Posts Tagged ‘biosphere 2’

Musim Panas Di Arizona

2 Februari 2008

(3).   Dunia Kecil Biosphere 2

Siang itu, masih di hari Sabtu, 5 Agustus 2000, saya memasuki kota Tucson. Hanya melewatinya, dan terus menuju ke luar kota melalui State Road (SR) 77, Jalan Oracle. Ternyata saya masih mengenali jalan ini, sejak pertama kali pernah melewatinya pada tahun 1996 dan yang kedua tahun 1998. Itu karena di jalan ini ada Tucson Mall, tempat yang saya anggap paling strategis dan praktis untuk sekedar jalan-jalan sore dan belanja oleh-oleh atau titipan kawan-kawan dari Indonesia. Setelah melaju sejauh sekitar 48 km ke arah timur laut, saya tiba di kompleks Biosphere 2 Center. Ini memang obyek yang sudah lama saya angankan karena ada sesuatu yang menarik di sana. 

Sekitar awal tahun 90-an saya pernah membaca tulisan di sebuah majalah di Indonesia (saya lupa apa nama majalahnya). Dalam tulisan itu diceriterakan tentang adanya sebuah dunia tiruan yang digunakan sebagai media eksperimen kehidupan, di mana ada delapan orang (4 pria dan 4 wanita) masuk ke dalam dunia kecil tiruan itu yang terisolasi terhadap dunia luar. Mereka tinggal dan menjalankan kegiatan hidup seperti biasa selama dua tahun di dalam “kurungan” rumah kaca. Segala macam sistem kehidupan di dalam dunia tiruan itu direkayasa sedemikian rupa sehingga sama dengan dunia nyata di luarnya.

Belakangan baru saya ketahui peristiwa itu terjadi pada tanggal 26 September 1991 hingga 26 September 1993. Selang enam bulan kemudian, tim kedua yang terdiri dari 7 orang (5 pria dan 2 wanita) masuk “kurungan kaca” dan berada di dalamnya selama enam setengah bulan. Para anggota tim yang disebut biospherian itu berasal dari negara Inggris, Jerman, Meksiko, Belgia, Australia, Nepal dan Amerika sendiri. Misi dari kedua tim itu dinilai sukses menyelesaikan berbagai eksperimen tentang sistem kehidupan di dunia nyata melalui media dunia kecil tiruan.

Ketika di tahun 1996, saat pertama kali saya melewati jalan Oracle ini dan melihat tulisan Biosphere 2, saya langsung ingat pada artikel yang pernah saya baca di sebuah majalah enam tahun sebelumnya, yang waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan di daerah mana proyek Biosphere ini berada. Maklum, waktu itu masih susah untuk membayangkan nama-nama tempat atau negara bagian yang ada di Amerika. Sayangnya pada tahun 1996 itu dan juga tahun 1998 saya tidak punya cukup kesempatan untuk mengunjunginya. Baru kali inilah saya benar-benar menyempatkan untuk menyaksikannya sendiri.

***

Di dalam dunia tiruan yang terbuat dari struktur kaca, baja dan beton itu dibangun ada lima bioma : hutan musim hujan, samudra, savana, gurun dan rawa-rawa. Habitat manusia, hewan yang umumnya jenis serangga dan monyet, serta berbagai macam tumbuh-tumbuhan, kesemuanya dirancang dan dibangun menyerupai keadaan sebenarnya.

Semua sistem di dalam Biosphere 2 ini bergantung kepada tenaga listrik. Ada sebuah generator gas alam besar di Pusat Energi yang menghasilkan listrik untuk menggerakkan semua sistem dunia tiruan itu. Pusat Energi juga menghasilkan air panas dan dingin yang akan dibutuhkan untuk pemanasan dan pendinginan Biosphere 2 sesuai dengan kebutuhan. Ada dua buah kubah di luar “kurungan kaca” ini yang berfungsi sebagai paru-paru dunia kecil, dimana tekanan, temperatur dan volume udara dikontrol dan dihubungkan dengan Biosphere 2 melalui saluran bawah tanah.

Proses daur ulang air dan sampah, semuanya dilakukan sebagaimana yang dilakukan orang di dunia nyata. Proses sirkulasi untuk mensuplai udara bersih, proses  kondensasi untuk mensuplai air minum, pengaturan cuaca, dsb. dikontrol dan disesuaikan dengan kebutuhan dari kelima bioma serta habitatnya. Tetapi di dalam Biosphere 2 ini hanya ada daerah beriklim tropis dan subtropis, serta tentunya tidak ada tiupan angin kencang.

Dunia kecil ini dibuat tidak lain adalah untuk mempelajari bagaimana bumi berkerja dan bagaimana manusia berinteraksi dengan sistem bumi. Melalui dunia kecil tiruan ini diharapkan akan dapat dipelajari mengenai kehidupan yang berada di dalam lingkungan yang dikendalikan oleh manusia sendiri. Pada gilirannya hal ini tentu akan memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap Biosphere 1, ya bumi tempat kita nunut hidup ini.

Sebenarnya ada juga proyek sejenis Biosphere 2 ini di tempat lain, yaitu Bios 3 di daerah terpencil Siberia, Rusia, dan Biosphere “J” yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi di Jepang utara.

Biosphere 2 adalah laboratorium kehidupan terbesar di dunia yang dibangun sejak tahun 1987 dengan biaya sekitar US$200. Menutupi areal seluas 1.27 ha dan bervolume 204.000 m3. Sejak 1 Januari 1996, setelah Columbia University bergabung dengan Biosphere 2 membentuk Biosphere 2 Center, Inc., sarana ini menjadi salah satu kampusnya yang bergengsi dan mulai dibuka untuk dapat dikunjungi masyarakat umum.

Fasilitas pendidikan, penelitian dan pengembangan pun mulai lebih komplit, termasuk asrama mahasiswa. Juga sudah tersedia hotel, restoran dan gedung konferensi. Sungguh menjadi tempat menimba ilmu yang sangat menantang. Hanya saja, di musim panas daerah ini memang menjadi bersuhu udara sangat panas sebagaimana daerah-daerah lain di Arizona, sementara belum banyak tanaman pelindung di sekitarnya.

Ada yang menarik ketika berjalan-jalan mengelilingi berbagai sarana yang ada di kompleks Biosphere 2 Center, salah satunya adalah Laboratorium Peraga (Demonstration Laboratories) yaitu tempat diperagakannya berbagai ekosistem seperti hutan musim hujan, gurun dan ekosistem lainnya. Saat berjalan-jalan di dalam ekosistem yang menirukan kehidupan di daerah tropis, serasa saya sedang berada di tengah hutan di Indonesia lengkap dengan bunyi serangga sesungguhnya, tanaman liar yang tumbuh silang-menyilang, pepohonan besar dan udara yang lembab. Pohon pepaya kampung yang sedang berbuah, pisang, pohon aren dan lamtoro gung juga ada di sini.

Saya terpaksa hanya bisa menelan air liur sewaktu menjumpai tanaman daun kemangi yang kalau saya remas memunculkan bau yang khas menggugah selera makan. Ini memang jenis lalapan kesukaan saya. Dalam hati saya berandai-andai : “Kalau saja saya membawa bekal sambal terasi, wuah ……!”.- (Bersambung)

Yusuf Iskandar

Iklan