Posts Tagged ‘harian’

Info Korupsi

12 November 2008

Seorang teman di Indonesia mengirimi saya majalah Tempo layak baca. Ada sebuah artikel yang menarik perhatian saya, berjudul : “Koruptor Mati, Hiduplah Korupsi”, yang diturunkan dalam edisi 13-19 Maret 2000 yang lalu. Pertama, karena di jaman reformasi ini ternyata kasus-kasus beraroma korupsi yang dulu sepertinya tertutup-tutupi, sekarang ini menjadi lebih transparan dan terbuka untuk umum (meskipun ujung-ujungnya ya balik tertutup lagi). Kedua, semakin mudah terbukanya kasus-kasus korupsi itu, semakin terbuka pula demikian mudahnya untuk tertutup lagi. Ketiga, kelihatannya sudah tidak perlu lagi bisik-bisik untuk menuding kasus korupsi, lha wong memang sudah jelas-jelas terjadi (setidak-tidaknya demikian menurut berita media massa).

Ada cerita lain dengan apa yang saya jumpai di sini, setidak-tidaknya di New Orleans. Sejak setahun terakhir ini, entah sudah berapa puluh kali saya jumpai iklan berhadiah di harian “The Times-Picayune”, yang menjanjikan hadiah sampai US$ 100,000 (kira-kira senilai dengan Rp 750 juta) jika Anda punya info tentang perbuatan ilegal, antara lain korupsi, atau perbuatan tidak etis yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah.  Iklan dua kolom itu dipasang oleh The Metropolitan Crime Commission (MCC), yaitu sebuah kelompok LSM yang sangat gencar mengkampanyekan tentang kehidupan pemerintahan yang bersih.

Menurut informasinya, selama lima dekade terakhir ini sebenarnya MCC seperti tidak punya gigi, tidak punya popularitas, dan dianggap enggak ada apa-apanya. Namun tahun-tahun terakhir ini telah berkembang menjadi institusi di luar pemerintahan yang menanjak popularitasnya, cukup bikin kesal (baca : disegani) oleh terutama kalangan hakim dan sheriff, karena memang banyak menyisir polah tingkah dunia peradilan dan kepolisian. Tidak mengherankan kalau keberadaan MCC sempat mengundang cemoohan dari kedua kalangan itu. Keadaan ini mengingatkan saya dengan apa yang sedang menjadi isu hangat di Indonesia, yang juga kedua kalangan itulah yang kini sedang gerah karena sering menjadi sorotan.

Tentang info yang berhadiah besar ini, kalau Anda punya informasi apapun yang ingin disampaikan (tentang tindakan ilegal dan tidak etis), maka Anda tinggal angkat tilpun ke nomor tertentu yang disebut dengan “Watch Dog Corruption Hotline” dan sangat dijamin kerahasiaannya. Setelah itu, info itu akan dikaji lebih jauh oleh MCC, eh siapa tahu, layak untuk diberi imbalan yang sangat menggiurkan untuk hanya sebuah info.

Di bagian akhir dari iklan itu tertulis sebuah ajakan yang sangat menarik : bergabunglah dengan kami untuk menciptakan agar komunitas kita menjadi sebuah tempat yang nyaman untuk hidup, bekerja dan membina keluarga. Sebuah ajakan yang sangat membangkitkan simpati dan menjadi idaman masyarakat manapun.

Sesungguhnya bukan soal tawaran imbalannya yang menarik perhatian saya, melainkan di balik itu ada mencerminkan betapa perbuatan ilegal dan tidak etis di kalangan pemerintahan, setidaknya di New Orleans, sedemikian menjadi kepedulian umum dalam sistem bermasyarakatnya. (Atau justru sebaliknya, makanya dipasang iklan?. Entahlah). Namun yang patut digaris-bawahi, saya menangkap kesan bahwa hal itu bukan sekedar pemanis wacana politik masyarakatnya.

Dalam hati saya berkhayal : kalau saja itu terjadi di sebuah kumpulan kampung nun jauh di katulistiwa sana yang bernama (saya bangga menyebutnya) Indonesia. Rasanya kita masih boleh berharap banyak kelak di kemudian hari, dengan langkah-langkah yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan antara lain oleh Indonesian Corruption Watch. Dan juga mudah-mudahan oleh anak-anak bangsa lainnya yang tidak terbutakan hatinya.

New Orleans, 9 April 2000.-
Yusuf Iskandar