon masih dianggap belum selesai. Tetapi karena masing-masing hanya menyediakan jatah suara 5 dan 7, maka posisinya tidak krusial dibandingkan dengan Florida yang menyediakan 25 jatah suara. Artinya, kalaupun keduanya diraih oleh Bush, tetap tidak akan menentukan kemenangannya. Berbeda halnya dengan Florida, siapapun yang meraihnya, akan menjadikan jumlah jatah suaranya melebihi angka kemenangan 270.

***

Kalau soal penghitungan ulang, itu memang karena peraturan berbunyi demikian. Tetapi di wilayah Florida, khususnya West Palm Beach juga terjadi kontroversi tentang kartu suara yang membingungkan, yang sekarang populer dengan sebutan kartu suara model kupu-kupu (butterfly ballot). Dan ini yang sekarang juga sedang diperjuangkan oleh para pemilih di sana agar dilakukan pemilihan ulang.

Mari sejenak kita lihat kenapa hanya wilayah itu yang ribut-ribut tentang kartu suara yang membingungkan. Sebagaimana diketahui, bahwa setiap negara bagian berhak mengatur tentang tata cara pemilu, termasuk tentang bentuk atau model kartu suara dan aturan pencoblosannya. Di antara cara-cara pemilihan itu, antara lain dengan menekan tombol, mengungkit tungkai (lever), menuliskan nama, memberi tanda silang, menghitamkan bulatan dengan pensil, dsb. Ada yang pemilihannya dengan datang ke TPS dan ada yang via pos. Salah satunya di Florida adalah dengan membuat lubang (punch) di bidang segi empat kecil (hasil coblosannya disebut chad).

Kartu suara di Florida ini dijuluki dengan kartu model kupu-kupu, karena pada halaman yang dicoblos terbagi menjadi dua bagian kiri dan kanan yang masing-masing berisi urutan nama kandidat presiden. Di tengah-tengahnya terdapat punch yang harus dicoblos sesuai dengan nama kandidat presiden yang tertulis di sebelah kiri atau kanannya.

Entah kenapa, letak urutan punch ini dari atas ke bawah menunjuk ke nama kandidat presiden secara zig-zag. Barangkali karena ukuran huruf-hurufnya dibuat agak besar sehingga makan tempat, sementara ukuran lubangnya kecil. Maklum, Palm Beach ini selain kota wisata juga kota pensiunan, yang berarti banyak orang-orang tua. Banyak mereka yang menikmati hari tuanya dengan memilih tinggal di kota ini.

Di sisi halaman kiri paling atas tertulis nama George Bush, kemudian diikuti di bawahnya dengan nama Al Gore, dst. Tetapi urutan lubang punch di bagian tengah halaman kertas urutannya paling atas untuk Bush, kemudian urutan kedua di bawahnya untuk Pat Buchanan (yang namanya tertulis di sisi halaman bagian kanan), lalu urutan ketiga untuk Al Gore, dst. Rupanya peletakan lubang punch yang zig-zag terhadap urutan nama yang demikian ini menjebak para pemilih Gore. Karena dilihat Gore berada di urutan kedua setelah Bush, dikiranya lubang punch yang harus dicoblos ya lubang urutan kedua pula, padahal seharusnya lubang yang ketiga.

Umumnya para pemilih itu baru menyadari kesalahannya setelah berada di luar TPS selesai memilih. Maka histerislah para pemilih fanatik Partai Demokrat yang seharusnya bermaksud memilih Gore, tapi terjebak memilih lubang punch yang kedua milik Pat Buchanan. Itulah pangkal persoalannya yang membuat hingga kini mereka menuntut dilakukannya pemilihan ulang melalui tuntutan sidang pengadilan. Ini juga agaknya yang diperkirakan akan menjadi kartu truf Gore. Kenapa?

Seperti diketahui bahwa tanggal 18 Desember sudah dijadwalkan sebagai hari sidang bagi para wakil dari setiap negara bagian yang berada dalam Electoral College yang jumlahnya sesuai dengan jumlah jatah suara (electoral vote) dari partai yang menang di negara bagian tersebut. Menurut Undang-Undangnya, sidang ini tetap akan dilakukan guna memilih presiden, tidak tergantung pada berapa wakil negara bagian yang hadir.

Nah, jika hingga tanggal tersebut persoalan di Florida tidak kunjung tuntas, maka jelas tidak akan ada wakil dari Florida. Ini berarti komposisi Electoral College akan sama seperti posisi jatah suara (electoral vote) jika tanpa Florida. Secara teoritis, Gore akan menang pemungutan suara di sidang Electoral College, karena posisi jatah suara (electoral vote) sementara ini memang Gore lebih unggul. Kecuali jika ada utusan Electoral College yang tiba-tiba mbalelo berpindah ke suara partai lawan. Tetapi kemungkinan ini hampir dapat dipastikan tidak akan terjadi, karena utusan dari masing-masing Partai Demokrat dan Republik pasti bukan sembarangan orang.

