Posts Tagged ‘cheney’

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (22)

2 November 2008

New Orleans, 26 Nopember 2000 – 21:45 CST (27 Nopember 2000 – 10:45 WIB)

George W. Bush malam ini dinyatakan menang di Florida. Minggu malam ini sekitar jam 7:30 waktu Florida (Senin pagi, 7:30 WIB) Sekretaris Negara Bagian Florida, Katherine Harris, yang juga ketua panitia pemilu Florida, mengesahkan jumlah peghitungan akhir suara yang masuk hingga batas akhir waktu yang telah ditentukan yaitu Minggu sore jam 5:00.

Dari hasil penghitungan akhir tersebut, diketahui bahwa Bush unggul atas Gore dengan 537 suara. Disebutkan bahwa Bush berhasil mengumpulkan total 2.912.790 suara sedangkan Gore mengumpulkan 2.912.253 suara. Dengan demikian, Bush dinyatakan sebagai pemenang pemilu untuk wilayah negara bagian Florida dan karenanya berhak atas tambahan 25 jatah suara (electoral vote) dari Florida.

Secara nasional ini berarti Bush meraih total 271 jatah suara, sedangkan Gore meraih 255 jatah suara. Ini berarti Bush berhasil melewati angka kemenangan 270 jatah suara (electoral vote) meskipun hanya dengan margin satu angka. Memang masih ada sisa jatah suara yang belum selesai disahkan yaitu lima dari New Mexico dan tujuh dari Oregon, tetapi keduanya tidak akan berpengaruh terhadap total perolehan masing-masing.

Di Tallahassee, ibukota negara bagian Florida, pengumuman ini spontan disambut teriakan gembira dari para pendukung Bush yang berkerumun di luar ruang sidang kabinet Florida dengan membawa poster-poster layaknya pengunjuk rasa. Dan memang mereka seharian tadi hingga malam ini sedang mengunjukkan rasanya atas dukungannya terhadap George Bush.

Hal yang sama juga terjadi di kota Austin, ibukota negara bagian Texas yang berjarak sekitar 1.390 km di sebelah barat Tallahassee. Para pendukung Bush juga merayakan kemenangan calon presidennya. Di seputar kantor Gubernur Bush di Austin ini bahkan sejak beberapa hari terakhir para pendukung Bush silih berganti berjalan mengelilingi halaman kantor dengan membawa poster bertuliskan Bush-Cheney di atas kertas warna biru. Seperti yang sempat saya lihat ketika hari Sabtu kemarin saya lewat di depan kantor Gubernuran di Austin.

“Ini adalah kemenangan demokrasi Amerika”, demikian kira-kira tegas Katherin Harris mengakhiri sambutan pengesahannya.

Sesaat setelah pengesahan suara di kota Tallahassee yang disiarkan secara langsung oleh berbagai saluran televisi, kandidat wakil presiden Partai Demokrat, Joe Lieberman, menyampaikan sambutannya di kota Washington DC. Sambutan Lieberman yang juga disiarkan secara langsung oleh jaringan televisi, menegaskan bahwa angka yang telah disahkan oleh pemerintah Florida adalah uncomplete and unaccurate. Karena itu Partai Demokrat besok pagi akan akan maju ke pengadilan menentang keputusan di Florida. Atau, initinya adalah pihak Gore tidak puas atas angka hasil penghitungan akhir yang disahkan oleh Sekwilda Florida.

Baru saja beberapa menit lalu, sekitar jam 21:30 waktu Florida (Senin pagi, 9:30 WIB), Bush juga menyampaikan pidatonya. Intinya Bush merasa terhormat dan rendah hati menerima kemenangannya atas pemilu di Florida. Bush juga meminta agar Gore mempertimbangkan kembali niatnya untuk maju ke pengadilan menentang hasil keputusan Florida. Direncanakan besok siang Gore akan menyampaikan pidatonya.

Yang dapat saya catat malam ini adalah bahwa secara resmi George Bush telah dinyatakan sebagai pemenang pemilu Florida, meskipun pihak Gore menyatakan akan menentang keputusan pengesahan tersebut. Kita lihat kelanjutannya besok.

