Posts Tagged ‘florida’

Pemilu Amerika 2004 : George Bush atau John Kerry?

12 November 2008
George W. Bush

George W. Bush

John Kerry

John Kerry

Empat tahun yang lalu, 7 Nopember 2000, saya menyempat-nyempatkan melototin TV sampai larut malam di New Orleans karena penasaran ingin segera mengetahui siapa yang bakal menjadi presiden Amerika : George Bush atau Al Gore.

Hari ini, 2 Nopember 2004 malam waktu Amerika, peristiwa yang sama terulang kembali. Pemilunya dan penasarannya yang sama, tapi melototnya tidak lagi. Siapa bakal presiden Amerika 2004-2008 : George Bush atau John Kerry.

Kalau sempat melihat saluran TV CNN tentu lagi seru-serunya. Karena masih tengah hari di kantor, sambil teklak-tekluk menyertai puasa, saya coba membuka website CNN. Kedudukan sementara Bush unggul lawan Kerry, 193 vs 112 electoral vote (untuk mudahnya saja, saya terjemahkan electoral vote dengan jatah suara, sementara popular vote dengan kartu suara). Ini masih sementara, hasil dari 32 negara bagian yang sudah menutup TPS-nya dan menyelesaikan perhitungan kartu suaranya.

Angkanya masih terus bergerak naik. Apalagi suara dari negara-negara bagian yang padat penduduknya seperti Florida dan California belum tuntas. Sebagian negara bagian lainnya masih melangsungan perhitungan kartu suara atau bahkan kawasan sebelah barat masih melangsungkan pencoblosan. Siapa yang lebih dahulu melewati jumlah angka keramat 270 suara, dialah yang akan keluar sebagai pemenang. Oleh karena itu tidak selalu harus menunggu sampai semua TPS menyelesaikan perhitungannya untuk mengetahui hasilnya.

Sekedar mengingat, pemilu Amerika tahun 2000 merupakan pemilu paling rumit sepanjang sejarah Amerika. Bagaimana media Amerika menjuduli dengan Too Close To Call, hasil pengumpulan suaranya terlalu ketat untuk dapat memutuskan siapa pemenangnya. Ini merujuk kepada hasil pencoblosan di negara bagian Florida yang selisih suara antara untuk Bush dan untuk Gore kurang dari setengah persen, padahal suara Florida akan menentukan siapa menang dan siapa kalah. Menurut peraturan yang berlaku di Florida, maka perlu dilakukan penghitungan ulang. Namun ternyata proses ini sangat berlarut-larut sehingga harus diselesaikan melalui proses peradilan yang melelahkan. Akibatnya, untuk menentukan siapa presiden baru Amerika diperlukan waktu hingga 36 hari sejak hari coblosan.

Akankah pemilu presiden Amerika tahun ini juga menghasilkan angka yang Too Close To Call? Kita lihat saja nanti sore, beberapa jam lagi. Menurut beberapa jajak pendapat, George Bush akan unggul atas John Kerry. Wah, ciloko tenan…. yen presiden-ne Gus Bush maneh………

Tembagapura, 3 Nopember 2004
Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (3)

2 November 2008

New Orleans, 7 Nopember 2000 – 17:30 CST (8 Nopember 2000 – 06:30 WIB)

Negara bagian Kentucky dan Indiana adalah dua negara bagian yang pertama kali menutup TPS-TPS-nya pada jam 06:00 sore waktu setempat atau jam 05:00 sore waktu New Orleans (Rabu, 06:00 WIB). Maka hasil pemilu pun sudah dapat diketahui dan George Bush ternyata unggul tipis atas Al Gore.

Dengan cara perhitungan winner-take-all, maka George Bush berhak mengantongi jatah suara (electoral vote) dari kedua negara bagian ini. Dengan demikian sementara George Bush sudah memperoleh 20 jatah suara (electoral vote) masing-masing 8 dan 12 dari negara bagian Kentucky dan Indiana, sedangkan Al Gore belum memperolehnya. Diperlukan minimal 270 jatah suara (electoral vote) untuk memenangi pemilihan presiden Amerika.

Ada hal yang menarik di kalangan analis politik Amerika, yaitu bahwa sejak tahun 1964 siapapun yang menang di Kentucky yang menjadi negara bagian yang pertama kali menutup TPS-nya dan menghitung suaranya, biasanya berhasil menjadi presiden terpilih. Apakah demikian yang akan terjadi dengan George Bush? Kita lihat saja nanti.

Negara bagian berikutnya yang akan menutup TPS-nya dan menghitung hasilnya pada Selasa sore jam 06:00 waktu New Orleans nanti (Rabu, 07:00 WIB) adalah Florida, Georgia, New Hampshire, South Carolina, Vermont dan Virginia.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (6)

2 November 2008

New Orleans, 7 Nopember 2000 – 23:45 CST (8 Nopember 2000 – 12:45 WIB)

Hingga menjelang tengah malam ini, ternyata persaingan semakin ketat. Kini George Bush masih unggul sangat tipis terhadap Al Gore dengan perbandingan perolehan suara 246 – 242, masing-masing dari 29 dan 18 negara bagian.

Masih ada empat negara bagian yang belum menyelesaikan hasil perhitungan akhir pemilu, diantaranya dua negara bagian yang akan mengkontribusi cukup besar jatah suaranya, yaitu Florida dan Wisconsin yang masing-masing mempunyai jatah suara 25 dan 11. Sedangkan dua negara bagian lainnya, Iowa dan Oregon, masing-masing menyisakan 7 suara.