Namun, tentunya Bush juga sudah membaca kemungkinan seperti ini. Apa strateginya? Ya, embuh……… Yang jelas jalan menuju ke terpilihnya presiden baru Amerika masih akan rumit dan berliku-liku penuh dengan trik-trik mencari setiap peluang untuk menambah angka jatah suaranya.

Sementara ini memang hanya memperebutkan jatah suara Florida. Lha, tapi siapa tahu tiba-tiba Bush juga meminta penghitungan ulang dengan tangan atas wilayah Iowa dan Wisconsin atau New Mexico yang margin kemenangan Gore memang tipis di wilayah-wilayah tersebut. Belum lagi Bush sangat berharap kartu suara yang akan datang dari luar negeri (absentee ballot) akan dapat menambah perolehan suara Partai Republik.

Meskipun kebanyakan orang Amerika tidak terlalu perduli dengan proses bertele-tele ini, saya sendiri menikmatinya sebagai sebuah hiburan. Enggak tahu dengan Anda………-

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (14)

2 November 2008

New Orleans, 14 Nopember 2000 – 23:00 CST (15 Nopember 2000 – 12:00 WIB)

Hingga batas akhir jam 5:00 Selasa sore tadi, panitia pemilu Florida telah mengesahkan hasil penghitungan kartu suara dengan posisi Bush unggul tipis 300 suara atas Gore. Dengan demikian, menurut panitia Pemilu, tinggal menunggu masuknya kartu suara dari luar negeri yang batas akhirnya adalah hari Jum’at malam nanti. Dari suara luar negeri ini Bush berharap akan dapat memperoleh banyak tambahan suara.

Meskipun demikian, tiga kabupaten di Florida dimana pemilih Gore sangat dominan, masih gigih berjuang agar diberi kelonggaran menyampaikan hasil penghitungan ulang kartu suara secara manual selewat batas waktu tersebut. Tentu dengan harapan Gore akan memperoleh tambahan suara.

Hingga kini, berbagai ketidakpuasan yang datang dari kedua kubu Bush maupun Gore masih terus menggulir menuju ke sidang pengadilan. Yang menarik, setiap kali permasalahan dibawa ke pengadilan, maka prosesnya demikian cepat dan hasilnya pun tidak dinilai sebagai hasil KKN. Adanya ketidakpuasan di salah satu pihak, jelas tak terhindarkan. Adanya unsur subyektif, juga pasti tak terhindarkan, wong masing-masing pelakunya adalah juga pendukung salah satu partai. Namun adanya penerapan hukum dan peraturan yang konsekuen, setidak-tidaknya demikian kesan yang muncul di permukaan, bagi saya memberi kesan yang tidak biasa.

Penantian Amerika masih akan panjang. Bagi warga Amerika yang tertarik mengikuti perkembangan pemilu kali ini memang dapat membangkitkan rasa emosional tersendiri. Belum pernah terjadi proses demokrasi yang sedemikian rumit dan berlarut-larut seperti kali ini dalam sejarah Amerika sejak lebih 200 tahun yang lalu. Memang pada tahun 1916 ketika pemilu antara Presiden Woodrow Wilson dari Partai Demokrat dan penantangnya Charles Evans Hughes dari Partai Republik, kontroversi dan kebingungan juga pernah terjadi. Namun tidak sampai berlarut-larut dan rumit.

Kita tunggu hari Rabu besok, bagaimana kelanjutannya. Sementara baik pihak Bush maupun Gore masih saling melanjutkan kampanye “tahap kedua”-nya untuk mencari berbagai kemungkinan yang dapat ditembus guna menambah pengumpulan suara mereka. Di sisi lain, posisi hasil perolehan jatah suara (electoral vote) di wilayah negara bagian New Mexico, Iowa, Oregon dan Wisconsin dimana Gore unggul, serta di New Hampshire dimana Bush yang unggul, masih ada kemungkinan untuk digoyang melalui mekanisme permohonan penghitungan ulang secara manual karena margin kemenangan masing-masing dinilai sangat tipis.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (15)

2 November 2008

New Orleans, 15 Nopember 2000 – 21:45 CST (16 Nopember 2000 – 10:45 WIB)

Hari ini di Florida banyak diwarnai dengan urusan pengadilan atas berbagai tuntutan yang berkaitan dengan penghitungan ulang kartu suara. Kedua belah pihak pun saling mengeluarkan pernyataan dan pandangan-pandangannya.

Siang tadi, Pengadilan Tinggi Florida telah menyatakan menolak upaya untuk menghentikan penghitungan ulang di tiga kabupaten. Pengadilan juga meminta agar Sekwilda Florida sebagai panitia tertinggi pemilu di negara bagian Florida dapat membuat keputusan yang terbaik untuk mempertimbangkan permintaan beberapa kabupaten melakukan penghitungan ulang secara manual.