Yusuf Iskandar

Iklan

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (33)

2 November 2008

New Orleans, 12 Desember 2000 – 22:45 CST (13 Desember 2000 – 11:45 WIB)

Baru saja sekitar jam 10:00 PM waktu Amerika Timur (09:00 PM waktu New Orleans), Mahkamah Agung Amerika (US Supreme Court) mengeluarkan keputusan pengadilan yang sangat ditunggu-tunggu sejak seharian tadi. Karena keputusan tersebut akan menentukan siapa bakal presiden Amerika ke-43. Surat keputusan yang dinilai mengandung pernyataan yang cukup rumit tersebut ternyata tidak mudah dan tidak dapat cepat dipahami secara rinci oleh kebanyakan para pengamat.

Intinya adalah bahwa 7 dari 9 hakim di Mahkamah Agung Amerika mnemukan adanya constitutional problems di dalam keputusan Mahkamah Agung Florida sebelumnya yang memerintahkan untuk dilakukannya penghitungan ulang atas kartu suara undervote di Florida. Oleh karena itu Mahkamah Agung Amerika sebagai lembaga peradilan tertinggi mengirimkan balik kasus tersebut kepada Mahkamah Agung Florida.

Sementara diketahui bahwa batas akhir penyelesaian kasus ini adalah tanggal 12 Desember 2000, yang berarti adalah malam ini dan tinggal tersisa 1-2 jam lagi. Tanggal 12 Desember adalah tanggal yang dijadwalkan bagi setiap negara bagian untuk pengangkatan utusan para pemilih yang akan duduk di lembaga Electoral College. Siapa yang diangkat sebagai utusan adalah partai yang menang di negara bagian tersebut.

Oleh karena itu, banyak pihak dapat menyimpulkan bahwa ini adalah kemenangan bagi George Bush. Melalui pengamat kampanyenya, James Baker, pihak Bush dan Cheney menyampaikan rasa puas atas keputusan Mahkamah Agung Amerika dan terima kasih kepada para pengacara serta pendukung setianya.

Banyak kalangan juga menilai, habis sudah upaya hukum yang masih dapat ditempuh oleh pihak Gore dan Lieberman atas kemelut pemilu di Florida. Sementara pihak juga menyarankan agar Al Gore sebaiknya segera menyatakan kekalahannya dalam pemilihan presiden yang berlarut-larut ini, yang berarti mengakui kemenangan George Bush.

Apakah akan demikian? Beberapa menit yang lalu pihak Gore dan Lieberman menyatakan masih sedang mempelajari amar putusan Mahkamah Agung Amerika yang dipandangnya sangat panjang dan kompleks sehingga perlu waktu untuk mempelajarinya lembar demi lembar. Reaksi apakah yang akan dikemukakan oleh pihak Gore dan Lieberman ini baru akan disampaikan besok (Rabu) pagi.

***

Itulah breaking news yang malam ini sedang dibahas hangat oleh para pengamat di berbagai saluran televisi. Sedangkan berbagai proses peradilan lainnya baik di tingkat lokal maupun negara bagian masih terus berlanjut, akan tetapi kurang berbobot politis dalam menentukan kemenangan kedua kandidat.

Agaknya hari-hari ini adalah hari-hari tanpa jam kerja bagi sebagian kantor pengadilan dan Mahkamah Agung, karena semua proses hukum yang sedang diupayakan oleh kedua belah pihak Gore maupun Bush berlangsung secara siang-malam. Seperti halnya malam ini, hasil persidangan yang beberapa menit sebelumnya oleh berbagai stasiun televisi dinyatakan tidak tahu kapan akan diputuskan, tahu-tahu keluar menjelang tengah malam.

Untuk sementara, kebanyakan para pengamat menganggap inilah saatnya penentuan kemenangan pemilihan presiden. Dan George Bush adalah pemenangnya. Namun, pernyataan pihak Gore bahwa baru besok pagi akan menyampaikan reaksinya atas putusan Mahkamah Agung Amerika, tentu saja membuat semua kalangan penasaran. Apa yang akan dilakukan Gore? Celah hukum apalagi yang masih dapat diupayakan? Atau, akankah Gore menyampaikan pernyataan kekalahannya? Kita tunggu besok pagi. 

Yusuf Iskandar