Posts Tagged ‘jazz’

Tentang Cinta Sejati

7 April 2010

Pengantar:

Berikut ini adalah kutipan dari status saya di Facebook tentang cinta sejati (sebagai respon atas status beberapa teman tentang topik yang sama), yang saya ungkapkan dari sudut pandang berbeda melalui penggalan-penggalan cerita puuendek. Sengaja tidak sekaligus saya tuliskan rangkuman penafsiran di balik cerita-cerita ini. Silakan Anda membuat penafsiran menurut pemahaman Anda.

***

(1)

Istri saya lagi nonton acara ‘Take Me Out Indonesia’. Tiba-tiba bertanya:

Cinta sejati kuwi sing piye to?“. Pertanyaan tak terduga membuat saya diam agak lama.
Jawabku kemudian:
Wah, yo embuh..! Yang saya tahu adalah bahwa kita sedang berada di tengah perjalanan, di tahun ke-20, untuk menjawab dan membuktikan tentang cinta sejati itu”.

Jika hari ini ada 1 milyar orang di dunia sedang berkoalisi cinta, maka 20, 30, 40, 50 tahun yang akan datang akan ada 1 milyar pemahaman berbeda tentang cinta sejati.

(2)

Menerima dan menyanjung kelebihan seseorang seringkali lebih mudah dilakukan. Bahkan saking lebihnya malah diecer-ecer ‘disedekahkan’ sepanjang jalan. Tapi tidak demikian dengan kekurangannya, tidak setiap orang siap ‘berkorban’ nombok untuk menutupnya. Salah-salah malah nggrundel sepanjang hayat, bukan berjuang menutup kekurangnnya, melainkan justru memperbesarnya. Maka proses pembuktian cinta sejati pun makin terseok separti mobil Jazz mendaki sungai kering…

Yogyakarta, 10 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(3)

Tahun 1980 saya pernah nonton film di bioskop Rahayu Jogja (sekarang sudah almarhum). Judulnya, kalau nggak salah: ‘Window of the Sky’. Ada sepenggal dialog indah, bunyinya: “True love is beautiful, so if you feel touched, don’t be ashame to cry” (cinta sejati itu indah, jika kamu merasa terharu, jangan malu untuk menangis). Cuma saya heran sendiri, bukan tentang true love-nya, tapi kata-kata itu kok masih teringat, sedang hafalan P4 saja sudah bubar dari kepala..

(P4 adalah pelajaran tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, di jaman Orde Baru)

Yogyakarta, 11 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(4)

Lebih baik aku kau bunuh dengan pedangmu
Asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu
kata penyanyi gambus di televisi sambil jingkrak-jingkrak…

Yen tak pikir-pikir (mumpung pikiran lagi waras..), cinta yang dapat membunuhku itu rupanya datang dari penunggang kuda yang asapnya tak gendong ke mana-mana, yang untuk mendapatkan cinta itu aku harus ber-‘transaksi’ membelinya…

(5)

Padahal di mana-mana cinta hasil ‘transaksi’ itu dijamin pasti luntur, bukan cinta sejati, tidak tulus, rentan terhadap kepentingan, dan… dapat membunuh itu tadi. Termasuk cinta yang tumbuh karena ‘rasa’… (sampai-sampai perlu minta kepada Tuhan hidup satu kali lagi…), ya… rasa asap tembakau maksudnya (Ugh-uk, ugh-uk, terdengar seperti burung hantu, suaranya merdu…)

Yogyakarta, 12 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(6)

Sering kudengar: “Habis sudah, batas kesabaranku!”. Lha memang garis batas kesabaran itu ada dimana? Yang saya tahu jelas batasnya itu ya garis finish, garis polisi, atau mall GVJ (Garis van Java). Tapi kata Thukul: “Sabar itu nggak ada batasnya…” (ini Thukul yang bilang lho!), ketika merespon Anang (mantannya KD) yang sedang penasaran karena merasa habis batas kesabarannya, saat sedang di tengah jalan membuktikan cinta sejati-nya..

(KD : penyanyi Krisdayanti)

Yogyakarta, 13 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(7)

Ketika hendak pergi maghrib-an ke masjid, kupamiti istriku dan kutanya:

“Minta didoain, nggak?“.
Istriku menjawab: “Jelas no…”.
Lalu kataku: “Sini ongkosnya!”.
Jawab istriku: “Ya nanti malam…”.

Inilah jenis ‘transaksi’ perkecualian dari cinta yang dapat membunuh, melainkan rangkaian bunga yang akan menghiasi dan mengharumi lintasan perjalanan panjang yang sedang kami arungi… (Apakah malamnya ongkos jadi dibayarkan? Itu soal lain)

Yogyakarta, 14 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(8)

Seseorang kirim email kepadaku. Dengan nada nelangsa bercerita yang intinya bahwa kekasihnya sekarang ada di US dan ingin sekali dia menyusulnya kesana pada suatu saat, sementara sekarang baru bisa berharap, bermimpi… Bagaimana ya caranya untuk bisa kesana?

