Posts Tagged ‘geotech’

Surat Dari Australia

16 Februari 2008

(3).    Terserang Flu Dan Pilek

Hari Kamis ini tiba-tiba badan saya terasa nggreges (tidak enak badan). Nampaknya gejala flu atau pilek sedang saya alami. Entah kenapa. Kalau di kampung saya orang suka menyebut sebagai akibat dari perubahan cuaca. Lha, padahal cuacanya ya dari dulu memang begitu. Hanya saya saja yang berpindah-pindah dari daerah yang sedang bermusim panas dua minggu yll. di Amerika, kemudian pindah ke musim kemarau seminggu yll. di Indonesia, dan kini pindah lagi ke musim dingin di Australia.

Sebenarnya lebih tepat kalau dikatakan bahwa kondisi fisik saya memang sedang tidak prima. Yang pasti, akibat nggreges ini saya menjadi serba tidak enak untuk melakukan agenda kerja. Cuaca dingin di siang hari yang mestinya biasa-biasa saja, menjadi terasa sangat dingin di badan.Tapi ya tetap saya paksakan untuk dapat menyelesaikan agenda kerja saya. Termasuk observasi ke tambang bawah tanah bersama seorang Geotech Engineer. Dan dia adalah seorang wanita.

Rupanya di Australia ini sudah lazim kalau ada para insinyur wanita yang bekerja di tambang bawah tanah, juga di bagian lapangan. Seperti di tambang Northparkes ini, di bagian tambang bawah tanah (underground) ada insinyur wanita yang bekerja sebagai Geotech Engineer dan Draw Control Engineer yang tugasnya merangkap, ya pengumpulan data lapangan, ya pengolahan datanya dan penyajian laporannya.

Di bagian tambang terbuka (open pit) malah dipimpin oleh seorang Superintendent wanita yang bertanggung jawab kepada Mine Manager, selain ada juga Mine Engineer wanitanya. Belum lagi kalau masuk ke kantor tambang bawah tanah yang lokasinya memang berada di bawah tanah, di bagian pusat kontrol sistem tambangnya terdapat beberapa pegawai wanita.

Di Indonesia, para tukang insinyur wanita agaknya masih harus menunggu entah sampai kapan untuk dapat memiliki kesempatan bekerja di tambang bawah tanah sebagaimana para tukang insinyur pria. Bukan soal diskriminasi dan bukan juga soal kemampuan, melainkan lebih disebabkan masih adanya kepercayaan sebagai hal yang tabu.

Sulit dipercaya, tapi kenyataannya keadaan semacam itu masih berlaku di beberapa tambang bawah tanah yang pernah ada di Indonesia. Akhirnya daripada membuat karyawan yang lain resah akibat pelanggaran terhadap hal yang ditabukan itu, maka biasanya lalu pihak perusahaan memutuskan untuk tidak menerima pegawai wanita untuk bekerja di tambang bawah tanah.

Mudah-mudahan dalam perkembangannya nanti akan ada perubahan. Sayang kalau ada Mine Engineer wanita yang berkemampuan tinggi di bidang tambang bawah tanah tetapi tidak terbuka kesempatan untuk mengembangkannya.

***

Sore tadi saya pulang dari lokasi tambang sedikit lebih awal karena terburu-buru hendak mencari obat flu. Beberapa rekan menyarankan untuk mencarinya ke apotik (pharmacy), tetapi apotik sudah tutup jam 5 sore. Akhirnya saya coba mencarinya ke Shopping Center yang buka hingga jam 9:00 malam. Saya dapatkan juga tabletnya yang menurut petunjuknya dapat digunakan untuk mengobati gejala flu dan pilek. Mudah-mudahan manjur.

Malam ini saya ingin tidur lebih awal dengan berselimut rapat karena memang udaranya cukup dingin.

Parkes, 2 Agustus 2001
Yusuf Iskandar

Iklan