Sekitar sejam yang lalu, setelah mempertimbangkan alasan-alasan yang dikemukakan oleh tiga kabupaten, yaitu Broward, Dade dan Palm Beach untuk melanjutkan penghitungan ulang secara manual, akhirnya Sekwilda Florida memutuskan menolak perubahan-perubahan terhadap hasil perhitungan suara yang telah masuk. Ini berarti tidak ada perpanjangan waktu guna menerima hasil penghitungan suara secara manual yang sedang diselesaikan di tiga kabupaten tersebut. Pihak Gore tentu saja menentang keputusan ini dan siap untuk bertarung lagi di pengadilan besok pagi.

Sementara pengadilan banding federal di Atlanta, Georgia, menyatakan akan mempertimbangkan tuntutan Bush untuk menyetop penghitungan ulang di Florida, setelah sebelumnya tuntutan Bush ini kalah di pengadilan negara bagian di Orlando.

Tadi siang, Wakil Presiden Al Gore mengajukan tawaran agar proses pemilihan presiden dapat segera diselesaikan, yaitu dengan menyatakan akan sangat menghargai jika dapat dilakukan penghitungan ulang secara manual di tiga kabupaten tersebut (atau seluruh Florida) dan meminta agar Gubernur George Bush menyetujuinya. Setelah itu tinggal menunggu hasil penghitungan dari suara luar negeri (absentee ballot).  Al Gore juga mengajak George Bush untuk bertemu secara pribadi, bukan untuk bernegosiasi tetapi untuk memperbaharui suasana dialog, demi demokrasi.

Usulan Gore ini ternyata ditolak oleh Bush. Beberapa menit yang lalu, Bush menyatakan menolak untuk melanjutkan penghitungan suara secara manual, karena penghitungan ulang dengan mesin sebenarnya telah dilakukan tiga sampai empat kali. Bush menyatakan agar proses pemilihan ini hendaknya fair, accurate and final. Bush juga menyatakan dengan senang hati akan melakukan pertemuan pribadi dengan Gore tetapi nanti setelah proses pemilu selesai.

Penghitungan suara dari luar negeri yang jumlahnya diperkirakan sekitar 4.000 suara akan dimulai hari Jum’at siang lusa dan akan diselesaikan hingga tengah malam. Hasilnya baru akan disahkan pada hari Sabtu siangnya. Diperkirakan, suara dari luar negeri ini akan banyak mendukung George Bush.

Dengan melihat perkembangan ini apakah pada hari Sabtu nanti semua proses penghitungan suara di Florida akan selesai dan berarti secara nasional juga akan dapat diketahui siapa pemenangnya? Dan mengakhiri periode yang oleh pers disebut too close to call (angkanya terlalu mepet untuk dapat disimpulkan siapa pemenangnya)?. Para pengamat, analis, wartawan maupun pejabat belum ada satupun yang berani menjawabnya.-

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (18)

2 November 2008

New Orleans, 20 Nopember 2000 – 21:00 CST (21 Nopember 2000 – 10:00 WIB)

Kemelut di depan gawang Gedung Putih masih juga belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Berbagai proses peradilan pemilu baik di tingkat kabupaten maupun negara bagian Florida masih terus berlanjut. Saking banyaknya peristiwa peradilan, membuat saya sendiri bingung untuk memahami proses pemilu yang semakin rumit dan berlarut-larut ini. Untuk itu berikut ini akan saya coba ketengahkan gambaran besarnya saja.

Sidang Mahkamah Agung negara bagian Florida tadi sore mendengarkan argumen dari kedua belah pihak tentang sah tidaknya hasil penghitungan ulang di tiga kabupaten untuk ditambahkan ke dalam hasil penghitungan akhir sementara yang sudah disetujui oleh panitia pemilu Florida. Hingga saat ini masih belum ada keputusan peradilan, bahkan belum ada kejelasan kapan akan diputuskan. Jadi, ya masih menunggu.

Padahal Gore banyak berharap agar hasil penghitungan ulang secara manual atas kartu-kartu suara itu dapat disahkan untuk ditambahkan ke dalam hasil akhir sementara. Pasalnya ketiga kabupaten, yaitu Broward, Miami-Dade dan Palm Beach adalah termasuk wilayah basis pendukung Partai Demokrat. Beberapa TPS yang telah selesai menghitung memang mengindikasikan akan adanya penambahan suara bagi Gore, meskipun angka tersebut belum dilansir keluar.

Sementara proses peradilan masih berlanjut, sementara itu pula acara penghitungan ulang secara manual atas kartu-kartu suara yang jumlahnya ratusan ribu di tiga kabupaten juga masih terus dilanjutkan. Entah kapan selesainya, padahal di minggu ini akan ada dua hari libur nasional Thanksgiving Day, yaitu Kamis dan Jum’at.

Sementara itu lagi, tuntutan dari para pemilih di wilayah kabupaten Palm Beach untuk meminta pemilu ulang ternyata ditolak. Kini para pemilih tersebut sedang mengajukan banding atas keputusan penolakan dari peradilan State Circuit Court. Jadi, ya masih menunggu lagi kapan akan diputuskan.