Melihat perkembangan pergerakan angka perolehan suara ini terasa semakin mengasyikkan dan mendebarkan. Padahal saya tidak punya kepentingan apapun, tapi kok menarik. Seperti dilansir beberapa media, bahwa persaingan menuju kursi kepresidenan tahun ini adalah yang paling ketat sejak 40 tahun terakhir. Ternyata hingga diselesaikannya perhitungan di 47 negara bagian, masih belum tampak tanda-tanda siapa yang bakal mencapai garis finish pertama kali dengan meraih 270 suara, untuk muncul sebagai pemenangnya. Peluang keduanya untuk menang di sisa negara bagian yang belum selesai perhitungan suaranya sama besar.

Jika sampai lewat tengah malam nanti masih terjadi persaingan ketat, maka perhitungan suara akan menjadi lebih mendebarkan. Ini antara lain disebabkan karena ternyata di negara bagian Oregon, sistem coblosan-nya tidak dilakukan melalui TPS-TPS secara langsung malainkan dilakukan melalui surat yang harus diposkan pada hari Selasa ini. Lagi-lagi, penerapan aturan yang berbeda-beda untuk urusan yang bersifat nasional ini membuat saya heran.

Sebagai akibat dari sistem pemungutan suara lewat pos ini tentu saja hasilnya belum akan diketahui hingga tengah malam nanti, bahkan mungkin baru akan diketahui seluruhnya pada seminggu kedepan. Itu sebabnya jika sampai 50 negara bagian termasuk ibukota Washington DC selesai dengan hasil perhitungannya malam ini dan belum juga ada yang mencapai angka 270, artinya periode deg-degan bagi kedua kandidat akan masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Kalau benar demikian kejadiannya, maka barangkali peristiwa semacam ini baru terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu di Amerika.

Sebagai penonton, saya sendiri sangat menikmati pacuan presiden Amerika ini yang perolehan suaranya saling susul-menyusul silih berganti. Selain melalui saluran internet, saya juga menyaksikannya melalui saluran TV CNN yang ditayangkan sejak sore tadi, lengkap dengan hasil pemilu untuk anggota konggres, senat, gubernur, dsb. beserta komentar-komentarnya. Hingga rela menunda untuk pergi tidur…….-

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (11)

2 November 2008

New Orleans, 9 Nopember 2000 – 23:30 CST (10 Nopember 2000 – 12:30 WIB)

Melihat perkembangan penghitungan ulang kartu suara di Florida, bagi penggemar sepakbola barangkali dapat digambarkan sebagai kemelut di depan gawang yang tak berkesudahan. Sementara penghitungan ulang kartu suara di Florida masih belum akan tuntas hingga minggu depan, sementara itu pula muncul berbagai kontroversi diantaranya pemilih di kota Palm Beach yang meminta diadakan pemilihan ulang. Sedangkan publik Amerika lainnya sedang menanti siapa presiden mereka yang baru.

The Associated Press memberikan angka sementara hasil penghitungan ulang di Florida dengan Bush untuk sementara masih unggul tipis terhadap Gore dengan 229 suara. Selisih angka ini diperoleh setelah diselesaikannya penghitungan ulang di 66 kabupaten dari 67 kabupaten yang ada, dan tinggal menyisakan dari kota Palm Beach. Angka ini memang belum resmi karena batas akhir pengumpulan hasil penghitungan ulang dari tiap-tiap kabupaten paling lambat harus diserahkan kepada panitia pemilu pada hari Selasa depan.

Hasil akhir selengkapnya ternyata masih akan menunggu hingga Jum’at pekan depan. Kartu suara yang berasal dari pemilih di luar negeri masih akan ditunggu hingga batas akhir penerimaan tanggal 17 Nopember, atau 10 hari setelah hari pemilu. Melihat ketatnya selisih angka sementara antara kedua kandidat utama presiden ini, maka suara dari pemilih luar negeri tampaknya akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Palm Beach, adalah kota wisata di pantai timur Florida. Hingga malam ini para pemilihnya berunjuk rasa menuntut diadakannya pemilihan ulang. Demikian halnya yang terjadi di ibukota negara bagian Florida, Tallahassee. Pasalnya, para pemilih merasa sempat bingung saat harus mencoblos kartu suara sebagai akibat dari rancangan kartu suara yang dianggap membingungkan.

Hal ini berakibat ada sekitar 19.000 kartu suara yang dianggap oleh panitia tidak sah karena terdapat dua coblosan dan ada ribuan suara lagi yang coblosannya mengarah ke Pat Buchanan, kandidat presiden dari Partai Reformasi. Padahal suara-suara itu seharusnya dimaksudkan untuk memilih Al Gore, kandidat Partai Demokrat, demikian pengakuan para pemilih yang ternyata pendukung Al Gore.

Anehnya, Pat Buchanan yang sebenarnya diuntungkan karena memperoleh lonjakan suara hingga 110% dari yang diperkirakannya, malah merasa tidak enak menerima tambahan suara akibat kesalahan pemilih Gore. Dia mengatakan : “saya tidak mau mengambil suara-suara yang bukan ditujukan untuk saya”. Padahal sesungguhnya Pat Buchanan sendiri sangat memerlukan tambahan suara guna memantapkan legitimasi partai guremnya dalam percaturan pemilihan presiden Amerika.

