Posts Tagged ‘imam’

Menjadi “Sopir Tembak”

14 Agustus 2010

Usai tadarus malam ini lalu ML (melamun dan leyeh-leyeh) merenungi nasib seharian ini menjadi “sopir tembak”… Menjadi imam Subuh/kultum dadakan di mushola kampung; imam Maghrib di pesantren karena imam aslinya entah kemana; imam Isya’/tarawih/kultum di masjid satunya lagi karena petugas aslinya tidak hadir…

Berbeda dengan siangnya menjadi sopir ‘boss’ saya yang jadwalnya jelas plus dapat bonus yang nilainya khoirum-min (lebih baik dari) seribu sopiran…

Yogyakarta, 12 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Hilang Lagi Tahajudku

11 April 2010

Waduh, terlambat bangun aku. Padahal sebelumnya sudah bangun tapi ketiduran. Baru terbangun lagi saat kumandang panggilan subuh menyisakan ujungnya. Hilang lagi tahajudku.

Bergegas ambil air wudhu,
bersegera menutup pintu dan pagar,
cepat-cepat berjalan menuju masjid,
tidak lama sudah iqomah

Ternyata imam yang biasanya, absen. Diminta aku menggantikan jadi imam. Dengan suara masih kedengaran seksi. Serak-serak bangun tidur, belum sempat seteguk-dua air putih membasahi.

Yogyakarta, 10 April 2010
Yusuf Iskandar

Gerimis Subuh

7 April 2010

Gerimis subuh
nyanyian geluduk jauh di angkasa
daun-daun basah
mengganti titik embun yang entah kemana perginya pagi ini

Sebagian penghuni bumi menarik selimutnya
tinggi-tinggi
rapat-rapat
seolah tak mau terusik
padahal pagi basah sudah lama tak mereka jumpai

Imam subuh itu absen pagi ini
harus ada yang mengganti
lengkap dengan qunut seperti selama ini
meski tidak biasa bagi si penggganti
seperti tak biasanya gerimis subuh menghapus jejak langkah para jamaah
seperti tak biasanya burung-burung kecil bercericit oleh sayapnya yang basah

Gerimis subuh
makin deras
gemericik air terdengar bak harmonisasi musik pagi
mengantarkan sepenggal-dua tilawah ayat suci

Hening
damai
menyejukkan hati yang gundah
menentramkan jiwa yang gelisah
sebab tak yakin apakah esok masih ada kesempatan dimiliki
menjumpai gerimis subuh seperti pagi ini

Yogyakarta, 7 April 2010
Yusuf Iskandar

Imam Subuh (2)

27 Maret 2010

Masih tentang imam sholat subuh yang pernah saya ceritakan. Qunut dan doa usai sholatnya poanjang, diucapkannya cepat sekali seperti dikejar anjing, tapi suaranya nyaris tak terdengar. Jamaah hanya bisa ‘pasrah’ mengamini. Jangan-jangan Tuhan pun ‘bingung’: “Apa sih yang kalian minta itu?”. Mau diingatkan, takut imam muda itu ngambek tidak mau jadi imam lagi. Ah, mudah-mudahan Allah swt. ‘berkenan’ membaca statusku ini lalu menyampaikannya kepada sang imam.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Imam Subuh (1)

25 Maret 2010

Imam sholat subuh itu masih muda belia, khusyu’ dan bacaannya bagus. Tapi sayang, volume suaranya terlalu lemah sehingga makmumnya kesulitan mengikuti ucapan imamnya. Gerakannya pun kurang lincah, cenderung menjadi ogah-ogahan

Padahal seorang imam (pemimpin) itu mestinya bicaranya keras, tegas dan jelas, walau tidak berteriak-teriak. Tindakannya juga harus gesit dan terarah, agar jamaah yang dipimpinnya pede untuk bersama memikul senjata dan mengayun cangkul.

Yogyakarta, 25 Maret 2010
Yusuf Iskandar