Posts Tagged ‘daun pepaya’

Buntil

22 Oktober 2010

Sejak pagi belum makan, sedang malas saja… Menjelang maghrib disuguh menu ‚Äúspesial” di rumah mertua, yaitu buntil. Ini menu ndeso yang sudah tidak populer. Jarang yang bikin. Aslinya: daun talas yang tumbuh di tepi sungai direbus untuk membungkus adonan bumbu parutan kelapa. Kini suka di-modif, daun talas diganti daun papaya, karena kalau tidak pintar masaknya, daun talas bikin gatal di mulut… Soal woenaknya, jangan tanya (tanya saja nggak boleh..)

Yogyakarta, 15 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Trancam Bu Mayar Cawas

24 Juli 2010

Kali ini makan siang dengan menu ndeso ke warung Bu Mayar Cawas, cabang Jl. By Pass, Klaten. Menu unggulannya trancam (bukan terancam) + ayam goreng. Trancam: sejenis urap, semua bahannya mentah, mentimun, kemangi, kenikir, wortel, kacang panjang, selada, tauge, diurap dengan sambal parutan kelapa. Ayam gorengnya begitu renyah dan daun pepaya dibumbu santan seperti gudeg. Wusss…sepertinya belum mulai makan, tapi tahu-tahu semua bablasss...!

Klaten, 19 Juli 2010
Yusuf Iskandar