Lha ya sudah kadung (terlanjur) dicoblos……… Ya, tapi barangkali memang begitulah sopan santun berpolitik mereka. Apakah di balik itu ada keinginan terselubung agar bukan Bush yang nantinya jadi presiden, tentu urusan lain. Lha yang ketambahan suara yang bukan haknya saja merasa sungkan, lalu apa namanya kalau, umpamanya lho ini, ada yang merebut (dengan paksa) suara yang bukan haknya……….?

***

Selain kontroversi kartu suara di Pal Beach, muncul pula protes lain dari pihak Gore tentang adanya keterlambatan pengiriman kotak-kotak pemilu ke tempat penghitungan. Sementara pemilih dari masyarakat kulit hitam juga protes karena banyak orang kulit hitam yang mengalami kesulitan untuk memilih dengan alasan kartu suara habis atau TPS sudah ditutup. Hal yang terakhir ini mengingatkan saya pada pemilu di desa-desa di Indonesia pada jaman Orde Baru dulu.

Pihak Bush pun tidak mau kalah, jika pihak Gore mengajukan tuntutan atas kontroversi Palm Beach, maka pihak Bush siap-siap mengajukan tuntutan juga agar di negara bagian Wisconsin dan Iowa juga diadakan penghitungan ulang. Di kedua negara bagian ini selisih suara antar keduanya memang tipis, hanya saja Wisconsin dan Iowa tidak mempunyai undang-undang tentang penghitungan ulang jika selisihnya kurang dari setengah persen.

Pemilu memang hajat nasional Amerika, tetapi pemerintah federal tidak mempunyai hak untuk mengatur penyelenggaraannya di setiap negara bagian. Negara bagianlah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur tata cara dan teknis-teknis penyelenggaraannya. Oleh karena itu antara tiap-tiap negara bagian bisa berbeda-beda aturan, cara, perlengkapan dan thethek-bengek-nya (segala macam yang terkait).

Pacuan presiden Amerika jadi makin panjang. Penghitungan ulang di kota Palm Beach baru akan dilakukan lagi hari Sabtu dan angka resmi hasil penghitungan total dari 67 kabupaten baru akan dilakukan Selasa depan, sambil menunggu masuknya suara dari luar negeri sampai Jum’at depan. Sementara di luar sana masyarakat pemilih tetap protes atas berbagai kontroversi yang terjadi di Palm Beach.

Entah bagaimana pemerintah Florida akan menyelesaikan hal ini, kita lihat saja nanti. Lebih baik mencari udara segar dulu di akhir pekan ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (15)

2 November 2008

New Orleans, 15 Nopember 2000 – 21:45 CST (16 Nopember 2000 – 10:45 WIB)

Hari ini di Florida banyak diwarnai dengan urusan pengadilan atas berbagai tuntutan yang berkaitan dengan penghitungan ulang kartu suara. Kedua belah pihak pun saling mengeluarkan pernyataan dan pandangan-pandangannya.

Siang tadi, Pengadilan Tinggi Florida telah menyatakan menolak upaya untuk menghentikan penghitungan ulang di tiga kabupaten. Pengadilan juga meminta agar Sekwilda Florida sebagai panitia tertinggi pemilu di negara bagian Florida dapat membuat keputusan yang terbaik untuk mempertimbangkan permintaan beberapa kabupaten melakukan penghitungan ulang secara manual.

Sekitar sejam yang lalu, setelah mempertimbangkan alasan-alasan yang dikemukakan oleh tiga kabupaten, yaitu Broward, Dade dan Palm Beach untuk melanjutkan penghitungan ulang secara manual, akhirnya Sekwilda Florida memutuskan menolak perubahan-perubahan terhadap hasil perhitungan suara yang telah masuk. Ini berarti tidak ada perpanjangan waktu guna menerima hasil penghitungan suara secara manual yang sedang diselesaikan di tiga kabupaten tersebut. Pihak Gore tentu saja menentang keputusan ini dan siap untuk bertarung lagi di pengadilan besok pagi.

Sementara pengadilan banding federal di Atlanta, Georgia, menyatakan akan mempertimbangkan tuntutan Bush untuk menyetop penghitungan ulang di Florida, setelah sebelumnya tuntutan Bush ini kalah di pengadilan negara bagian di Orlando.

Tadi siang, Wakil Presiden Al Gore mengajukan tawaran agar proses pemilihan presiden dapat segera diselesaikan, yaitu dengan menyatakan akan sangat menghargai jika dapat dilakukan penghitungan ulang secara manual di tiga kabupaten tersebut (atau seluruh Florida) dan meminta agar Gubernur George Bush menyetujuinya. Setelah itu tinggal menunggu hasil penghitungan dari suara luar negeri (absentee ballot).  Al Gore juga mengajak George Bush untuk bertemu secara pribadi, bukan untuk bernegosiasi tetapi untuk memperbaharui suasana dialog, demi demokrasi.

Usulan Gore ini ternyata ditolak oleh Bush. Beberapa menit yang lalu, Bush menyatakan menolak untuk melanjutkan penghitungan suara secara manual, karena penghitungan ulang dengan mesin sebenarnya telah dilakukan tiga sampai empat kali. Bush menyatakan agar proses pemilihan ini hendaknya fair, accurate and final. Bush juga menyatakan dengan senang hati akan melakukan pertemuan pribadi dengan Gore tetapi nanti setelah proses pemilu selesai.

Penghitungan suara dari luar negeri yang jumlahnya diperkirakan sekitar 4.000 suara akan dimulai hari Jum’at siang lusa dan akan diselesaikan hingga tengah malam. Hasilnya baru akan disahkan pada hari Sabtu siangnya. Diperkirakan, suara dari luar negeri ini akan banyak mendukung George Bush.

