Posts Tagged ‘cut and fill’

Surat Dari Alaska

6 Februari 2008

Pengantar :

Selama lima hari dari tanggal 24 hingga 28 April 2001, saya berkesempatan mengunjungi kota Juneau, Alaska. Perjalanan ini adalah dalam rangka melakukan kunjungan ke tambang perak bawah tanah Greens Creek yang dijadwalkan pada tanggal 25-26 April 2001. Tambang Greens Creek yang terletak di Pulau Admiralty merupakan sebuah tambang bawah tanah skala kecil yang beroperasi dengan metode penambangan “Cut and Fill” secara sangat effisien.

Kesempatan untuk mengunjungi tambang Greens Creek di Alaska ini tentu saja juga saya manfaatkan untuk menjelajahi lebih jauh ke wilayah di sekitarnya yang memungkinkan untuk dijangkau, terutama di seputaran kota Juneau. Berbagai pengalaman selama perjalanan singkat ini saya usahakan untuk dapat saya ceritakan secara mendekati real time dan mengirimkannya kepada rekan-rekan saya dalam milis Upnvy dan Upntby (alumni UPN “Veteran” Yogyakarta) melalui media internet. Mudah-mudahan dapat menjadi tambahan informasi yang bermanfaat.

(1).   Tiba Di Juneau Ketemu Sopir Philipino
(2).   Terlambat Bangun Malah Disewakan Pesawat Khusus
(3).   Waktu Sholat Yang Membingungkan
(4).   Jalan-jalan Keliling Kota Dan Dijamu Teman Baru
(5).   Hari Terakhir Di Juneau

Surat Dari Alaska

6 Februari 2008

(3).   Waktu Sholat Yang Membingungkan

Tadi malam, ketika saya coba-coba on-line dari sebuah kamar di camp-site ternyata tidak berhasil, saya langsung tidur saja karena sudah suuuangat ngantuk. Lebih-lebih dihantui kekhawatiran kalau esok pagi terlambat bangun lagi. Sholat Isya’ terpaksa saya jama’ takdim (mendahulukan sebelum waktunya tiba) bersamaan waktunya saat sholat Maghrib. Saya mantapkan niat bahwa saya sedang dalam “status” sebagai musafir.

Pagi tadi jam 04:00 sudah bangun. Siap-siap, lalu sarapan pagi dan membungkus bekal untuk dibawa ke tambang. Udara pagi di seputaran camp-site yang terletak di pinggir pantai Pulau Admiralty terasa sangat dingin, lebih-lebih angin kencang yang bertiup dari arah laut. Untuk menikmati sebatang rokok seusai sarapan pagi terpaksa sambil jalan mondar-mandir ke sana-kemari, berhubung dilarang merokok di dalam ruangan.

Jam 05:00 pagi bis yang membawa karyawan berangkat menuju ke lokasi tambang. Agenda saya hari ini adalah ketemu dengan bagian Geologi untuk mengetahui lebih jauh tentang grade control dalam kaitannya dengan metode penambangan “Cut and Fill” dimana diterapkan prinsip selective mining guna mengurangi dilution atau pengotoran batuan bijih (ore) oleh batuan samping atau batuan sampah (waste).

Sekitar tiga jam hingga tengah hari saya kembali menyusuri lorong-lorong bawah tanah menyertai dua orang geologist (laki-laki dan perempuan) sambil memahami kasus-kasus di lapangan dalam kaitannya upaya mereka mengontrol aplikasi selective mining. Seperti halnya hari kemarin, saya naik traktor Kubota yang dimodifikasi sedemikian rupa. Bedanya kalau kemarin berdiri seperti kernet, hari ini saya duduk di sebelah supir.

***

Salah satu tujuan saya mengunjungi tambang bawah tanah Greens Creek adalah untuk memahami bagaimana tambang ini menerapkan metode penambangan “Cut and Fill”. Sebuah modifikasi metode penambangan yang direncanakan akan diterapkan bagi salah satu potensi endapan bawah tanah Freeport yang selama ini menerapkan metode “Block Caving” untuk beberapa potensi endapan bawah tanahnya.

Tambang Greens Creek merupakan joint venture antara Kennecott Minerals (70,3%) dan Hecla Mining Company (29,7%). Sedangkan di Kennecott sendiri ada terdapat saham Rio Tinto, seperti halnya Rio Tinto juga punya saham di Freeport. Oleh karena itulah maka atas saran Rio Tinto pula saya mengunjungi tambang Greens Creek berkaitan dengan prospek metode penambangan “Cut and Fill” yang kira-kira akan diterapkan di salah satu potensi bawah tanah tambang Freeport.