Di lain pihak, adanya sekitar 40% suara (lebih 1.500 suara) dari absentee ballot yang kebanyakan berasal dari para anggota militer dan keluarganya yang sedang bertugas di luar negeri yang telah dinyatakan ditolak karena tidak sah, kini sedang diperjuangkan untuk ditinjau kembali. Para militer itu merasa haknya untuk memilih tidak dihargai, padahal kesalahan itu bukan semata-mata karena keteledorannya.

Bush sangat berharap atas suara luar negeri ini yang diyakini banyak berasal dari para pendukungnya. Sebagaimana telah terbukti dari suara luar negeri yang sudah sah dihitung, Bush mengumpulkan jumlah dua kali lebih banyak dibanding yang dikumpulkan Gore. Apakah suara dari luar negeri ini akan disetujui untuk dipertimbangkan kembali kesahannya. Hingga kini belum ada kepastian. Jadi, ya masih menunggu lagi apakah akan ada perubahan pengumpulan suara.

Ketiga persoalan di atas, dari sekian banyak persoalan yang masih dalam proses peradilan, kiranya cukup memberi gambaran bagi saya (dan kita), bahwa kesimpulan paling gampang adalah proses pemilu masih belum selesai dan tidak tahu kapan akan selesai. Dengan kata lain, presiden baru Amerika belum akan diketahui dalam waktu dekat ini dan penantian Amerika untuk memiliki presiden baru masih akan panjang.

Hingga hari ketigabelas setelah pemilu dilangsungkan tanggal 7 Nopember yll, kedudukan sementara pengumpulan jatah suara (electoral vote) masih tetap 255 untuk Gore dan Bush 246 untuk Bush. Kunci kemenangan akan ditentukan oleh siapa yang menang di Florida yang berhak memperoleh tambahan 25 jatah suara guna mencapai angka kemenangan 270.

Sedangkan kedudukan sementara pengumpulan kartu suara (popular vote) di Florida saat ini Bush masih unggul atas Gore dengan 930 suara. Bush sedang berusaha keras agar dapat memperbesar angka kemenangannya, sedangkan Gore sedang berusaha keras untuk memperkecil selisih kekalahannya untuk selanjutnya mengungguli Bush sekalipun hanya dengan sedikit suara saja. Untuk itulah berbagai trik dan cara ditempuh oleh kedua belah pihak melalui mekanisme hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Jadi, ya masih menunggu lagi. Entah sampai kapan proses pemilu yang semakin rumit dan berlarut-larut ini akan berakhir.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (19)

2 November 2008

New Orleans, 21 Nopember 2000 – 21:15 CST (22 Nopember 2000 – 10:15 WIB)

Setelah mendengarkan argumen dari kedua belah pihak pada Senin kemarin, hari ini Mahkamah Agung Florida menyatakan belum tahu kapan keputusan akan dibuat berkaitan dengan penghitungan ulang kartu suara di tiga kabupaten. Tidak ada jadwal waktu yang jelas kapan akan diputuskan apakah hasil penghitungan ulang itu nantinya dapat ditambahkan kedalam angka resmi yang sudah disahkan seminggu yang lalu oleh panitia pemilu Florida, atau sebaliknya ditolak.

Kendatipun demikian, penghitungan ulang dengan tangan di tiga kabupaten terus saja berlanjut. Hasil sementara yang dicatat oleh The Associated Press sore ini menunjukkan adanya penambahan suara bagi Al Gore. Di kabupaten Broward, angka tidak resmi dari hasil penghitungan ulang di 605 TPS (precinct) dari 609 TPS yang ada, Gore menambah 127 suara.

Di kabupaten Miami-Dade, Gore menambah 69 suara dari hasil penghitungan ulang di 78 TPS dari 614 TPS yang ada. Sedangkan di kabupaten Palm Beach, Gore berhasil menambah 3 suara di 104 TPS dari 531 TPS yang ada. Sehingga total semuanya Gore berhasil menambah suaranya dengan 199. Masih cukup jauh untuk dapat menutup 930 suara kemenangan Bush sementara ini.

Hingga saat ini penghitungan dengan tangan terus dilanjutkan. Tidak dapat saya bayangkan, bagaimana mungkin sekian ratus orang yang terbagi dalam sekian puluh tim melakukan “pekerjaan bodoh” menghitung ulang dan menghitung ulang lagi dengan tangan atas sekian ratus ribu kartu suara, yang sebelumnya sudah dihitung dengan mesin tiga empat kali. Pasti hanya orang-orang yang bermental baja yang sanggup melakukan pekerjaan membosankan semacam ini. Belum lagi, kata Bush, tingkat ketelitiannya pasti akan semakin berkurang.