Dengan melihat perkembangan ini apakah pada hari Sabtu nanti semua proses penghitungan suara di Florida akan selesai dan berarti secara nasional juga akan dapat diketahui siapa pemenangnya? Dan mengakhiri periode yang oleh pers disebut too close to call (angkanya terlalu mepet untuk dapat disimpulkan siapa pemenangnya)?. Para pengamat, analis, wartawan maupun pejabat belum ada satupun yang berani menjawabnya.-

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (17)

2 November 2008

New Orleans, 19 Nopember 2000 – 20:00 CST (20 Nopember 2000 – 09:00 WIB)

Batas akhir pengumpulan suara luar negeri untuk wilayah Florida, Jum’at tengah malam, telah terlampaui. Penghitungan suara luar negeri juga sudah diselesaikan. Namun hasil akhirnya belum dapat disahkan karena ternyata masih ada pertentangan tentang penghitungan ulang kartu suara, paling tidak di tiga kabupaten yaitu Palm Beach, Broward dan Miami-Dade.

Dari lebih 3.500 suara luar negeri yang diterima panitia pemilu Florida, Partai Republik (George Bush) meraih tambahan 1.380 suara dan Partai Demokrat (Al Gore) memperoleh tambahan 750 suara. Hal ini menjadikan posisi Bush untuk sementara ini semakin unggul dengan selisih 930 suara.

Namun dari suara luar negeri ini, ternyata ada sebanyak 40% kartu suara yang dinyatakan oleh panitia sebagai suara tidak sah. Tentu saja ini menimbulkan kontroversi tersendiri. Terutama menimbulkan ketidakpuasan dari kubu Bush karena diharapkan dari suara luar negeri ini Bush akan memperoleh banyak tambahan suara.

Peradilan guna mendengarkan alasan dari kedua belah pihak untuk menghentikan penghitungan ulang suara (yang dituntut oleh pihak Bush) atau sebaliknya mengesahkan perubahan akibat penghitungan ulang (yang dituntut oleh pihak Gore), masih akan digelar hari Senin besok jam 1:00 siang waktu Florida (Selasa, jam 1:00 dini hari WIB).

Sementara ini penghitungan ulang secara manual masih berlanjut di kabupaten Broward dan Palm Beach. Sedangkan di kabupaten Miami-Dade, penghitungan ulang dengan tangan sebanyak setengah juta suara akan mulai dilakukan hari Senin besok. Seorang anggota panitia pemeriksa kartu suara memperkirakan pekerjaan ini akan memakan waktu sekitar dua minggu, termasuk hari-hari akhir pekan dan libur Thanksgiving Day pada hari Kamis dan Jum’at depan. Pekerjaan melelahkan yang tetap akan diselesaikan demi hukum dan demokrasi, katanya.

Di peradilan berbeda (State Circuit Court), hari Senin besok juga akan memutuskan apakah konstitusi Amerika memperkenankan peradilan ini untuk memerintahkan diadakannya pemilihan ulang di kabupaten Palm Beach sebagaimana dituntut oleh pendukung Partai Demokrat akibat adanya kartu suara yang membingungkan dan menyebabkan kesalahan dalam mencoblos.

Isu tentang pemilihan ulang belakangan ini agak kurang menarik, karena sebagian orang menganggap bahwa kebingungan para Demokrat atas kartu suara yang dikenal dengan kartu model kupu-kupu ini sebagai hal yang mengada-ada. Tapi entah kalau ternyata putusan pengadilan dapat menguntungkan Partai Demokrat dengan mengabulkan diadakannya pemilihan ulang.

Sebuah sekolah SD di Florida pernah iseng-iseng membuat tiruan kartu model kupu-kupu, lalu dibagikan kepada para muridnya dan mereka semua diminta memilih Al Gore. Ternyata semua murid dapat mencoblos dengan benar, meskipun sebagian mengatakan sempat bingung untuk mencoblos. Kalau demikian (kira-kira kesimpulannya), lho kok bingung…..? Seperti pernah saya kemukakan sebelumnya, barangkali yang bingung adalah para orang tua lanjut usia yang memang banyak tinggal di wilayah Palm Beach.

Yang jelas, hingga hari ini belum ada yang dapat meramalkan kapan kira-kira rangkaian proses pemilu yang semakin rumit ini akan berakhir, atau kapan kira-kira presiden baru Amerika akan terpilih untuk menggantikan Bill Clinton tanggal 20 Januari 2001 nanti.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (20)

2 November 2008

New Orleans, 21 Nopember 2000  23:15 CST (22 Nopember 2000 – 12:15 WIB)

Ada breaking news. Baru saja malam ini Mahkamah Agung Florida membuat keputusan bahwa penghitungan ulang yang kini sedang berlangsung di tiga kabupaten bahkan di seluruh Florida dapat diterima dan disetujui untuk disahkan. Dan memerintahkan kepada Sekwilda Florida yang adalah ketua panitia pemilu harus memasukkan hasil penghitungan ulang tersebut ke dalam hasil akhir penghitungan suara Florida.

Tentu ini adalah kemenangan bagi Gore, karena ketiga kabupaten yang sedang menghitung ulang suaranya itu adalah basis pendukung Partai Demokrat. “Demokrasi yang jadi pemenangnya malam ini”, kata Gore. Tentu ini adalah kata-kata retorika atas rasa gembiranya bahwa tuntutan untuk menghitung ulang ternyata disetujui oleh mahkamah Agung. Sebaliknya, kubu Bush protes keras. “It’s unfair”, kata James Baker, juru bicara Bush. Kata-kata ini merujuk kepada keputusan Mahkamah Agung yang menurutnya telah merubah aturan main di saat pertandingan sedang berlangsung.

