Posts Tagged ‘internet’

ML Lagi…

14 Juni 2010

Wooo… Malam Jum’at Kliwon… ML (mati lampu). “PLN, you’re really not a play blass... (Sampeyan ki gak main blass)!”. Lagi cari-cari referensi di internet belum sempat dikopi-paste malah dimatikan aliran listriknya. Benar-benar nggak mutu…, ya mutu ding, tapi rendah… [Re: http://www.berbunyi-bunyi.com]

Yogyakarta, 10 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Maaf, Saya Ke Papua Tanpa Pamit

3 April 2009
Tembagapura, Papua (Foto : Widodo Margotomo)

Tembagapura, Papua (Foto : Widodo Margotomo)

Mohon maaf, blog ini saya tinggalkan selama tiga minggu karena pergi ke Papua tanpa pamit. Semula saya pikir saya akan mudah mengakses internet di sana. Tapi rupanya saya mengalami beberapa kendala non-teknis yang menyebabkan saya tidak bisa meng-update Catatan Perjalanan saya, praktis selama sebulan.

Tepatnya, dari tanggal 10-31 Maret 2009 saya jalan-jalan ke Papua, tepatnya ke kota Tembagapura dan Timika. Perjalanan ini terlaksana atas undangan teman-teman saya yang bekerja di PT Freeport Indonesia, sebuah perusahaan tambang tembaga dan emas. Ini mirip-mirip perjalanan nosalgia, karena saya pernah bekerja di sana selama periode tahun 1995 hingga 2004.

Selama berada di Tembagapura dan sekitarnya yang lokasinya berada naik-turun di ketinggian antara 2000 – 2400 m di atas permukaan laut, saya mengalami keterbatasan mengakses internet. Fasilitas internet milik perusahaan sangat terbatas. Sementara fasilitas internet yang selama ini saya gunakan, yaitu IM2 dan Smart ternyata tidak dapat saya gunakan karena rupanya hanya sinyal Telkomsel saja yang “berani” naik gunung. Walhasil, saya hanya bisa membuat catatan-catatan kecil yang Insya Allah akan saya posting menyusul.

Itu alasan pertama. Alasan keduanya, meskipun saya ke sana dalam rangka jalan-jalan, tapi acara jalan-jalan itu terlaksana akibat dari sebuah komitmen. Maka saya berkewajiban menjaga amanat penderitaan komitmen. Sekali sebuah komitmen dibuat, maka semestinya siap dengan segala konsekuensi yang terjadi, termasuk kesibukan yang seringkali baru selesai hingga malam. Komitmen yang terbingkai dalam acara jalan-jalan dibayarin.

Masih ada alasan ketiga, yaitu bahwa selama di sana saya sering diundang oleh teman-teman lama saya untuk sekedar diajak berbagi tentang pengalaman saya bagaimana mengisi waktu setelah tidak lagi menjadi pegawai alias pensiun alias pengangguran. Teman-teman saya ingin tahu bagaimana saya memulai dan merintis bisnis atau berwirausaha. Tentu saja acara ini hanya bisa dilakukan saat malam hari di sisa waktu yang ada.

Demikian, kini saya kembali ingin melanjutkan catatan-catatan dan dongengan apa saja untuk sekedar berbagi unek-unek, pengalaman, info, curhat, termasuk cerita-cerita yang tidak seberapa bermutu, sekedar sebagai bacaan yang (mudah-mudahan) menghibur kepada siapa saja yang menyukainya. Salam….    

Yogyakarta, 3 April 2009
Yusuf Iskandar

Surat Dari Australia

16 Februari 2008

(4).    Mengakses Internet Di Perpustakaan Umum

Obat flu yang saya beli kemarin agaknya cukup manjur, setidak-tidaknya hari ini kondisi badan saya terasa ada perbaikan. Belum sembuh benar memang, masih bolak-balik mesti buang ingus, tapi nggreges-nya sudah mereda.

Hari ini baru terpikir oleh saya untuk mencari dimana kira-kira saya bisa mengakses internet untuk membuka email, setelah beberapa malam ini saya tidak berhasil on-line dengan laptop saya dari rumah. Mau mengakses email pribadi dari kantor berlama-lama pinjam komputer orang kok ada perasaan tidak enak. Akibatnya beberapa catatan yang sudah saya siapkan menjadi tertunda pengirimannya.

Sebelum pulang ke rumah sore tadi saya coba untuk datang ke Perpustakaan Umum yang ada di kota Parkes. Kebetulan sekali, ternyata di sana tersedia komputer yang dapat disewa untuk mengakses internet. Biayanya A$ 2.50 (sekitar Rp 12.000,-) per setengah jam dan harus membayar di muka. Sewanya dapat diperpanjang hanya jika tidak ada pengguna lain yang menunggu.

Kebetulan lagi, ternyata selewat setengah jam memang tidak ada orang lain yang akan menggunakan internet. Barangkali karena sudah agak malam yang bagi kota ini selepas matahari terbenam sudah tampak sangat sepi dan sepertinya kehidupan hari itu sudah berhenti. Bahkan hingga lebih satu jam saya masih bisa melanjutkan menggunakan komputer. Ketika pulang, ternyata saya tidak diminta untuk membayar biaya  tambahannya. Ya syukur.

Akhirnya beberapa nomor lanjutan catatan “Perjalanan Pulang Kampung” yang tertunda untuk saya kirimkan, malam ini dapat saya posting. Akan tetapi justru catatan “Surat Dari Australia” ini malah tadi malam saya lupa untuk memindahkannya ke disket sehingga tadi tidak terikut saya kirimkan. Mudah-mudahan besok atau besoknya lagi saya akan dapat mengirimkannya.

Parkes, 3 Agustus 2001
Yusuf Iskandar