Posts Tagged ‘gerobak’

Tukang Rujak Pinggir Jalan

6 Maret 2011

Siang poanasss.., nyepeda ke toko Bintaran karena mendadak ada trouble komputer (namanya trouble ya pasti mendadak…). Mampir ke tukang rujak pinggir jalan sambil istirahat. Ternyata pak Harjono tukang rujak itu tetangga saya se-RW.

Sudah mengantongi 5 tahun jam ngulek (rujak), sekarang berencana buka cabang, tepatnya bikin gerobak kedua. Sebuah pencapaian bisnis sangat sederhana yang hanya dapat diapresiasi kalau kita berdiri di pinggir jalan…

Yogyakarta, 3 Maret 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Es Rujak Pakualaman Jogja

20 Desember 2010

Siang tadi memperoleh order dari “boss” untuk beli kantong plastik. Ternyata uangnya sisa. Ya apa boleh buat, mampir dulu membeli es rujak di Jl. Harjowinatan, Pakualaman, Jogja.

Gerobak kaki lima Es Rujak Pak Nardi, yang mengusung tagline “pertama di Jogja” dan mangkal di bawah pohon ini memang terkenal hoenaknya. Mak nyusss… (lha wong es).

Yogyakarta, 16 November 2010
Yusuf Iskandar

‘Nglulu’

25 Oktober 2010

Hari-hari terakhir ini, seperti Minggu pagi ini, saya suka kerja bakti sendiri di depan rumah untuk meratakan, merapikan dan membersihkan jalan. Tujuannya agar gerobak yang mengangkut material untuk membangun rumah yang di pojok yang seminggu terakhir ini menghalangi akses mobilku, dapat berjalan lancar. Dengan senyum ikhlas kupersilakan gerobak pengangkut material itu mondar dan mandir. Bahasa Jawanya nglulu…(entah apa bahasa Indonesianya).

Yogyakarta, 24 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Bakmi Jawa Mbah Arjo

10 Agustus 2010

Ibunya anak-anak kepingin makan bakmi jawa. “Ke bakmi Mbah Arjo saja yang dekat rumah”, katanya. Gerobak bakmi ini mangkal di penggal selatan Jl. Glagahsari, Jogja. Taste-nya standar saja.., tapi ya tetap saja enak..! Meskipun judulnya hanya minta ditemani, ya jelas rugi saya kalau tidak ikut makan, malah minta diimbuhi kepala ayam…

Yogyakarta, 5 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Penjual Nasi Keliling

7 Mei 2010

Sang istri, dari buruh nyuci banting setir jual nasi keliling. Sang suami, dari tukang becak dan tukang parkir banting setir membantu istrinya. Penghasilan meningkat, walau masih sedikit tapi lebih nikmat. Mereka paham, ada peluang untuk menghasilkan lebih banyak. Mereka sadar, jual aneka menu nasi keliling dengan gerobak adalah sebuah terobosan bisnis. Yang mereka belum paham adalah apakah selamanya akan begitu dan apa perlunya pindah kuadran dari S ke B…

(Istilah pindah kuadran merujuk pada rumusan Robert Kiyosaki, tentang kuadran S – Self-Employee dan B – Business Owner.

Suami-istri itu adalah tetanggaku di sekitar toko “Bintaran Mart”. Sang suami biasa disapa Mas Totok sedang sang istri biasa dipanggil Mbak Giek)

Yogyakarta, 6 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Obsesi Timin

2 Mei 2010

Namanya Timin, 41 tahun, jual bakso keliling sejak umur 16 tahun. Sudah 25 tahun mendorong gerobak yang sama, jual bakso yang sama, keliling kampung yang sama. Hanya pelanggannya silih-berganti.

Bosan? “Ya gimana lagi?”, katanya.
Capek? “Sebenarnya iya, kepingin bisa menetap”, angannya.
Tuntutan hidup bersama istri dan dua anaknya semakin berat. Impiannya sederhana: “Tolong pak, carikan saya tempat untuk jualan. Hasilnya terserah bagaimana bapak saja…”. Trenyuh hatiku.

Yogyakarta, 30 April 2010
Yusuf Iskandar