Mahkamah Agung Florida memberi batas waktu bagi penyelesaian penghitungan ulang kartu suara hingga hari Minggu jam 5 sore (Senin pagi WIB), jika kantor panitia pemilu Florida masih buka. Jika tidak, maka batas akhirnya adalah hari Senin pagi (Senin sore WIB). Dengan demikian, para tukang hitung suara ini pasti tidak jadi liburan Thanksgiving dan akhir pekan karena harus mengejar tenggat waktu penyelesaian penghitungan ulang.

Hasil sementara yang dilansir oleh Badan Pengawas Pemilu Florida, hasil penghitungan ulang suara hingga malam ini telah menunjukkan adanya penambahan angka bagi Gore sebanyak 278 suara. Masih cukup jauh untuk menutup 930 suara yang dimiliki Bush.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (23)

2 November 2008

New Orleans, 27 Nopember 2000 – 22:00 CST (28 Nopember 2000 – 11:00 WIB)

Dua jam yang lalu, sekitar jam 8:00 Senin malam ini. (Selasa pagi, 9:00 WIB), Al Gore tampil di depan publik dan menyampaikan pidatonya. Dia tetap akan melanjutkan upayanya untuk menentang pengesahan suara Florida kemarin malam. Dikatakannya bahwa warga Amerika adalah sama kedudukannya pada Hari Pemilu hanya jika semua kartu suaranya dihitung. Pernyataan ini merujuk kepada adanya kartu-kartu suara yang tidak dihitung yang jumlahnya lebih dari 10.000 suara, sebagai akibat dari tidak terdeteksinya hasil coblosan oleh mesin penghitung.

Gore juga merujuk kepada adanya penghitungan ulang dengan tangan atas kartu suara di beberapa kabupaten yang tidak berhasil diselesaikan hingga tenggat hari Minggu sore jam 5:00 yll. Padahal Sekwilda Florida sudah akan segera mengesahkan hasilnya sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung Florida yang hanya memberi batas akhir penghitungan ulang hingga Minggu sore itu.

Itulah yang kini sedang diperjuangkan pihak Gore yang menginginkan agar semua hasil penghitungan ulang dapat diakui hasilnya dan semua suara yang belum dihitung dengan mesin dapat dilakukan penghitungan ulang. Apapun hasilnya.

Gore mengingatkan bahwa mengabaikan suara sama artinya dengan mengabaikan demokrasi itu sendiri. Dengan gaya retoriknya Gore mengatakan : “Dan jika kita mengabaikan ribuan suara di Florida dalam pemilu ini, bagaimana Anda atau siapapun warga Amerika mempunyai keyakinan bahwa suara Anda tidak akan juga diabaikan di pemilu mendatang?”.

Sementara pihak Bush tetap berkeyakinan akan kemenangannya sesuai dengan hasil akhir yang disahkan oleh panitia pemilu Florida kemarin malam. Bush pun sudah siap-siap membuka kantor di Gedung Putih dalam rangka masa transisi jabatan kepresidenannya.

Proses peradilan masih akan berlanjut dalam minggu ini dan hari-hari selanjutnya, di berbagai macam jenis peradilan dan tingkatan peradilan, yang menjadi tidak mudah dipahami oleh masyarakat awam. Rupanya tidak hanya saya yang bingung, penyiar CNN pun juga kebingungan memahami buuuanyaknya proses peradilan ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (24)

2 November 2008

New Orleans, 28 Nopember 2000 – 21:15 CST (29 Nopember 2000 – 10:15 WIB)

Hari ini tidak ada breaking news, kecuali kedua kubu saling melempar pernyataan. Sudah lebih 20 hari sejak hari pemilu, kontroversi tentang presiden Amerika masih belum juga tuntas…tas…tas…tas… Meskipun hasil akhir suara Florida sudah disahkan Minggu malam yll.

Bush sedang “kebelet”, tidak sabar lagi ingin boyongan ke Gedung Putih menggantikan Bill Clinton pada 20 Januari 2001 nanti. Gore sedang “gerah”, memperjuangkan adanya banyak suara dari pendukungnya di beberapa kabupaten yang ternyata tidak diakui oleh panitia pemilu Florida saat pengesahan dan juga adanya banyak kartu suara yang tidak terbaca oleh mesin penghitung. Proses peradilan atas tuntutan pihak Gore ini masih berlanjut ke tingkat selanjutnya dan masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang

Melihat hasil keputusan pengesahan suara di Florida pada Minggu malam lalu, yang menghasilkan angka kemenangan bagi George Bush, seorang rekan di Indonesia (Mas Henry Lumbantoruan) bertanya : “ada banyak massa nggak yang ke gedung DPR-nya Amrik untuk protes hasil sementara Pemilu itu?”

Ternyata tidak ada massa yang ramai-ramai datang ke gedung DPR untuk protes hasil pemilu, yang ada justru protes dari Al Gore, Joe Lieberman dan kubunya. Itu juga cukup dilakukan dari rumah, tidak perlu memprovokasi teman-temannya lalu ngelabrak di jalanan.

