Posts Tagged ‘bulan’

Tentang Malam Purnama

2 Mei 2010

(1)

Langit Jogja bersih sekali
purnama datang terlambat di horizon timur
Batara Guru sedang duduk di antara dua sujud
dan rombongan bintang tujuh menjadi penanda di langit selatan

Listrik di kampungku mati
seperti sedang memberi kesempatan kepada rembulan menerangi bumi
dan gelapnya malam ini
suara santri mengaji ilmu sharaf mengalun bersahutan silih berganti…

(2)

Lamunanku, mengawang ke masa kecil di kampung kami
Teman-teman berkumpul dan bernyanyi
tembang dolanan ‘Padhang Mbulan’
yang kini hilang ditelan jaman

Yo prakanca dolanan ing njaba
padang mbulan padange kaya rino
rembulane sing awe-awe
ngelekake ojo podo turu sore…

(Yuk kawan bermain di luar
terang bulan terangnya seperti siang
rembulannya melambai-lambai
mengingatkan jangan tidur sore-sore)

(3)

Kubangunkan ibunya anak-anak dari tidurnya
kuundang untuk duduk di depan rumah
bersama menikmati, bermandi cahaya rembulan
listrik PLN (sialan) yang masih mati seperti harus disyukuri
karena ada terbangun kemesraan malam ini…

Tiba-tiba ibunya anak-anak komplain: “Kok banyak nyamuk sih?”.
“Itu karena kamu rasakan gigitannya. Coba jangan dirasakan, dicuekin aja”, jawabku.

Yogyakarta, 30 April 2010
Yusuf Iskandar

***

(4)

Langit bersih sekali malam ini
bintang bertaburan
sebentar lagi bulan kan datang menjelang
sayup-sayup terdengar di televisi
seorang biduan melagukan….

Yen ing tawang ono lintang, cah ayu
Rungokno tangising ati
Lintang2 ngiwi-iwi, cah ayu
Ngenteni mbulan ndadari…

(Ketika di langit ada bintang, kasihku
Dengarlah hati yang sedang menangis
Bintang-bintang melambai, kasihku
Menanti datangnya rembulan)

(5)

Dek semono (ketika itu)….

Wis ah, tidak usah diteruskan. Kasihan teman-teman yang malam ini sedang berada jauh dari mana-mana, jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jauh dari kekasih hati, jauh dari sanak saudara. Nanti malah jadi…, nglangut (menerawang jauh…), njuk kelingan sing ora-ora (jadi ingat yang enggak-enggak…). Hiks

Selamat bermalam Minggu, dimanapun sampeyan berada.

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Bulan Di Atas Kepala

31 Maret 2010

Menjelang setengah malam, hari
purnama belum sampai
tapi bulan di atas kepala
dan awan tipis menyelimuti silih berganti

Menjelang setengah abad, usia
beberapa purnama mesti dihampiri
tapi bulan akan tetap di atas kepala
awan hitam putih masih akan datang dan pergi

Rembulan harus tetap ditinggikan
agar cukup waktu matahari bangkit mengganti
Kesadaran harus ditancapkan
agar nurani tidak lalai menerangi hati

Ribuan lembar halaman kosong telah penuh dengan goresan pena
Entah masih ada berapa banyak lagi halaman kosong menanti kata dan makna
Sekali tinta memercik mengotori
Tak kan pernah putih kembali
Tak sekali jua waktu berbalik memutari

Tuhan, tak kan pernah sia-sia Engkau perlihatkan kuasa-Mu
seperti rembulan mengantarkan malam menuju pagi
seperti matahari menandai pergantian hari

Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kujelang dan kulalui beberapa purnama lagi
melengkapi perjalanan usia setengah abad

Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kubaktikan hidupku lebih lama lagi
seribu purnama ingin lebih kumaknai

Tuhan,
akan kusaksikan purnama terus menerangi
akan kujaga tanda kekuasaan-Mu
seperti bulan di atas kepala malam ini

Yogyakarta, tengah malam 30 Maret 2009
Yusuf Iskandar