Kali ini saya menghindar menjawab dengan nada canda, tapi saya ingin memotivasinya dengan mengatakan: “Bersungguh-sungguhlah dengan harapan dan mimpimu, pada saatnya kelak cinta sejati kalian akan membuktikan selebihnya…”

Yogyakarta, 15 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(9)

Seorang kenalan yang sudah belasan tahun mengarungi bahtera rumah tangganya, bercerita: “Kalau di rumah sedang tidak ada kesibukan, mending saya pergi keluar. Karena di rumah kalau saya ada salah sedikit saja istriku suka bernyanyi dan suaranya keras sekali. Nggak enak sama tetangga”.

Saya membenarkan, karena bagiku kedengaran seperti sebuah perjuangan untuk mempertahankan bahtera cintanya. Hanya dalam hati saya berharap, semoga perginya itu bukan untuk mengaudisi penyanyi baru…

Yogyakarta, 16 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(10)

Sebagai penganut Islam, saya mempelajari bahwa sesama muslim itu bersaudara, satu sakit yang lain turut merasakan… Saya juga memplajari bahwa sebagai bukti cinta pada Tuhan (dan RasulNya), maka selalu menyebut namaNya seperti melantunkan ‘nothing compare to You’… Saya juga memplajari bahwa doa dan pujian selalu tertuju padaNya (dan RasulNya) tanpa diminta……

So, bukankah yang demikian itu adalah referensi dan refleksi dalam membangun cinta sejati di dunia?

Yogyakarta, 17 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(11)

Sedih hatiku, mulai hari ini aku di-PHK dari jabatan ‘sopirintendant’ gara-gara ‘boss’ dan putrinya sudah bisa nyopir sendiri. Pangkatku turun jadi sopir tembak, diminta nyopir hanya kalau sedang dibutuhkan saja… Yo wis, disyukuri saja.

Tapi sumprit.., jangan ada yang menyarankan cari ‘boss’ baru. Telanjur sudah tujuh samudra kusebrangi, tujuh gunung kudaki, tujuh gua kutelusuri, insya Allah ku tak ingin pindah ke lain ‘boss’…

Yogyakarta, 20 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(12)

I LIKE MONDAY…karena pada saat fajar menyingsing saya suka membuat keputusan STI (strategis tapi indah) dimana ruh penghambaan saya bermetamorfosis untuk membatalkan diri sebagai manusia ‘sunnah’ (ibadah personal puasa Senin) berubah memjadi manusia ‘wajib’ (ibadah kolektif bersama ‘boss’ saya…). So, setiap kali keputusan metamorfosis itu harus dibuat, maka pertimbangannya harus dalam rangka mengutamakan yang ‘wajib’ ketimbang yang ‘sunnah’…

Yogyakarta, 22 Maret 2010
Yusuf Iskandar

***

(13)

Ketika karakter fisik dan materi tidak lagi menjadi ciri bagi modus eksistensi untuk MEMILIKI (to have), melainkan berganti untuk MENJADI (to be), maka di sanalah cinta sejati tumbuh subur. Masing-masing akan berjuang untuk menyatu saling MENJADI, sebab kalau hanya saling MEMILIKI maka yang dimilikinya itu sangat rentan untuk diganti, ditukar, diubah, dimodifikasi, direkayasa, diakalin, diplekotho…(terinspirasi oleh Eric Fomm).

Yogyakarta, 23 Maret 2010
Yusuf Iskandar

(Note : Yang saya maksud dengan ‘boss’ adalah ibunya anak-anak alias mantan pacar alias istriku tercinta)

Iklan

Jazz-ku (Tidak Jadi) Opname

2 Maret 2010

Jazz-ku (tidak jadi) opname… Tapi buah dari pemerkosaan nanjak ke Dieng dua hari yll, menyebabkan ada alat (part) vital yang harus diganti. Sial, harganya cukup membuat dompet seperti ‘tak sobek-sobek’. Jadi takut berterus terang sama ‘boss’. Takut dinina-bobo dengan nyanyiannya. Huuuuu…, “Maaf ‘boss’, sopirmu siap mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tak senonoh dua hari yll…”

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Rayuan Pulau Kelapa

2 Maret 2010

Sambil menunggu service Jazz, ada yang nawarin mencoba kursi yang bisa memiijat sendiri. Kalau urusan coba-mencoba gratis semacam ini harus ekstra waspada ‘terperangkap’ dalam bujukan sang sales yang memang sudah dilatih untuk menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa.

Sebelum mencoba alat genit itu saya sudah mantapkan niat, walau mentari terbit dari utara saya tetap tidak akan beli. Maka ketika sales tanya: “Jadi diantar kapan pak”. Saya jawab: “Saya mau sholat istikharah dulu…”.