Beberapa hari terakhir menjelang pengesahan suara Florida memang banyak massa berunjuk rasa (bukan protes, melainkan memang sedang mengunjukkan perasaannya), antara lain di sekitar kantor pemilu di Tallahassee (Florida). Pendukung Bush bergerombol membawa poster dan meneriakkan yell-yell, di sebelah lain pendukung Gore juga melakukan hal yang sama. Kedua pihak dipisah oleh polisi, dibatasi dengan police line. Tidak ada PAM-Swakarsa.

Di kediaman George Bush di Austin (Texas), massa berunjuk rasa mendukung Bush sambil membawa poster, berjalan keliling halaman, meneriakkan yell-yell. Kalau ada mobil lewat yang juga pendukung Bush, mobil lalu berjalan perlahan sambil membunyikan klakson tanda mendukung. Ternyata di situ juga ada sekelompok kecil pendukung Gore, yang juga membawa poster. Mereka baik-baik saja, saling cengengesan. Mengekspresikan sikapnya masing-masing, tanpa perlu gelut atau tawuran.

Di kediaman Al Gore di Washington DC, massa berunjuk rasa mendukung Gore juga sambil membawa poster. Ketika diumumkan bahwa Bush yang unggul di Florida, massa pendukung Gore lalu meletakkan posternya dan balik kanan. Padahal sebelumnya saya “mengharapkan” mereka akan membakar ban, merusak mobil, melempari gedung atau menjarah toko. Ternyata “harapan” saya tidak cocok untuk saya gunakan di Amerika. Lha, ternyata kok mereka lebih sareh (mampu mengendalikan emosi) daripada saya.

Saya kira, inilah salah satu buah dari hasil pembangunan masyarakat (dan demokrasi) yang sudah mapan. Karena pihak manapun yang jadi Presiden, tidak akan berdampak besar terhadap sistem kehidupan masyarakatnya. Hanya soal beda figur saja dan skala prioritas pembangunannya. Selebihnya, kehidupan akan berjalan normal kembali.

Tidak ada trauma historis yang hanya menyebabkan ketidakpercayaan dan kecurigaan. Sebab kalau itu yang terjadi, maka bersiap-siaplah untuk mengatasi setiap kemelut dengan kemelut baru. Kalau ternyata hasilnya tidak memuaskan, lalu diberikanlah terapi dengan kemelut baru lagi, yang biasanya juga menghasilkan kemelut lagi. Demikian seterusnya, dan itu yang terjadi dalam kurun 4 tahun terakhir sejarah reformasi bangsa kita.

Pihak yang kalah dalam pemilu Amerika akan kecewa? Pasti. Tidak puas? Jelas. Lalu, berbagai cara legal pun akan ditempuh oleh kedua belah pihak guna melampiaskan kekecewaan dan ketidakpuasannya. Setelah itu? Semua pihak akan menghargai apapun keputusan akhirnya. Kemungkinan akan adanya ketidakpuasan yang berlebihan dan tak terkendali oleh individu, dapat saja terjadi. Insiden-insiden kecil tentu tak terhindarkan. Tetapi ketidakpuasan kolektif yang memicu kerusuhan dan teror, kelihatannya kok tidak terjadi dan itulah yang saya lihat sejauh ini.

Peristiwa pemilihan presiden Amerika tahun ini memang akan menjadi cacatan terburuk dalam sejarah demokrasi Amerika. Namun saya melihat, ini juga akan menjadi catatan sejarah bahwa betapapun rumit dan tegangnya proses pemilu kali ini, diperkirakan akan dapat diselesaikan dengan tetap saling menghormati proses demokrasi, sekalipun berlarut-larut. Hal yang terakhir ini memang menjadi salah satu kebanggaan warga Amerika, setiap kali saya omong-omong dengan rekan Amerika saya.

Kini perkenankan saya bermimpi : Kalau saja……., “semangat tidak gampang ngamuk” yang seperti ini dapat ditiru oleh rekan-rekan muda*) saya di mana saja, dan bukannya malah meniru gaya hidup bebas tak terbatasnya ………- 

Note :
*) Seseorang hingga berumur 40 tahun, menurut KNPI masih disebut pemuda.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (27)

2 November 2008

Golden, 3 Desember 2000 – 20:30 MST (4 Desember 2000 – 10:30 WIB)

Sekitar jam 05:15 tadi sore saya tiba di kota Golden, Colorado, setelah menempuh perjalanan udara lebih 3,5 jam tidak termasuk transit di Houston, Texas, dan naik shuttle bus dari Denver ke Golden. Seperti biasa, begitu masuk kamar langsung nggeblak (merebahkan diri) di tempat tidur. Bukan capek, melainkan lapar. Untungnya waktu puasa di Golden ini lebih “menguntungkan” lagi dibanding di New Orleans, karena jam 4:30 sore tadi sudah masuk buka puasa.

Langsung buka saluran CNN, ingin tahu apa yang terjadi di akhir pekan ini dengan proses peradilan pemilu. Hingga malam ini, CNN maupun saluran-saluran lain seperti Fox News Channel dan MSNBC ternyata masih menyiarkan siaran langsung dari persidangan di Florida. Melalui persidangan maraton bahkan di akhir pekan, kedua belah pihak Bush dan Gore, saling menyampaikan argumen akhir berkaitan dengan penghitungan ulang kartu suara di Florida.

***

Rangkaian agenda pemilihan presiden Amerika bagi saya sudah kurang menarik lagi, sudah kehilangan greget dan kadar emosionalnya. Ibarat pementasan drama, maka ini adalah antiklimaks. Tinggal menunggu bagaimana keputusan akhirnya saja setelah melewati periode bunga-bunga pentas drama pemilu yang berlarut-larut. Di atas kertas, sudah disahkan oleh pemerintah Florida bahwa Bush adalah pemenangnya dan berhak mengantongi 25 jatah suara (elektoral vote) Florida. Oleh karena itu secara nasional maka Bush telah mengumpulkan jumlah jatah suara melebihi angka 270 untuk memenangi pacuan pemilihan presiden Amerika.