Dengan total karyawannya sekitar 270 orang dan kurang dari separohnya adalah bagian tambang, ternyata tambang ini termasuk tambang yang effisien meskipun biaya operasi per tonnya relatif tinggi. Tambang perak, seng serta emas dan timbal ini termasuk tambang skala kecil dan dapat dikatakan operasinya berjalan sederhana. Kurang sophisticated dibandingkan tambang-tambang besar lainnya. Namun operasi tambangnya sangat ditunjang dengan adanya para underground skilled miner yang dimilikinya.

Endapan bijih tambang Greens Creek pertama kali diketemukan tahun 1975. Berproduksi secara penuh baru pada tahun 1989 seusai tahap eksplorasi dan development. Tahun 1993 tambang ini tutup sebagai akibat dari jatuhnya harga logam, hingga akhirnya beroperasi kembali pada tahun 1996 hingga sekarang.

Lokasinya yang cukup terpencil memang menyulitkan untuk suplai kebutuhan materialnya. Sebagian karyawan ada yang tinggal di kompleks perumahan (camp-site) yang terletak di pinggir dermaga pengapalan konsentrat dan mereka ini umumnya karyawan lajang. Sebagian lainnya yang mempunyai keluarga dan tinggal di Juneau, biasanya berangkat pagi-pagi naik kapal motor yang disewa perusahaan lalu disambung bis dan demikian pula saat pulang kerja sore hari. Cara ini berlaku sama bagi setiap karyawan baik miner maupun General Manager. Karena itu ya mohon dimaklumi, kalau saya merasa sangat “tidak enak” ketika harus naik pesawat khusus pagi kemarin.

***

Sore tadi, saya pun meninggalkan lokasi tambang Greens Creek setelah berpamitan dengan Sang General Manager yang (di mata saya) sangat baik. Sekali lagi saya memohon maaf kepada beliau dan sangat berterima kasih atas kesempatan yang sangat berharga ini. Jawaban beliau kira-kira begini : “Sudahlah, itu tidak perlu diingat-ingat. Siapa saja bisa terlambat kalau mesti berangkat jam 4:00 pagi”. Kata-kata yang bernada ngayem-ayemi (membuat perasaan lega) ini tentu saja cukup meringankan beban perasaan saya ketika meninggalkan tambang Greens Creek.

Akhirnya saya pun kembali ke hotel yang sama seperti saat pertama kali tiba di Juneau. Malam ini mau istirahat dulu. Perjalanan kunjungan tambang selama dua hari ini saya rasakan sukses dan memuaskan. Banyak hal baru yang saya pelajari untuk dijadikan bahan kajian lebih lanjut. Meninggalkan lokasi tambang naik bis menuju dermaga kapal motor yang lokasinya berbeda dan cukup jauh dari lokasi camp site. Untuk mencapai dermaga kapal motor ini perlu menempuh perjalanan darat sekitar 25 km selama 45 menit dari lokasi tambang. Dari dermaga disambung dengan kapal motor (boat) yang cukup mewah menuju dermaga di Juneau selama kira-kira 30 menit.

Besok adalah hari Jum’at yang adalah hari bebas saya. Mestinya saya akan langsung kembali ke New Orleans menempuh perjalanan sekitar 10 jam termasuk transit di Seattle dan Houston. Jika ditambah dengan perbedaan waktu antara Alaska dan Louisiana, maka perjalanan seakan-akan menjadi 13 jam. Oleh karena itu, tetap saja saya baru akan mulai masuk kantor hari Seninnya. Saya pikir-pikir, ya mendingan saya manfaatkan waktu sehari lagi untuk menjelajahi kawasan Juneau sebelum pulang ke New Orleans. Toh, masuk kerjanya juga hari Senin.

***

Hari-hari ini matahari tepat di katulistiwa. Akibatnya jadwal sholat di wilayah beriklim dingin seperti Alaska ini menjadi “agak merepotkan”. Malam ini waktu Isya’ baru tiba tengah malam lewat sedikit (kira-kira jam 00:05). “Lha, njuk kapan tidurnya?”. Tapi anehnya, waktu Shubuh besok malah mundur 2 jam dibanding tadi pagi, yaitu menjadi jam 03:22 dini hari. Bingung juga saya, kok perubahan waktunya tidak teratur. Pokoknya ya ikuti sajalah.

Juneau, 26 April 2001 – 22:30 AKST (27 April 2001 – 13:30 WIB) 
Yusuf Iskandar