Posts Tagged ‘flu’

Flu Menyerang, Bunga Rosela Menghadang

30 Mei 2009

Lanjutan catatan dari Tembagapura…… (Yusuf Iskandar)

Bunga Rosela Menghadang

Sebagai pengganti vitamin C, saya glonggong saja dengan teh bunga rosela (herbal yang kaya akan vitamin C), bercangkir-cangkir, kayak sapi Boyolali. Lumayan, bisa menahan flu agar tidak semakin menjadi-jadi. Muasal-asalnya sederhana, ada janitor di kantor yang diberi temannya bunga rosela kering, tapi tidak paham bunga kering itu untuk apa. Maka saya mintain terus saja, sampai habis….. Flu pun berangsur sembuh….

Tembagapura, 28 Mei 2009

——-

Gejala Flu Menyerang

Tadi malam diundang makan lagi (sama mas Widodo Margotomo yang hobi fotografi), menunya pepesan nila plus ayam kremes… Tapi sayang, saya lagi kurang enak badan sejak siangnya sehingga tidak bisa makan banyak. Gejala mau flu, badan nggreges agak demam, tenggorokan gatal, batuk-batuk. Saya tidak biasa minum obat kimia, biasanya saya sikat dengan Adem Sari dan You C 1000, bisa teratasi. Tapi tadi malam keadaan emergency, kalau tidak segera sembuh rencana kerja bisa berantakan, terpaksa minum Decolsin, lalu tidur…

Tembagapura, 27 Mei 2009

Iklan

Surat Dari Australia

16 Februari 2008

(4).    Mengakses Internet Di Perpustakaan Umum

Obat flu yang saya beli kemarin agaknya cukup manjur, setidak-tidaknya hari ini kondisi badan saya terasa ada perbaikan. Belum sembuh benar memang, masih bolak-balik mesti buang ingus, tapi nggreges-nya sudah mereda.

Hari ini baru terpikir oleh saya untuk mencari dimana kira-kira saya bisa mengakses internet untuk membuka email, setelah beberapa malam ini saya tidak berhasil on-line dengan laptop saya dari rumah. Mau mengakses email pribadi dari kantor berlama-lama pinjam komputer orang kok ada perasaan tidak enak. Akibatnya beberapa catatan yang sudah saya siapkan menjadi tertunda pengirimannya.

Sebelum pulang ke rumah sore tadi saya coba untuk datang ke Perpustakaan Umum yang ada di kota Parkes. Kebetulan sekali, ternyata di sana tersedia komputer yang dapat disewa untuk mengakses internet. Biayanya A$ 2.50 (sekitar Rp 12.000,-) per setengah jam dan harus membayar di muka. Sewanya dapat diperpanjang hanya jika tidak ada pengguna lain yang menunggu.

Kebetulan lagi, ternyata selewat setengah jam memang tidak ada orang lain yang akan menggunakan internet. Barangkali karena sudah agak malam yang bagi kota ini selepas matahari terbenam sudah tampak sangat sepi dan sepertinya kehidupan hari itu sudah berhenti. Bahkan hingga lebih satu jam saya masih bisa melanjutkan menggunakan komputer. Ketika pulang, ternyata saya tidak diminta untuk membayar biaya  tambahannya. Ya syukur.

Akhirnya beberapa nomor lanjutan catatan “Perjalanan Pulang Kampung” yang tertunda untuk saya kirimkan, malam ini dapat saya posting. Akan tetapi justru catatan “Surat Dari Australia” ini malah tadi malam saya lupa untuk memindahkannya ke disket sehingga tadi tidak terikut saya kirimkan. Mudah-mudahan besok atau besoknya lagi saya akan dapat mengirimkannya.

Parkes, 3 Agustus 2001
Yusuf Iskandar