Akibat proses yang berlarut-larut melalui persidangan demi persidangan, maka kalaupun akhirnya nanti Gore dinyatakan menang atas Bush, paling-paling akan membuat kubunya Bush kecewa. Sebaliknya kalau ternyata Bush tetap yang menang, ya sudah memang begitulah kejadiannya.

Meskipun sudah kurang menarik untuk dinikmati, saya masih akan mencoba untuk meng-update apa yang akan terjadi dengan pemilihan presiden Amerika ini dalam beberapa hari ke depan.

(Tapi, wadhuh……., ada masalah dengan dial-up connection laptop saya. Ya…, terpaksa tidak dapat di-posting tepat waktu. Mohon maaf).-

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (28)

2 November 2008

Golden, 4 Desember 2000 – 21:30 MST (5 Desember 2000 – 11:30 WIB)

Perkembangan persidangan pemilu hari ini sampai pada beberapa keputusan. Secara umum keputusan yang keluar sangat tidak menguntungkan pihak Gore, sebagaimana sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya oleh sebagian kalangan. Seorang profesor hukum dari University of Miami mengungkapkannya sebagai “Black Monday for Vice President Gore”.

Melihat hal ini, sementara pihak menilai bahwa perjuangan Gore melalui jalur hukum akan semakin berat. Tapi toh Gore belum mau menyerah. Masih ada upaya-upaya hukum yang akan ditempuh. Kata-kata yang paling pas untuk menggambarkan perjuangan Gore ini barangkali : selagi masih ada upaya legal yang dapat dilakukan maka sampai titik darah penghabisan pun akan dilakukan.

Di Washington DC, Mahkamah Agung Amerika memutuskan mengembalikan perkara ke Mahkamah Agung Florida untuk mengklarifikasi tentang perpanjangan waktu penghitungan kartu suara yang melebihi tenggat waktu yang telah ditentukan.

Di Tallahassee, hakim Leon County Circuit menolak permintaan Gore untuk penghitungan ulang di dua kabupaten, yaitu Miami-Dade dan Palm Beach. Karena itu Gore akan melanjutkan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Florida. Gore dan proses peradilannya tentu akan berlomba dengan waktu. Pasalnya hari Selasa depan, 12 Desember 2000 dijadwalkan sebagai hari memilihan wakil Florida yang akan duduk dalam lembaga Electoral College untuk nantinya secara formal akan memilih presiden. Sementara yang hingga saat ini dinyatakan sebagai pemenang adalah Partai Republik dengan George Bush sebagai kandidatnya.

Yang menarik dari persidangan di pengadilan Leon County Circuit ini adalah bahwa hakimnya, N. Sanders Sauls, adalah seorang Demokrat. Toh, tidak serta-merta lalu memenangkan Gore yang kandidat Partai Demokrat. Sisi-sisi keadilan yang sungguh-sungguh dilandasi atas hukum dan perundang-undangan serta paradigma hukum yang berlaku tetap dicoba ditegakkan.

Dengan bahasa sederhana saya mengatakan : Tidak selalu apa yang dilakukan oleh golkar-nya Amerika akan dibenarkan oleh hakim yang anggota korpri-nya Amerika. Mungkin itu sebabnya lembaga hukum sangat dijunjung tinggi. 

***

(Sayang sekali, saya tidak dapat mengirimkan catatan ini tepat waktu, dikarenakan problem laptop saya belum dapat teratasi. Ya sudah, apa boleh buat. Pokoknya saya tetap melanjutkan catatan ini di sela-sela malam Ramadhan di kamar hotel sambil membuka-buka PR dari kursus seharian tadi).

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (29)

2 November 2008

Golden, 7 Desember 2000 – 23:30 MST (8 Desember 2000 – 13:30 WIB)

(Akhirnya saya yakin bahwa catatan ini tidak akan dapat saya posting tepat waktu selama saya di Golden hingga akhir pekan nanti karena problem software yang tidak bisa saya atasi. Meskipun demikian, catatan perkembangan pemilu Amerika tetap saya lanjutkan. Entah kapan mengirimkannya).

Berita yang sempat saya catat malam ini adalah tentang selesainya saling menyampaikan argumen akhir di Mahkamah Agung Florida setelah Mahkamah Agung Amerika di Washington DC mengembalikan kasus ini ke Mahkamah Agung Florida di Tallahasse.

Malam ini agakanya cukup mendebarkan bagi kedua belah pihak. Pasalnya, apa yang akan diputuskan oleh Mahkamah Agung Florida hari Jum’at besok kemungkinan akan membuka peluang bagi Gore untuk menambah pengumpulan angka. Sudah barang tentu pihak Bush sudah mengantisipasi kemungkinan itu.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (30)

2 November 2008

Golden, 8 Desember 2000 – 23:00 MST (9 Desember 2000 – 12:00 WIB)

Perumpamaan saya beberapa hari yll. bahwa proses pemilihan presiden ini layaknya sampai di babak antiklimaks sebuah pementasan drama, ternyata kurang tepat. Hari ini justru terjadi klimaks yang berikutnya, ketika Mahkamah Agung Florida memutuskan untuk dilakukan penghitungan ulang secara manual atas seluruh kartu suara yang belum sempat dihitung oleh mesin penghitung, atau yang disebut dengan undervote. Tidak hanya di dua kabupaten bermasalah, melainkan di seluruh 67 kabupaten yang ada di Florida.