Entahlah atas nama apa atau siapa hingga mereka sanggup melakukan itu semua.  Nasionalisme, atau demokrasi, atau …….honorarium, sehingga mereka tidak bosan-bosannya memeriksa lembar demi lembar coblosan kartu suara. Pantaslah kalau seorang petugas di kabupaten Miami-Dade meragukan bahwa mereka akan dapat menyelesaikannya hingga tanggal 1 Desember nanti. Soalnya Kamis dan Jum’at besok adalah hari libur besar Thanksgiving Day, lalu Sabtu dan Minggunya libur akhir pekan.

Sementara itu, pemilih dari Palm Beach yang mengajukan tuntutan agar diadakan pemilu ulang akibat ketidakpuasan mereka atas kartu suara model kupu-kupu yang membingungkan, kini maju ke pengadilan banding. Besok pagi masing-masing pihak baru akan memasukkan tuntutannya dan setelah itu akan diputuskan apakah langsung dilanjutkan ke sidang Mahkamah Agung Florida atau mendengarkan terlebih dahulu argumen-argumennya. Memang masih akan panjuang jalannya.

Kini, muncul isu baru, yaitu tentang lubang coblosan yang hanya menghasilkan cekungan saja (dimpled chads). Dengan kata lain ini adalah hasil coblosan yang tidak menghasilkan lubang atau belum sampai tembus melainkan sudah menampakkan bekas atau tanda bahwa tempat itulah yang sebenarnya dicoblos. Apakah hasil coblosan kartu suara semacam ini dinyatakan sah atau tidak. Wah…, wah…, yang saya bayangkan justru tukang periksa dan tukang hitungnya apa ndak pecah ndase (pecah kepalanya), kalau mesti meneliti ulang sekian ribu bahkan mungkin puluhan ribu kartu suara dengan coblosan semacam ini. 

Pihak Partai Demokrat menginginkan agar jenis coblosan semacam ini dinyatakan sah, sedangkan pihak Partai Republik menyatakan adalah tidak mungkin menentukan hal semacam ini. Lalu bagaimana?. Pengadilan lagi yang akan memutuskan, dan pasti tidak akan selesai dalam sehari dua hari. Agaknya memang proses pemilu ini akan benar-benar melelahkan bagi siapa saja yang terlibat.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (21)

2 November 2008

New Orleans, 22 Nopember 2000 – 22:00 CST (23 Nopember 2000 – 11:00 WIB)

Al Gore sedang mendapat angin, karena permintaannya agar dilakukan penghitungan ulang secara manual di tiga kabupaten dipenuhi oleh Mahkamah Agung Florida. Tetapi nyatanya ada satu kabupaten, yaitu Miami-Dade, yang mbalelo tidak mau melakukannya, dengan alasan tidak akan sanggup memenuhi tenggat yang ditentukan, yaitu hari Minggu sore jam 5:00.

Sebenarnya alasan kabupaten Miami-Dade cukup masuk akal. Ya, bagaimana mungkin memeriksa ulang puluhan bahkan ratusan ribu kartu suara dalam waktu beberapa hari saja di saat libur besar Thanksgiving dan akhir pekan. Karena itu kabupaten ini hanya menjanjikan akan menyelesaikan sekitar 10.750 kartu suara yang memang selama ini tidak tercatat oleh mesin penghitung, sehingga perlu dihitung ulang dengan tangan.

Rupanya Gore tidak mau terima, majulah ke pengadilan. Hasilnya, malam ini Pengadilan Distrik Ketiga menolak untuk memaksa petugas kabupaten Miami-Dade melakukan penghitungan ulang. Gore masih juga belum puas dan akan melakukan banding ke Mahkamah Agung Florida. 

Sementara itu, untuk pertama kalinya Bush mengajukan tuntutan agar sejumlah kartu suara luar negeri yang sebelumnya dinyatakan tidak sah dapat ditinjau kembali untuk dilakukan penghitungan ulang. Sebelumnya Bush sangat anti dengan acara penghitungan ulang secara manual. Tetapi melihat tuntutan Gore diluluskan pengadilan, Bush pun mencoba melihat peluang guna menambah pengumpulan suaranya.

Hari Rabu ini juga telah diputuskan oleh pengadilan yang mengharuskan kabupaten Palm Beach mempertimbangkan ribuan kartu suara yang sebelumnya dinyatakan sebagai dimpled ballot, yaitu kartu suara yang hasil coblosannya tidak sampai tembus melainkan hanya tampak menggembung dan membekas saja. Jenis coblosan ini sebelumnya dinyatakan tidak sah, tapi kubu Gore memperjuangkannya agar dinyatakan sah.

Kenapa sejak hari pemilu yang lalu hingga hari-hari ini Al Gore sangat ngotot untuk dilakukan penghitungan ulang secara manual di Florida? Dan sebaliknya kenapa George Bush juga sangat gigih memblok usulan Gore tersebut?

Karena Gore sangat yakin bahwa “di atas kertasnya”, seharusnya Gore menang di wilayah Florida dan berhak atas tambahan 25 jatah suara (electoral vote) Florida yang akan dapat membawanya terpilih menjadi Presiden. Kenyataannya, di beberapa daerah basis Partai Demokrat Gore kalah atau hanya menang tipis. Maka berbagai kemungkinan pun diublek-ublek yang akhirnya sampai pada tuntutannya agar dilakukan penghitungan ulang secara manual.

