Posts Tagged ‘bukber’

Benar Tapi Tidak Dapat Dibenarkan

6 September 2010

Mau bukber, ujuk-ujuk anak lanang mampir toko berbelanja. Mentang-mentang toko milik ortunya, giliran ke kasir bilang ke ibunya: “Gak usah bayar ya, kan tokonya ibu…”. Jawab ibunya: “Lha kok enak?” –

Logika anak lanang benar. Tapi dalam bisnis, tidak setiap hal yang nampak “benar” itu dapat “dibenarkan” dan tidak setiap hal yang dapat “dibenarkan” itu “benar”. Intinya? Ya tetap harus bayar!

“Kalau gitu, minta uangnya…”, katanya. Woo…dasar!

(bukber : buka bersama)

Yogyakarta, 4 September 2010
Yusuf Iskandar

Buka Bersama

27 Agustus 2010

Dua hari yll. bukber dengan teman-teman muda, menu full kolesterol… sate dan tongseng kambing. Hari ini bukber dengan teman-teman tua pengurus takmir masjid, menu full serat… karedok, bakwan (bala-bala) jagung, bakmi goreng…, kue talam ubi, martabak…, es buah.

Mumpung jadi imam tarwih dan ngisi kultum, terpaksa agak speeding, menimbang harus buru-buru ke belakang…, belakang rumah maksudnya…

(bukber : buka bersama; kultum : kuliah tujuh menit)

Yogyakarta, 22 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Sate Kambing Babadan Jogja

25 Agustus 2010

Lebih 30 tahun pak Tupan menggeluti kambing, yang dijadikan sate dan tongseng, yang dagingnya terasa empuk dan lembut, yang berbumbu sambal kecap dengan banyak taburan merica.

Warungnya yang tanpa judul itu dikenal orang sebagai “Sate Babadan” karena lokasinya tepat di perbatasan dusun Babadan, Maguwoharjo, dari arah kota Jogja. Ke sanalah sore tadi saya dan teman-teman bukber alias buka bersama (setidak-tidaknya, bersama penikmat sate lainnya).

(Ancar-ancar lokasi : Ring Road utara-timur, pas di tikungan Makro belok ke utara ke arah pasar Stan dan stadion Sleman tapi terus naik ke utara, di sisi kiri jalan akan terlihat tulisan batas Dusun Babadan dan warung satenya tepat ada di sisi kanan jalan).

Yogyakarta, 20 Agustus 2010
Yusuf Iskandar