Posts Tagged ‘halaman kosong’

Di Lintas Batas Setengah Abad Perjalanan

23 September 2010

Purnama tepat di atas kepala
tersaput awan tipis
namun tetap tak akan menghalangi sempurnanya
jutaan berkas cahaya memancar
cerah menerangi bumi

Sejenak kutundukkan hati dan pikiran
bersyukur atas setengah abad perjalanan
sungguh melelahkan
penuh suka dan duka
penuh duri menghalang
tapi juga kumudahan

Syukurku tak terkira
tapi juga khawatir tak terbendung
berharap penggal perjalanan berikutnya sanggup kujalani
menjadi lebih baik
menjadi lebih bermanfaat
menjadi tidak sia-sia

Setumpuk lembaran halaman telah penuh kugoresi
dengan tinta biru, hitam, merah
Tumpukan halaman kosong pun menanti
goresan demi goresan berikutnya
berharap tinta emas yang kuguna
apapun warnanya

Sesaat lagi kan kutinggalkan
setengah abad perjalanan ini
yang tak kan pernah kuulangi
tak juga pernah kuhampiri kembali

Mata harus lebih tajam menatap
hati harus lebih peka merasa
pikiran harus lebih arif menimbang
agar hikmah kehidupan tak berlalu tanpa makna
agar perjalanan selanjutnya lebih bijaksana

Purnama tepat di atas kepala
menjadi saksi atas usainya setengah abad perjalanan yang telah kujalani
juga menjadi saksi atas niat suci untuk memulai tahap perjalanan selanjutnya

Tuhan,
ingin rasanya aku mendaki
menuju ke puncak purnama
agar lebih terang kumemandang
mengamati kesalahan dan kebodohan yang kulakukan
agar lebih arif berintrospeksi
lalu turun lagi kebumi
bersama pancaran sang rembulan

Walau awan tipis menghalangi
namun tetap tak akan menghalangi sempurnanya
jutaan berkas cahaya memancar
cerah menerangi bumi

Tuhan,
terima kasihku atas nikmat yang telah Kau anugerahkan
walau sering aku tak pandai mensyukuri
walau sering aku seperti mengingkari
Namun ijinkan aku melanjutkan sujudku
beri aku kesempatan untuk membalas semua anugerahMu
mengagungkan asmaMu
mensyukuri nikmatMu
menghikmahi karyaMu

Agar aku tidak menjadi bodoh
atau menambah jumlah orang-orang yang sudah bodoh
yang dibodohkan oleh ketidakmauanku belajar dari ciptaanMu…
Agar aku tidak menjadi buta
atau menambah jumlah orang-orang yang sudah buta
yang dibutakan oleh silaunya kepentingan dunia semata…
Agar aku tidak menjadi hina
atau menambah jumlah orang-orang yang sudah hina
yang dihinakan oleh kelalaianku atas kesempurnaan kuasaMu…

Tuhan,
ijinkan aku menyempurnakan setengah abad perjalanan ini
dan sertai aku menyempurnakan sisa perjalanan yang segera akan kumulai
akan selalu kurindu kemesraanMu
akan selalu kudamba pelukan kasihMu
akan selalu kuharap petunjukMu
karena sesungguhnya aku takut bila harus jauh dariMu
aku tidak sanggup bila harus berjalan sendiri tanpaMu
sebab semua kuniatkan semata-mata karena penghambaanku kepadaMu
dan hanya bagiMu..

Hanya dengan menyebut namaMu yang Maha Rahman dan Rahim
Ya Allah…
Telah tiba aku di lintas batas setengah abad perjalananku
bersiap melanjutkan perjalanan ke lintasan berikutnya
Ingin segera kumulai, ingin segera kulanjutkan
sepenuh harap
insya Allah selalu ada dalam ridhoMu

Yogyakarta, 23 September 2010 – jam 00:00 WIB
Yusuf Iskandar

Iklan

Bulan Di Atas Kepala

31 Maret 2010

Menjelang setengah malam, hari
purnama belum sampai
tapi bulan di atas kepala
dan awan tipis menyelimuti silih berganti

Menjelang setengah abad, usia
beberapa purnama mesti dihampiri
tapi bulan akan tetap di atas kepala
awan hitam putih masih akan datang dan pergi

Rembulan harus tetap ditinggikan
agar cukup waktu matahari bangkit mengganti
Kesadaran harus ditancapkan
agar nurani tidak lalai menerangi hati

Ribuan lembar halaman kosong telah penuh dengan goresan pena
Entah masih ada berapa banyak lagi halaman kosong menanti kata dan makna
Sekali tinta memercik mengotori
Tak kan pernah putih kembali
Tak sekali jua waktu berbalik memutari

Tuhan, tak kan pernah sia-sia Engkau perlihatkan kuasa-Mu
seperti rembulan mengantarkan malam menuju pagi
seperti matahari menandai pergantian hari

Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kujelang dan kulalui beberapa purnama lagi
melengkapi perjalanan usia setengah abad

Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kubaktikan hidupku lebih lama lagi
seribu purnama ingin lebih kumaknai

Tuhan,
akan kusaksikan purnama terus menerangi
akan kujaga tanda kekuasaan-Mu
seperti bulan di atas kepala malam ini

Yogyakarta, tengah malam 30 Maret 2009
Yusuf Iskandar