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Ilmu Preman

2 Maret 2010

Baru pagi ini, usai sepedaan, saya sempatkan ngguyang Jazz. Lha kok ndilalah ‘boss’ saya ikut-ikutan inspeksi. Sambil duduk dari kejauhan lalu komentar: “Kelihatannya itu ada goresan baru. Kemarin ngegores lagi ya…”. Aku menjawab dengan serius sambil njenggureng : “Mungkin…!”. Dalam hati aku ketawa berhasil menerapkan ilmu preman pengecut, sudah tahu salah tapi malah nesu (marah)…

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Antara Jazz Dan Purwaceng

25 Februari 2010

Akhirnya sampai juga ke Batur, Dieng. Mau cari jalan tembus malah jadi enggak karuan rutenya, ternyata saya melalui jalan desa bak sungai kering. Lewat tengah hutan, hujan, sendiri, ‘Jazz’-ku sampai teriak-teriak saya perkosa nanjak lewat jalan batu. Benar-benar memacu adrenalin. Agar lebih hot (maklum, cuaca dingin berkabut), sampai Dieng ditambah dopping dengan segelas purwaceng… Malam ini bakal ruarrr biasa…..ngantuknya.

Dieng – Wonosobo, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Dari Kendal Ke Dieng

25 Februari 2010

Hari ini menjajal trayek: Kendal – Batang – Subah – Bandar – Batur – Dieng – Wonosobo. Rute ini belum pernah saya lalui. Mudah-mudahan kondisi jalan layak untuk didaki dengan ‘Jazz’. Kalau ternyata tidak? Lha ya balik lagi. Gitu aja kok repot…! Maka agar Jazz kuat mendaki, sopirnya berhenti dulu makan sate kambing ‘Bu Tris’ (Bu Tris ini bukan nama kambing) di Banyuputih, Batang.

Banyuputih – Batang, 22 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Lafayette : Gumbo, Crawfish dan Alligator

12 November 2008

Sekedar tambahan informasi tentang makanan khas daerah Lafayette dan Louisiana selatan umumnya :

gumbo3bg_122499_rGumbo : adalah masakan khas masyarakat Cajun yang tinggal di daerah Lafayette dan sekitarnya, atau umumnya kawasan Louisiana bagian selatan. Orang Louisiana bilang, ini sayur sup tapi merupakan campuran ada sayurnya, ada daging atau seafood-nya, ada tepungnya, ada pedas-pedasnya, sehingga menjadi kental dan nglentrek-nglentrek. Lidah Indonesia akan bilang enak kalau sedikit, kalau banyak jadi nuuuek….

crayfish
Crawfish : adalah jenis seafood yang banyak dijumpai di daerah Louisiana bagian selatan. Sebenarnya juga ada di daerah lain, tetapi Louisiana adalah penghasil terbesarnya baik dari hasil budidaya maupun yang liar di rawa-rawa. Binatang laut
ini berbentuk seperti udang tetapi di kepalanya mempunyai capit seperti kepiting atau rajungan atau karakah. Bagi yang suka seafood, pasti akan menyukainya. Rasanya ya seperti campuran antara udang dan kepiting. Bagi yang belum pernah mencicipinya, bisa dicoba sendiri di rumah : makan udang dan kepiting bersama-sama ….(sebaiknya dimasak dulu, agar tidak terjadi pertempuran di dalam perut).

800px-two_american_alligators_r

Selain itu ada alligator : adalah sejenis buaya yang umum dijadikan bahan makanan dan banyak dijual di restoran. Hewan ini banyak dijumpai di rawa-rawa Amerika sebelah selatan. Selain Louisiana, juga di Texas hingga ke ujung timur Florida. Bentuk binatang ini sepintas sama persis seperti buaya (crocodile). Sama-sama menakutkan. Bedanya : buaya umumnya bisa tumbuh lebih besar dan lebih agresif (apalagi yang jenis buaya darat). Sedangkan alligator relatif tidak sebesar buaya dan (katanya) agak kurang agresif. Meskipun demikian, kalau Anda ketemu binatang sejenis ini di jalan, lebih baik tidak usah mendeskripsi ini buaya atau alligator. Cepat-cepat saja kabur….

Musik tradisonalnya disebut zydeco, semacam jenis musik campuran antara irama jazz, dixie dan country, dengan instrumen terompet (bukan saxofon) dan akordion mendominasi.

zydeco_players

Adalah Pak Suseno (sering dijuluki lurahnya orang Indonesia di Lafayette), beliau orang Malang yang sudah malang-melintang di sektor non-formal di Louisiana sejak lebih 20 tahun yll. Beliau pernah bekerja di Tembagapura sewaktu tambang Freeport masih tahap konstruksi. Lalu kecantol dengan cewek bule yang kebetulan anak seorang expatriate yang juga bekerja di Freeport. Akhirnya menikah dan pindah ke Amerika hingga kini. Pak Seno ini sesekali hadir dalam pertemuan perhimpunan masyarakat Indonesia-Amerika, New Orleans.

Adalah Ibu Erlie Boerhan yang pernah tampil mengisi acara hiburan dalam rangka perayaan HUT kemerdekaan RI tahun 2000 yll di New Orleans. Waktu itu masyarakat Indonesia-Amerika mengadakan perayaan 17-an dan beliau bersama kelompok tarinya menyajikan tari Bali.

Silahkan bernostalgia, bagi mereka yang pernah tinggal di Lafayette atau di daerah sekitar-sekitar Louisiana.

Salam,

New Orleans, 7 Maret 2001
Yusuf iskandar