Memang banyak pendukung Gore di Florida, terutama dari kelompok orang-orang tua. Program-program Gore yang menjamin kesejahteraan kaum tua, melalui program semacam perbaikan jaminan hari tua sangat memperoleh dukungan dari kaum tua dan golongan pensiunan yang banyak tinggal di wilayah Florida.

Sebaliknya Bush juga sadar bahwa “di atas kertasnya”, memang Bush kalah populer dibanding Gore di wilayah Florida. Kenyataannya, sementara ini Bush unggul sangat tipis atas Gore. Karena itu, Bush berusaha keras agar upaya Gore untuk mengais suaranya yang “tersesat” sedapat mungkin dihalang-halangi.

***

Kelihatannya, proses pemilu di Florida ini belum akan tuntas dalam waktu dekat. Beberapa pihak memang menyatakan keyakinannya bahwa setelah batas akhir penyerahan hasil penghitungan ulang dari tiga kabupaten, pada Senin depan, kemungkinan proses pemilihan Presiden akan segera berakhir.

Yang jelas, dalam beberapa hari ini masih berlanjut berbagai macam masalah, berbagai tingkat, dan berbagai jenis proses peradilan pemilu. Dalam beberapa hari ke depan satu demi satu akan diputuskan, dan bagi pihak yang kalah pasti akan melanjutkan dengan peradilan ke tingkat lebih tinggi.

Oleh karena itu, sementara ini ratusan para petugas pemilu tidak dapat mengambil liburan Thanksgiving dan akhir pekan karena harus melototin dan menghitung kartu-kartu suara untuk kesekian kalinya. Sementara itu pula anak-anak saya mengajak liburan ke luar kota. Menyatu bersama lebih 31 juta warga Amerika yang akan melakukan perjalanan traveling dalam liburan Thanksgiving tahun ini, seakan-akan mengatakan “I don’t care who is my next President”.

Jadi, kita tunggu saja apa yang akan terjadi hari Senin minggu depan, bersamaan dengan datangnya awal bulan suci Ramadhan. Kepada rekan-rekan muslim : “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (23)

2 November 2008

New Orleans, 27 Nopember 2000 – 22:00 CST (28 Nopember 2000 – 11:00 WIB)

Dua jam yang lalu, sekitar jam 8:00 Senin malam ini. (Selasa pagi, 9:00 WIB), Al Gore tampil di depan publik dan menyampaikan pidatonya. Dia tetap akan melanjutkan upayanya untuk menentang pengesahan suara Florida kemarin malam. Dikatakannya bahwa warga Amerika adalah sama kedudukannya pada Hari Pemilu hanya jika semua kartu suaranya dihitung. Pernyataan ini merujuk kepada adanya kartu-kartu suara yang tidak dihitung yang jumlahnya lebih dari 10.000 suara, sebagai akibat dari tidak terdeteksinya hasil coblosan oleh mesin penghitung.

Gore juga merujuk kepada adanya penghitungan ulang dengan tangan atas kartu suara di beberapa kabupaten yang tidak berhasil diselesaikan hingga tenggat hari Minggu sore jam 5:00 yll. Padahal Sekwilda Florida sudah akan segera mengesahkan hasilnya sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung Florida yang hanya memberi batas akhir penghitungan ulang hingga Minggu sore itu.

Itulah yang kini sedang diperjuangkan pihak Gore yang menginginkan agar semua hasil penghitungan ulang dapat diakui hasilnya dan semua suara yang belum dihitung dengan mesin dapat dilakukan penghitungan ulang. Apapun hasilnya.

Gore mengingatkan bahwa mengabaikan suara sama artinya dengan mengabaikan demokrasi itu sendiri. Dengan gaya retoriknya Gore mengatakan : “Dan jika kita mengabaikan ribuan suara di Florida dalam pemilu ini, bagaimana Anda atau siapapun warga Amerika mempunyai keyakinan bahwa suara Anda tidak akan juga diabaikan di pemilu mendatang?”.

Sementara pihak Bush tetap berkeyakinan akan kemenangannya sesuai dengan hasil akhir yang disahkan oleh panitia pemilu Florida kemarin malam. Bush pun sudah siap-siap membuka kantor di Gedung Putih dalam rangka masa transisi jabatan kepresidenannya.

Proses peradilan masih akan berlanjut dalam minggu ini dan hari-hari selanjutnya, di berbagai macam jenis peradilan dan tingkatan peradilan, yang menjadi tidak mudah dipahami oleh masyarakat awam. Rupanya tidak hanya saya yang bingung, penyiar CNN pun juga kebingungan memahami buuuanyaknya proses peradilan ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (25)

2 November 2008

New Orleans, 29 Nopember 2000 – 22:00 CST (30 Nopember 2000 – 11:00 WIB)

Sebagian dari perkembangan terakhir proses peradilan pemilu Florida adalah bahwa permintaan Al Gore agar segera dilakukan penghitungan atas kartu suara yang dipermasalahkan ditolak oleh hakim pengadilan Leon County Circuit. Ada sekitar 10.750 kartu suara yang dipermasalahkan dari kabupaten Miami-Dade dan 3.300 suara dari kabupaten Palm Beach.

