Posts Tagged ‘jogja’

Ngayogyakarta Hadiningrat

2 Januari 2011

Simbol Hamengku Buwono (HB) dari kraton Ngayogyakarta Hadiningrat — “Jogja Istimewa”

Nasi Bakar Wirosaban Jogja

25 Oktober 2010

“Nasi Bakar Wirosaban”, judul warungnya. Berlokasi di selatan RSUD Wirosaban Yogyakarta, berupa gubuk-gubuk sederhana di atas kolam.

Nasi bakar adalah nasi uduk + daun ubi dan kemangi dibungkus daun pisang lalu dibakar. Lauknya ikan nila kremes, juga ada gurami atau lainnya, bisa goreng/bakar. Harganya senada dengan kesederhanaan tampilan gubuk-gubuk dan fasilitasnya, alias murah-meriah-renyah. Rasanya tergolong oenak, buktinya saya habis dua porsi…

Yogyakarta, 19 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Halal-bihalal Ala Jogja

23 September 2010

Acara halal-bihalal (syawalan) memang lagi musimnya seiring datangnya musim hujan, diadakan mulai tingkat RT sampai Negara. Ada yang khas di Jogja. Acara ini selalu dimuati dengan ikrar halal-bihalal antara yang muda (kanoman) terhadap yang tua (kasepuhan). Ikrar tentang permohonan maaf dan pemberian maaf. Pokoknya apapun halal-bihalalnya (sepanjang bukan menghalal-bihalalkan segala cara), tradisi formalitas ikrar harus ada. Jogja biyyangeth…!

Yogyakarta, 19 September 2010
Yusuf Iskandar

Gempa Tengah Malam

16 September 2010

Jogja digoyang gempa malam ini jam 23:39 selama beberapa detik, tidak terlalu kuat, melainkan cukup mengagetkan…Bubu lagee…

(Menurut BMKG, gempa berskala 5,0 SR)

Yogyakarta, 12 September 2010
Yusuf Iskandar

Bakmi Jawa Mbah Arjo

10 Agustus 2010

Ibunya anak-anak kepingin makan bakmi jawa. “Ke bakmi Mbah Arjo saja yang dekat rumah”, katanya. Gerobak bakmi ini mangkal di penggal selatan Jl. Glagahsari, Jogja. Taste-nya standar saja.., tapi ya tetap saja enak..! Meskipun judulnya hanya minta ditemani, ya jelas rugi saya kalau tidak ikut makan, malah minta diimbuhi kepala ayam…

Yogyakarta, 5 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Jogja Macet

8 Juli 2010

Jogja muacet parah hari ini…, ada pembukaan Muktamar Muhammadiyah. Jika kebetulan sedang liburan ke Jogja, ada baiknya hindari dulu pusat kota, daripada anti Anda berbunyi-bunyi…, kecuali otot dan syaraf sabar Anda cukup terlatih

Yogyakarta, 3 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Udan Salah Mongso

8 Juli 2010

Baruuu… saja saya tilpun-tilpunan dengan seorang teman sambil nglaras di teras, cerita tentang kota Jogja yang puanas terik sejak beberapa hari terakhir. Eh, lha ditinggal minger (beringsut) ke belakang sebentar kok tahu-tahu berawan guelap lalu hujan dueras.

Udan salah mongso (hujan salah musim)… Jangan-jangan ini hujan “rekayasa” Tuhan, untuk mengalihkan perhatian umat dari kasus “mirip” Ariel ke kasus yang lebih produktif fiddunya wal-akhirah (dunia-akherat)…

Yogyakarta, 2 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Asal Ke Jogja

11 Juni 2010

Sengaja aku datang ke kotamu
lama kita tidak bertemu
ingin diriku mengulang kembali
berjalan2 bagai tahun lalu

Begitu seorang teman lama yang kini kerja di perusahaan minyak, tinggal di Jakarta, menyanyikan lagu jadul “Sepanjang Jalan Kenangan”, di Banaran Cafe Jogja. Tiap kali ada program kursus dari perusahaan, dia memilih yang ke Jogja…. Pokoknya Jogja, tidak peduli kursus apapun, bahkan kalau itu menjahit atau bikin kue… Asal ke Jogja!

