Posts Tagged ‘brisbane’

Catatan Dari MassMin 2000 – Brisbane

2 Maret 2008

Pengantar :

Selama sepekan ini saya berkesempatan berkunjung ke Australia dalam rangka mengikuti Konferensi Internasional Ke-3 The MassMin 2000, yaitu konferensi pertambangan khususnya tentang metode penambangan bawah tanah untuk endapan masif. Konferensi ini diselenggarakan dari tanggal 30 Oktober hingga 2 Nopember di Brisbane, Queensland, yang kemudian pada tanggal 3 Nopember dilanjutkan dengan kunjungan ke tambang tembaga bawah tanah Northparkes, New South Wales.

Melalui milis Upnvy dan Upntby saya ingin berbagi ceritera dan pengalaman selama mengikuti konferensi ini. Semoga apa yang akan saya sampaikan ini dapat menjadi tambahan informasi dan pengetahuan terutama bagi rekan-rekan yang bergerak di dunia pertambangan.

  1. Brisbane, 30 Oktober 2000 – jam 05:30 (14:30 WIB)
  2. Brisbane, 30 Oktober 2000 – jam 12:00 (21:00 WIB)
  3. Brisbane, 31 Oktober 2000 – jam 11:45 (20:45 WIB)
  4. Brisbane, 01 Nopember 2000 – jam 07:50 (4:50 WIB)
  5. Brisbane, 02 Nopember 2000 – jam 07:00 (4:00 WIB)
  6. Brisbane, 02 Nopember 2000 – jam 11:30 (20:30 WIB)
  7. Parkes, 03 Nopember 2000 – jam 11:30 (19:30 WIB)
  8. Sydney, 04 Nopember 2000 – jam 11:45 (19:45 WIB)
Iklan

Catatan Dari MassMin 2000 – Brisbane (5)

2 Maret 2008

Brisbane, 2 Nopember 2000 – jam 7:00 (4:00 WIB)

Sebelum memasuki ruang sidang kemarin, saya melihat dari dua sesi yang akan berjalan paralel banyak topik-topik menarik berada di kelompok sesi caving methods. Penilaian ini memang subyektif, karena kebetulan pekerjaan saya banyak berkaitan dengan metode penambangan ini. Karena itu saya memutuskan dari pada mesti berpindah-pindah ruangan, lebih baik mengikuti kelompok ini saja terus sampai selesai sorenya.

Makalah pertama tentang tambang tembaga Palabora di Afrika Selatan, disambung dengan tambang intan Premier juga di Afrika Selatan. Lalu tentang tambang tembaga El Teniente di Chili dan tambang tembaga DOZ (Deep Ore Zone) PT Freeport Indonsia di Papua. Saya tertarik mengikuti pembahasan ini karena selain membahas tentang metode caving juga karena akan membahas beberapa kajian khusus tentang desain, permasalahan yang dihadapi, pemikiran-pemikiran baru serta visi ke depan dari perencanaan tambangnya.

Banyak hal positif yang saya peroleh dari paparan mereka, terutama yang berkaitan dengan bagaimana melakukan operasi tambang bawah tanah secara effektif dan effisien. Istilah effektif dan effisien memang berkesan umum dan kabur kalau tidak disertai dengan contoh kasus dan pencapaiannya. Tentu tidak cukup waktu untuk mengungkapkan semuanya di catatan ini. Tetapi kira-kira, sepintas saya dapat menggambarkan istilah itu mengacu kepada operasi tambang yang tidak boros uang, tidak boros tenaga kerja, aman, memberi hasil produksi tinggi, memberi nilai tambah bagi ketrampilan dan keahlian karyawannya, dsb.

Sesi berikutnya diisi dengan paparan upaya perbaikan rancangan tambang, pendekatan dan pengembangan baru dari metode caving yang ada yang diterapkan antara lain di tambang nikel Trojan di Zimbabwe, tambang nikel Perseverance di Australi dan tambang bijih besi Kiruna di Swedia dan tambang bijih molibdenum Henderson di USA, tambang tembaga dan emas Northparkes di Australia dan tambang tembaga Kennecott di USA. Selain itu juga disajikan beberapa hasil studi tentang kestabilan batuan, aliran bijih dengan gravitasi, dan draw control.

Belajar dari keberhasilan perusahaan-perusahaan tambang itu, terkadang terlintas keinginan (lebih tepat saya katakan “impian”) untuk sekali waktu berkunjung ke sana guna melihat dan belajar langsung bagaimana mereka menerapkannya di lapangan.

***

Saat istirahat makan siang ada kejadian yang membuat surprise. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama saya, ternyata dia adalah mantan General Manager saya sewaktu saya bekerja di tambang emas bawah tanah PT Lusang Mining di Bengkulu. Namanya Donald Hunter, waktu itu biasa disapa dengan Pak Don. Sejak Pak Don yang asal Afrika Selatan ini meninggalkan Bengkulu sekitar tahun 1992, saya tidak tahu lagi kemana beliau bekerja. Rupanya setelah keliling-keliling ke Australia, Suriname dan Chili, akhirnya kini mendarat di kota Brisbane.