Hal ini terjadi karena adanya hasil pencoblosan yang tidak menghasilkan lubang sempurna, sehingga ditolak oleh mesin pembaca kartu suara. Sebelumnya kartu suara jenis ini dinyatakan tidak sah, tetapi Gore memperjuangkan agar dilakukan pemeriksaan dan penghitungan dengan tangan.

Keputusan yang oleh pers diistilahkan sebagai sebuah keputusan dramatis ini membuat kubu Gore gembira. Pihak Gore yang akhir-akhir ini oleh sementara pihak dinilai sudah nyaris terpuruk, kini pers menyebutnya dengan new live for Gore. Tentu saja keputusan dramatis ini disambut oleh pihak Gore dengan menyebutnya sebagai win for fairness and accountability, win for democracy.

Pihak Bush tentu saja tidak mau kalah dengan mengekspresikan kekecewaannya. Pihaknya menyebut keputusan ini sebagai sad for democracy, sad for nation, sad for Florida. Saling adu pernyataan dan komentar, malam ini bertebaran di berbagai media massa.

Serta merta pihak Bush segera mengajukan emergency petition melalui fax kepada Mahkamah Agung Amerika guna memblokir keputusan penghitungan ulang, yang menurut keputusannya akan segera dilakukan atas lebih 43.000 lembar undervote. Entah bagaimana caranya dan berapa waktu diperlukan untuk melakukan pekerjaan semacam itu.

***

Panitia pemilu Florida segera melakukan pertemuan guna menentukan standard yang jelas tentang bagaimana cara pemeriksaan dan penghitungan ulang secara manual kartu-kartu suara tersebut. Secepatnya besok hari Sabtu pagi proses itu akan segera dilakukan.

Associated Press, seperti dilansir CNN, mengemukakan selisih pengumpulan angka yang sangat tipis antara Bush dan Gore. Hingga malam ini, sementara Bush unggul hanya dengan selisih kemenangan 193 suara. Sebuah margin kemenangan yang membuat kedua kubu semakin deg-degan. Apapun keputusan pengadilan selanjutnya akan menjadi penentu bagi kemenangan salah satu pihak.

Gore sangat yakin, jika penghitungan ulang dapat terlaksana maka dia akan mampu mengungguli Bush. Demikian halnya pihak Bush tentu juga menyadari akan kemungkinan tersebut. Oleh karena itu Bush pun berjuang keras memblokir keputusan Mahkamah Agung Florida dengan melakukan upaya banding secepatnya melalui emergency petition ke Mahkamah Agung Amerika.

Maka perjuangan menuju Gedung Putih menjadi semakin mendebarkan, setidak-tidaknya bagi Bush dan Gore serta pendukung fanatiknya.

***

Sementara itu, hari Selasa tanggal 12 Desember nanti adalah jadwal yang telah ditentukan bagi DPR di negara bagian untuk menentukan utusan yang akan duduk dalam Electoral College. Selanjutnya para utusan itu akan bertindak sebagai pemilih dalam pemilihan presiden secara formal melalui lembaga Electoral College tersebut. Sedangkan hasil akhir di Florida belum dicapai.

Maka sesi khusus yang bersejarah akan digelar di DPR Florida guna memilih utusan untuk anggota Electoral College pada saat hasil akhir pemilu belum diketahui dengan pasti. Tentu saja terjadi pertentangan, terutama dari pihak Partai Demokrat (partainya Al Gore) menentang rencana itu, karena mayoritas anggota DPR Florida dipegang oleh Partai Republik (partainya George Bush).

Yusuf Iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (31)

2 November 2008

Golden, 9 Desember 2000 – 23:00 MST (10 Desember 2000 – 12:00 WIB)

Pagi tadi panitia pemilu Florida sudah mulai menyeleksi kartu-kartu suara yang dinyatakan sebagai undervote, setelah prosedur pemeriksaan dan penghitungan ulang ditetapkan. Proses penyeleksian kartu-kartu suara tersebut ternyata cukup lama. Paling tidak memerlukan waktu delapan jam, sebelum mulai dilakukan pemeriksaan dan penghitungan ulang secara manual.

Kenapa demikian lama untuk melakukan seleksi kartu suara? Untuk menyeleksi kartu-kartu suara yang undervote ini mesti dilakukan proses ulang pemeriksaan dengan mesin atas seluruh kartu suara. Dari sana akan dihasilkan kartu-kartu yang ditolak (tidak terbaca) oleh mesin yang selanjutnya dinyatakan sebagai undervote. Begitulah ……., ternyata mesin komputer tidak “sepintar” yang kita duga.

Baru saja sekitar satu jam penghitungan ulang secara manual dimulai atas kartu-kartu undervote sore tadi, muncul keputusan dari Mahkamah Agung Amerika yang mengabulkan emergency petition dari Bush. Intinya, penghitungan ulang di Florida supaya disetop dulu, menunggu keputusan selanjutnya dari Mahkamah Agung Amerika. Lhadhalah…….

Saling adu argumen dari kedua belah pihak dijadwalkan akan dilakukan hari Senin nanti jam 11:00 pagi waktu Amerika Timur. Kembali, saat-saat mendebarkan melanda kedua belah pihak termasuk para pendukung fanatiknya yang kini mulai saling “berhawa panas” di luar gedung Mahkamah Agung.

Yusuf Iskandar