Yogyakarta, 3 Juni 2010
Yusuf Iskandar

***

Syair lagu “Sepanjang Jalan Kenangan” karya A. Riyanto :

Sengaja aku datang ke kotamu
Lama kita tidak bertemu
Ingin diriku mengulang kembali
Berjalan-jalan bagai tahun lalu

Sepanjang jalan kenangan
Kita selalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan
Kupeluk dirimu mesra
Hujan yg rintik-rintik
Di awal bulan itu
Menambah nikmatnya
Malam syahdu

Masuk Halaman Kraton

7 Mei 2010

30 tahun menjadi orang Jogja, baru tadi pagi sempat masuk ke halaman Kraton… Ya, halamannya saja, karena tujuan saya bukan berkunjung ke Kraton melainkan ada kepentingan untuk menemui GBPH H. Prabukusumo, Kepala Kraton. Lalu sowan ke ndalem-nya (rumahnya), tidak ketemu. Akhirnya berhasil bicara lewat tilpun. Misi belum selesai, tapi sudah ada petunjuk untuk ditindaklanjuti…

Yogyakarta, 6 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Hingga Tetes Penghabisan

7 Mei 2010

Jogja hujan deras sejak siang. Seperti kata pepatah: Biarkan hujan mengguyur airnya nggak habis-habis, para pengupy tetap bergeming menikmati sensasi ‘theeeng’ hingga tetes penghabisan dan enaknya (juga) nggaaak habis-habis…

Yogyakarta, 5 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Semakin Panas Di Jogja

3 Mei 2010

Jogja panas sekali siang ini. Makin panas karena ditawari mengambil alih bisnis yang sedang berkembang yang harganya em-eman. Lebih panas lagi saat mengotak-atik bagaimana caranya agar bank mau meminjami uang dengan agunan bisnis itu sendiri, alias saya mau mengambil bisnisnya tapi sebagian besar resiko saya pindahkan ke bank…

Yang sudah-sudah kalau kepanasen begini obatnya ya ngopi, ngudut, njuk dipikir karo turu… (dipikir sambil tidur). Mayday! Mayday! Mayday..!

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ora Nggenah

23 April 2010

Sedang berkendara di lajur jalan searah, di Jogja. Tahu-tahu ada pengendara motor melaju cukup kencang melawan arus.

Istriku nggrundel: “Piye to kuwi, wong kok ora nggenah” (Gimana sih itu, orang kok ngawur). Aku berkomentar: “Berani taruhan, kalau orang itu ditanya apa cita-citanya, pasti ingin menjadi orang sukses…”. Sesaat kulanjutkan: “Ya sukses menjadi wong ora nggenah itu tadi, atau sukses dengan cara ora nggenah…”

(ora nggenah = ngawur/nggak bener)

Yogyakarta, 22 April 2010
Yusuf Iskandar

Kopi Dingin

5 April 2010

Pagi-pagi bikin secangkir kopi panas, pilihan pada kopi Amungme. Belum sempat kuhabiskan, keburu berangkat pergi melayat. Kopi lalu kusimpan di kulkas.

Siang-siang kuminum itu kopi dingin. Wow, lha kok mak nyusss…, hoenak tenan! Apalagi ditambahi sedikit es batu. Cuaca Jogja yang siang itu surya bermandi sinarnya, seolah-olah tiba-tiba redup langit kelam, perasaan sejuk wal-menyegarkan. Sumprit…, saya tidak sedang mendramatisasi, tentang kopi dinginnya.

Yogyakarta, 4 April 2010
Yusuf Iskandar

Purnama Di Kala Subuh

2 April 2010

Langit Jogja cerah subuh ini. Pulang subuhan duduk-duduk sebentar di depan rumah. Menyaksikan bulan purnama yang mulai condong ke barat. Kalau tidak tertutup awan, mestinya tadi malam tepat di atas kepala. Indah sekali, seperti tak ingin aku berpaling menatapnya.

Kucoba mengingat-ingat, kapan terakhir aku menyaksikan yang seperti ini, namun ingatanku tak setajam kesadaran jiwaku… Rabbana ma kholaqta hadza bathila (Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dg sia-sia…..)

Yogyakarta, 1 April 2010
Yusuf Iskandar

Kipo, Makanan Khas Kotagede Jogja

25 Maret 2010

Kipo, makanan khas Kotagede, Jogja. Terbuat dari ketan, dibentuk kecil-kecil, diisi adonan kelapa-gula, ditaruh di atas daun pisang, dipanggang, dibungkus, dijual @Rp 1000,- per bungkus isi 5 biji.

Di Kotagede tidak banyak yang masih setia sebagai pengrajin makanan khas ini. Di antara yang sedikit itu, sebutlah Bu Djito, Bu Muji dan Bu Amanah, di kawasan Jl. Mondorakan. Rasa dan taste-nya memang khas, walau di kota lain juga ada makanan sejenis.