Benar kata sementara orang : “dunia tambang itu sempit”. Kemanapun perginya, selalu saja ada kesempatan untuk ketemu. Ya melalui ajang seminar, konferensi, pertemuan atau kunjungan-kunjungan tambang. Seperti halnya dengan rekan-rekan yang bekerja sebagai inspektur tambang di Direktorat Jendral Pertambangan Umum. Sekalipun kita berpindah-pindah tempat kerja, ya di sana pula ketemu lagi dan ketemu lagi.

***

Hingga hari ketiga kemarin, nampaknya memang banyak topik-topik menarik yang dibahas. Buktinya, saya benar-benar dapat mengikuti dan menikmati konferensi ini dengan tanpa mengantuk. Biasanya kalau sehabis makan siang adalah saat-saat kritis untuk mempertahankan mata tetap membuka, apalagi saya baru melakukan perjalanan jauh sekitar 20 jam yang membuat siklus hidup berubah. Saat-saat kritis ini biasanya sering saya alami setiap kali mengikuti acara seminar, konferensi, kursus atau sejenisnya. Dulu sewaktu kuliah kalau saya ikut Pertemuan Ilmiah Tahunan Geofisika atau pertemuan sejenis itu, saat-saat kritis ini selalu saya atasi dengan mengajak teman ngobrol di luar ruangan sambil merokok atau ngemil.

Semula saya ada niat untuk sore hari kemarin mau meninggalkan arena konferensi dan jalan-jalan di Brisbane. Tapi kemudian berubah pikiran, karena merasa sayang untuk meninggalkan beberapa topik menarik lainnya yang dipresentasikan siang hingga sore harinya. Terpaksa keinginan untuk mencuri waktu buat jalan-jalan sore saya batalkan.

Malam harinya saya bersama rekan-rekan yang datang dari Tembagapura dijamu oleh seorang kolega makan malam di sebuah restoran seafood di Brisbane. Wah, cocok sekali. Hingga keenakan dan ngantuk. Kali ini benar-benar terus tidur, dan tidak mencoba-coba menghidupkan laptop.

***

Hari keempat ini akan dilanjutkan dengan acara workshop dengan pokok bahasan tentang metode penambangan caving. Karena forumnya workshop, tentu akan lebih banyak kesempatan untuk berdiskusi dibandingkan forum konferensi sejak hari pertama hingga ketiga yang kesempatan diskusinya sangat terbatas. Kelihatannya akan ada diskusi menarik kalau melihat topik-topik kertas kerja yang akan dipresentasikan. Mudah-mudahan saya masih dapat melewati saat-saat kritis di hari keempat atau hari terakhir konferensi ini.

Yusuf Iskandar

Catatan Dari MassMin 2000 – Brisbane (8 – Selesai)

2 Maret 2008

Sydney, 4 Nopember 2000 – jam 23:45 (19:45 WIB)

Sekitar jam 1:00 siang saya sudah tiba di hotel di Sydney, setelah tadi pagi meninggalkan kota Parkes. Di bandara Sydney, saya dan rombongan saling besalaman dengan sesama peserta kunjungan tambang lainnya yang segera akan melanjutkan perjalanannya masing-masing. Ada yang langsung nyambung pesawat ke USA, Swedia, Finlandia atau Afrika Selatan, atau pulang ke rumahnya di Australia. Ada juga yang masih mempunyai urusan bisnis atau jalan-jalan di Sydney, seperti peserta dari Jepang, Cina, Zimbabwe, dsb.

Yang pasti, rangkaian kegiatan konferensi MassMin 2000 sudah selesai. Seperti diinformasikan oleh panitia sebelumnya saat di Brisbane, bahwa konferensi MassMin berikutnya akan diselenggarakan di Chili pada tahun 2005. Diharapkan tentunya dalam periode lima tahun mendatang akan lebih banyak topik-topik dan hasil-hasil perkembangan baru dalam dunia tambang bawah tanah khususnya yang beroperasi dengan metode caving.

Saya sendiri akan tinggal di Sydney semalam untuk hari Minggu besok baru kembali menuju New Orleans. Sementara di Sydney, saya sudah janjian dengan Mas Yusram Rantesalu yang alumni Tambang UPN angkatan 1986 yang saat ini sedang menyelesaikan program S2 di University of New South Wales mengambil bidang studi Geomekanik.

***

Akhirnya, catatan ini saya sudahi. Insya Allah, setiba di New Orleans saya akan melanjutkan perjalanan “Keliling Setengah Amerika”. Eh, sebentar. Hari Selasa, 7 Nopember 2000 nanti Amerika pemilu, antara lain untuk memilih siapa di antara George W. Bush dan Al Gore yang bulan Januari tahun depan akan menuju Gedung Putih melengser Bill Clinton. Kita lihat saja nantilah, kalau tidak capek ingin saya infokan breaking news-nya. Wassalam. (Selesai).-

Yusuf Iskandar