Sebagai gantinya hakim memerintahkan agar semua kartu suara dari Miami-Dade dan Palm Beach dikirim ke ibukota Florida, Tallahassee, sebagai bukti untuk proses peradilan di tingkat Mahkamah Agung yang akan mulai digelar hari Sabtu nanti.

Padahal jumlah seluruh kartu suara dari kedua kabupaten itu ada lebih dari 1,1 juta kartu suara. Maka besok pagi semua kartu suara itu akan diangkut dengan truk berkonvoi menuju kota Tallahassee. Konvoi truck yang dikawal mobil polisi lengkap dengan Tim Special Response akan menempuh jarak lebih dari 750 km dan diperkirakan akan memakan waktu 8 jam perjalanan. Selanjutnya kita tunggu saja apa yang akan diputuskan Mahkamah Agung Florida atas tuntutan Al Gore itu yang pasti prosesnya akan memakan waktu beberapa hari.

Sementara George Bush yang sudah sangat yakin bahwa dirinya yang telah dinyatakan menang di Florida dan karena itu berhak menjadi presiden terpilih Amerika ke-43, segera akan membuka kantor sementara di dekat Washington DC dalam rangka masa transisi pekerjaan kepresidenan.

Meskipun ada banyak proses peradilan yang sedang berjalan, sejauh ini tetap dijadwalkan bahwa pada tanggal 12 Desember adalah hari penunjukan anggota Electoral College yang jumlahnya di setiap negara bagian sebanyak jatah suara (electoral vote) masing-masing. Sebagai contoh negara bagian Florida yang mempunyai jatah suara (electoral vote) 25, maka akan memilih 25 orang anggota Electoral College dari Partai yang menang.

Selanjutnya pada tanggal 18 Desember, semua anggota Electoral College akan bertemu di wilayah negara bagian masing-masing untuk melakukan pemungutan suara atas siapa yang akan menjadi Presiden. Agaknya forum ini lebih merupakan formalitas atas hasil pemilu yang sudah dicapai.

Sebagai contoh, di negara bagian Louisiaana misalnya yang mempunyai jatah suara 9 dan dimenangkan oleh Partai Republik, maka akan dipilih 9 orang anggota Electoral College dari unsur Partai Republik. Kesembilan orang tersebut tentunya akan memilih George Bush sebagai presiden. Kecuali, jika ternyata ada anggota yang tiba-tiba mbalelo memilih Gore. Itu artinya pihak Partai Republik telah salah pilih orang.

Dengan demikian maka secara nasional hasil pemungutan suara dari semua Electoral College akan sama dengan jumlah jatah suara (electoral vote) yang sekarang telah dimenangkan oleh masing-masing Partai. Jadi kalau sekarang ini sudah diketahui bahwa Bush memperoleh 271 jatah suara, maka secara teoritis nantinya Bush juga akan memperoleh suara 271 dari hasil pemungutan suara Electoral College. Hasil inilah yang selanjutnya akan dibawa ke sidang Senat dan DPR pada tanggal 6 Januari untuk disahkan.

Bagaimana jika hingga tanggal 18 Desember nanti semua proses peradilan pemilu ini tak kunjung tuntas? Inilah yang sejauh ini saya belum tahu, lalu akan bagaimana status dari 25 jatah suara Florida yang hari Minggu yll. telah disahkan menjadi haknya Bush dan kini dipersengketakan oleh pihak Gore. Padahal 25 jatah suara itu akan menjadi kunci kemenangan bagi kedua belah pihak.-

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (30)

2 November 2008

Golden, 8 Desember 2000 – 23:00 MST (9 Desember 2000 – 12:00 WIB)

Perumpamaan saya beberapa hari yll. bahwa proses pemilihan presiden ini layaknya sampai di babak antiklimaks sebuah pementasan drama, ternyata kurang tepat. Hari ini justru terjadi klimaks yang berikutnya, ketika Mahkamah Agung Florida memutuskan untuk dilakukan penghitungan ulang secara manual atas seluruh kartu suara yang belum sempat dihitung oleh mesin penghitung, atau yang disebut dengan undervote. Tidak hanya di dua kabupaten bermasalah, melainkan di seluruh 67 kabupaten yang ada di Florida.

Hal ini terjadi karena adanya hasil pencoblosan yang tidak menghasilkan lubang sempurna, sehingga ditolak oleh mesin pembaca kartu suara. Sebelumnya kartu suara jenis ini dinyatakan tidak sah, tetapi Gore memperjuangkan agar dilakukan pemeriksaan dan penghitungan dengan tangan.

Keputusan yang oleh pers diistilahkan sebagai sebuah keputusan dramatis ini membuat kubu Gore gembira. Pihak Gore yang akhir-akhir ini oleh sementara pihak dinilai sudah nyaris terpuruk, kini pers menyebutnya dengan new live for Gore. Tentu saja keputusan dramatis ini disambut oleh pihak Gore dengan menyebutnya sebagai win for fairness and accountability, win for democracy.

Pihak Bush tentu saja tidak mau kalah dengan mengekspresikan kekecewaannya. Pihaknya menyebut keputusan ini sebagai sad for democracy, sad for nation, sad for Florida. Saling adu pernyataan dan komentar, malam ini bertebaran di berbagai media massa.

Serta merta pihak Bush segera mengajukan emergency petition melalui fax kepada Mahkamah Agung Amerika guna memblokir keputusan penghitungan ulang, yang menurut keputusannya akan segera dilakukan atas lebih 43.000 lembar undervote. Entah bagaimana caranya dan berapa waktu diperlukan untuk melakukan pekerjaan semacam itu.

***

Panitia pemilu Florida segera melakukan pertemuan guna menentukan standard yang jelas tentang bagaimana cara pemeriksaan dan penghitungan ulang secara manual kartu-kartu suara tersebut. Secepatnya besok hari Sabtu pagi proses itu akan segera dilakukan.

Associated Press, seperti dilansir CNN, mengemukakan selisih pengumpulan angka yang sangat tipis antara Bush dan Gore. Hingga malam ini, sementara Bush unggul hanya dengan selisih kemenangan 193 suara. Sebuah margin kemenangan yang membuat kedua kubu semakin deg-degan. Apapun keputusan pengadilan selanjutnya akan menjadi penentu bagi kemenangan salah satu pihak.

Gore sangat yakin, jika penghitungan ulang dapat terlaksana maka dia akan mampu mengungguli Bush. Demikian halnya pihak Bush tentu juga menyadari akan kemungkinan tersebut. Oleh karena itu Bush pun berjuang keras memblokir keputusan Mahkamah Agung Florida dengan melakukan upaya banding secepatnya melalui emergency petition ke Mahkamah Agung Amerika.

Maka perjuangan menuju Gedung Putih menjadi semakin mendebarkan, setidak-tidaknya bagi Bush dan Gore serta pendukung fanatiknya.

***

Sementara itu, hari Selasa tanggal 12 Desember nanti adalah jadwal yang telah ditentukan bagi DPR di negara bagian untuk menentukan utusan yang akan duduk dalam Electoral College. Selanjutnya para utusan itu akan bertindak sebagai pemilih dalam pemilihan presiden secara formal melalui lembaga Electoral College tersebut. Sedangkan hasil akhir di Florida belum dicapai.

Maka sesi khusus yang bersejarah akan digelar di DPR Florida guna memilih utusan untuk anggota Electoral College pada saat hasil akhir pemilu belum diketahui dengan pasti. Tentu saja terjadi pertentangan, terutama dari pihak Partai Demokrat (partainya Al Gore) menentang rencana itu, karena mayoritas anggota DPR Florida dipegang oleh Partai Republik (partainya George Bush).

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (31)

2 November 2008

Golden, 9 Desember 2000 – 23:00 MST (10 Desember 2000 – 12:00 WIB)

Pagi tadi panitia pemilu Florida sudah mulai menyeleksi kartu-kartu suara yang dinyatakan sebagai undervote, setelah prosedur pemeriksaan dan penghitungan ulang ditetapkan. Proses penyeleksian kartu-kartu suara tersebut ternyata cukup lama. Paling tidak memerlukan waktu delapan jam, sebelum mulai dilakukan pemeriksaan dan penghitungan ulang secara manual.

Kenapa demikian lama untuk melakukan seleksi kartu suara? Untuk menyeleksi kartu-kartu suara yang undervote ini mesti dilakukan proses ulang pemeriksaan dengan mesin atas seluruh kartu suara. Dari sana akan dihasilkan kartu-kartu yang ditolak (tidak terbaca) oleh mesin yang selanjutnya dinyatakan sebagai undervote. Begitulah ……., ternyata mesin komputer tidak “sepintar” yang kita duga.

Baru saja sekitar satu jam penghitungan ulang secara manual dimulai atas kartu-kartu undervote sore tadi, muncul keputusan dari Mahkamah Agung Amerika yang mengabulkan emergency petition dari Bush. Intinya, penghitungan ulang di Florida supaya disetop dulu, menunggu keputusan selanjutnya dari Mahkamah Agung Amerika. Lhadhalah…….

Saling adu argumen dari kedua belah pihak dijadwalkan akan dilakukan hari Senin nanti jam 11:00 pagi waktu Amerika Timur. Kembali, saat-saat mendebarkan melanda kedua belah pihak termasuk para pendukung fanatiknya yang kini mulai saling “berhawa panas” di luar gedung Mahkamah Agung.

Yusuf Iskandar