Yogyakarta, 24 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Mainan Baru Bernama “Free Style”

17 Maret 2010

Sudah dua Harpitnas tahun ini anak lanang tidak kasak kusuk merencana untuk mendaki gunung seperti biasanya. Rupanya lagi asyik dengan mainan barunya. Namanya ‘free style’, turunan dari basket-ball, yang kedengaran asing di telinga manusia jadul seperti ortunya, sebab dulu tidak dikenal di jaman ortunya muda. Tinggal menjadi tugas manusia jadul itu untuk menjaga agar anaknya tetap keep on the right track demi melihat gelagat “sekolah kok jadi nomor dua…?”

***

Di stasiun KA Lempuyangan Jogja, mengantar anak lanang (15,5 tahun kurang dikit) berangkat ke Jakarta bersama tim ‘free style’-nya. Pamitnya mau rekaman untuk acara ‘Gong Show’, lalu ikut audisi ‘Indonesia Mencari Bakat’.

Ugh…! Kali ini ortunya benar-benar harus berperan menjadi manusia jadul…, tidak bisa pethakilan turut partisipasi, selain merestui dan nyangoni donga (+ rupiah tentu saja): “Hati-hati dan sukses yo le…!”.

(Le : adalah sapaan akrab masyarakat Jawa ndeso untuk anak lelakinya)

Yogyakarta, 15 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Gempa Rutin

17 Maret 2010

Rupanya info gempa 4 SR di Jogja beberapa hari yll, dapat membangkitkan trauma bagi seorang teman di tempat lain. Kepada temanku itu lalu saya pesankan (menirukan himbauan ‘normatif’ petugas BMKG): “Itu gempa rutin dan kecil saja, tidak perlu cemas” (Tapi di dalam hati sebenarnya saya terjemahkan himbauan itu menjadi: “Cemaslah kalau itu gempa buesar, karena ketika hal itu terjadi, rumah sampeyan sudah telanjur pada rubuh…”)

(SR : Skala Richter)

Yogyakarta, 14 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Gempa Petang Di Jogja

13 Maret 2010

Sedang asyik-asyiknya dzikir habis maghrib di masjid, tiba-tiba terjadi gempa cukup keras dan mengagetkan, di Jogja. Sebentar saja, sekitar 3 detik. Tapi… Waspadalah! Waspadalah! Bencana terjadi bukan hanya karena niat (Maha) Pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan (Karena itu tutuplah peluang timbulnya kesempatan itu, dengan “berbaik-baik” kepada Sang Maha Pelakunya…)

Yogyakarta, 11 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

Gempa di Jogja kemarin petang, tepatnya pukul 18:27 WIB, 4 skala Richter, berpusat di tenggara mBantul. Menurut BMKG Jogja, agar warga tidak perlu cemas, wong gempa seperti ini terjadi setiap hari, hanya kemarin itu skalanya sedikit lebih besar sehingga agak terasa getarannya. Yen tak pikir-pikir….semua juga begitu. Asal jangan nanti terjadi gempa rutin, tapi ketika itu skalanya 8,9 Richter…..

Yogyakarta, 12 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Suatu Siang Di Jogja

9 Maret 2010

Siang panas terik di Jogja, lapar berat, capek, mampir warung soto ‘komboran’ di bawah pohon pinggir jalan + es jeruk, cukup Rp 5000,-. Keluar dari warung ada tukang asinan (perlu diketahui, di Jogja jarang ada yang jual asinan), makan lagi sambil duduk di pinggir jalan, cukup Rp 6000,-. Ngasih tukang parkir uang lebih dengan pesan: “Habis ini nyoto pak”. Tukang parkir pun matur nuwun berkepanjangan.. Ugh, hidup itu kan sekedar nunut nyoto

Yogyakarta, 8 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Lepas Saja Bajumu

2 Maret 2010

Beberapa hari terakhir ini cuaca Jogja ngudubilah poanasnya. Menjalani waktu siang di dalam mobil yang AC-nya agak kurang sehat, istriku mengeluh: “Wah, hawanya poanas dan sumuk tenan yo…(sangat gerah)”.

Sambil tetap nyopir, pura-pura cuek, sedikit melirik, aku pun berkomentar: “Kalau kepingin tidak sumuk ya lepas saja bajumu…! Mumpung masih bisa, karena di neraka nanti nggak akan sempat…”.

Yogyakarta, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar