Posts Tagged ‘bill clinton’

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (7)

2 November 2008

New Orleans, 8 Nopember 2000 – 01:30 CST (8 Nopember 2000 – 14:30 WIB)

Akhirnya negara bagian Florida yang memberikan jatah suara 25 menjadi kunci kemenangan bagi George Bush. Setelah melalui periode perhitungan suara yang mengasyikkan sekaligus mendebarkan lebih 8 jam sejak jam 05:00 Selasa sore tadi, akhirnya George Bush berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu setelah melampaui angka kemenangan 270 suara. Bush kini telah mengumpulkan 271 suara dari 30 negara bagian, sedangkan Gore baru menambah 7 suara dari negara bagian Iowa dan mengumpulkan 249 suara dari 19 negara bagian.

Penghitungan suara memang belum selesai, masih menyisakan dua negara bagian lagi yaitu Oregon dan Wisconsin yang masing-masing menyisakan 7 dan 11 suara. Apapun hasil perhitunganya nanti, kiranya sudah tidak akan mempengaruhi posisi kemenangan George Bush sebagai Presiden Amerika yang baru, menggantikan Bill Clinton bulan Januari 2001 nanti.

Kemenangan tipis ini yang agaknya sangat dinanti-nantikan oleh para industriawan Amerika, mengingat George Bush dipandang mempunyai komitmen yang tinggi terhadap dunia industri. Seperti diketahui bahwa Bush sekarang ini masih menjabat sebagai gubernur negara bagian Texas, dimana industri perminyakan di wilayah itu termasuk menonjol di daratan Amerika utara.

Berakhirlah sudah momen terpenting dari pesta demokrasi rakyat Amerika, meskipun secara keseluruhan proses pemilu belum selesai karena masih ada banyak perhitungan angka-angka perolehan suara yang akan diselesaikan. Antara lain bagi pemilihan anggota Konggres, Senat, Gubernur, berbagai peraturan perundang-undangan dan peraturan-peraturan hukum di tiap-tiap negara bagian yang juga di-pemilu-kan.

Selamat untuk Gus Bush, eh … George Bush, menjadi Presiden Amerika ke-43 dari Partai Republik. Semoga tidak membawa Amerika menjadi semakin pethenthang-pethentheng……

Yusuf iskandar

Catatan Dari Pemilu Amerika 2000 : George Bush atau Al Gore? (24)

2 November 2008

New Orleans, 28 Nopember 2000 – 21:15 CST (29 Nopember 2000 – 10:15 WIB)

Hari ini tidak ada breaking news, kecuali kedua kubu saling melempar pernyataan. Sudah lebih 20 hari sejak hari pemilu, kontroversi tentang presiden Amerika masih belum juga tuntas…tas…tas…tas… Meskipun hasil akhir suara Florida sudah disahkan Minggu malam yll.

Bush sedang “kebelet”, tidak sabar lagi ingin boyongan ke Gedung Putih menggantikan Bill Clinton pada 20 Januari 2001 nanti. Gore sedang “gerah”, memperjuangkan adanya banyak suara dari pendukungnya di beberapa kabupaten yang ternyata tidak diakui oleh panitia pemilu Florida saat pengesahan dan juga adanya banyak kartu suara yang tidak terbaca oleh mesin penghitung. Proses peradilan atas tuntutan pihak Gore ini masih berlanjut ke tingkat selanjutnya dan masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang

Melihat hasil keputusan pengesahan suara di Florida pada Minggu malam lalu, yang menghasilkan angka kemenangan bagi George Bush, seorang rekan di Indonesia (Mas Henry Lumbantoruan) bertanya : “ada banyak massa nggak yang ke gedung DPR-nya Amrik untuk protes hasil sementara Pemilu itu?”

Ternyata tidak ada massa yang ramai-ramai datang ke gedung DPR untuk protes hasil pemilu, yang ada justru protes dari Al Gore, Joe Lieberman dan kubunya. Itu juga cukup dilakukan dari rumah, tidak perlu memprovokasi teman-temannya lalu ngelabrak di jalanan.

Beberapa hari terakhir menjelang pengesahan suara Florida memang banyak massa berunjuk rasa (bukan protes, melainkan memang sedang mengunjukkan perasaannya), antara lain di sekitar kantor pemilu di Tallahassee (Florida). Pendukung Bush bergerombol membawa poster dan meneriakkan yell-yell, di sebelah lain pendukung Gore juga melakukan hal yang sama. Kedua pihak dipisah oleh polisi, dibatasi dengan police line. Tidak ada PAM-Swakarsa.

Di kediaman George Bush di Austin (Texas), massa berunjuk rasa mendukung Bush sambil membawa poster, berjalan keliling halaman, meneriakkan yell-yell. Kalau ada mobil lewat yang juga pendukung Bush, mobil lalu berjalan perlahan sambil membunyikan klakson tanda mendukung. Ternyata di situ juga ada sekelompok kecil pendukung Gore, yang juga membawa poster. Mereka baik-baik saja, saling cengengesan. Mengekspresikan sikapnya masing-masing, tanpa perlu gelut atau tawuran.

Di kediaman Al Gore di Washington DC, massa berunjuk rasa mendukung Gore juga sambil membawa poster. Ketika diumumkan bahwa Bush yang unggul di Florida, massa pendukung Gore lalu meletakkan posternya dan balik kanan. Padahal sebelumnya saya “mengharapkan” mereka akan membakar ban, merusak mobil, melempari gedung atau menjarah toko. Ternyata “harapan” saya tidak cocok untuk saya gunakan di Amerika. Lha, ternyata kok mereka lebih sareh (mampu mengendalikan emosi) daripada saya.

Saya kira, inilah salah satu buah dari hasil pembangunan masyarakat (dan demokrasi) yang sudah mapan. Karena pihak manapun yang jadi Presiden, tidak akan berdampak besar terhadap sistem kehidupan masyarakatnya. Hanya soal beda figur saja dan skala prioritas pembangunannya. Selebihnya, kehidupan akan berjalan normal kembali.

Tidak ada trauma historis yang hanya menyebabkan ketidakpercayaan dan kecurigaan. Sebab kalau itu yang terjadi, maka bersiap-siaplah untuk mengatasi setiap kemelut dengan kemelut baru. Kalau ternyata hasilnya tidak memuaskan, lalu diberikanlah terapi dengan kemelut baru lagi, yang biasanya juga menghasilkan kemelut lagi. Demikian seterusnya, dan itu yang terjadi dalam kurun 4 tahun terakhir sejarah reformasi bangsa kita.

Pihak yang kalah dalam pemilu Amerika akan kecewa? Pasti. Tidak puas? Jelas. Lalu, berbagai cara legal pun akan ditempuh oleh kedua belah pihak guna melampiaskan kekecewaan dan ketidakpuasannya. Setelah itu? Semua pihak akan menghargai apapun keputusan akhirnya. Kemungkinan akan adanya ketidakpuasan yang berlebihan dan tak terkendali oleh individu, dapat saja terjadi. Insiden-insiden kecil tentu tak terhindarkan. Tetapi ketidakpuasan kolektif yang memicu kerusuhan dan teror, kelihatannya kok tidak terjadi dan itulah yang saya lihat sejauh ini.

Peristiwa pemilihan presiden Amerika tahun ini memang akan menjadi cacatan terburuk dalam sejarah demokrasi Amerika. Namun saya melihat, ini juga akan menjadi catatan sejarah bahwa betapapun rumit dan tegangnya proses pemilu kali ini, diperkirakan akan dapat diselesaikan dengan tetap saling menghormati proses demokrasi, sekalipun berlarut-larut. Hal yang terakhir ini memang menjadi salah satu kebanggaan warga Amerika, setiap kali saya omong-omong dengan rekan Amerika saya.

Kini perkenankan saya bermimpi : Kalau saja……., “semangat tidak gampang ngamuk” yang seperti ini dapat ditiru oleh rekan-rekan muda*) saya di mana saja, dan bukannya malah meniru gaya hidup bebas tak terbatasnya ………- 

Note :
*) Seseorang hingga berumur 40 tahun, menurut KNPI masih disebut pemuda.

Yusuf Iskandar

Antara Bill Clinton Dan Elvis Presley

5 Februari 2008

Pengantar :

Dari catatan-catatan kecil saya yang sempat lama terselip dan belakangan saya temukan kembali, lalu saya susun menjadi sebuah Catatan Perjalanan : “Antara Bill Clinton dan Elvis Presley”. Perjalanan itu sendiri kami lakukan pada tanggal 15-17 Januari 2000, bertepatan dengan hari libur nasional marthin Luther King Day. Sekedar untuk berbagi cerita ringan.-

(1).   Ke Kampungnya Bill Clinton
(2).   Ke Rumahnya Elvis Presley

Antara Bill Clinton Dan Elvis Presley

2 Februari 2008

(1).   Ke Kampungnya Bill Clinton

Hari Sabtu, 15 Januari 2000, sekitar jam 18:00 senja hari, saya memasuki kota Little Rock di negara bagian Arkansas. Perjalanan sejauh 441 mil (sekitar 706 km) dari New Orleans hari itu saya tempuh sekitar 7 jam, termasuk 3 kali istirahat. Hari sudah menjelang gelap, maka acara hari itu saya lanjutkan dengan mencari makan malam lalu mencari hotel. Mengingat saat itu bukan musim liburan, mencari hotel murah mendadak dengan tanpa membuat reservasi terlebih dahulu, menjadi tidak terlalu sulit.

Minggu paginya, 16 Januari 2000, sekitar jam 9:00 saya sudah meninggalkan hotel. Tujuan utama saya adalah menuju Hot Spring, 53 mil (sekitar 85 km) arah barat daya dari Little Rock. Hot Spring adalah sebuah kota kecil di dataran tinggi, berelevasi sekitar 1000 meter di atas permukaan laut. Sesuai namanya, karena di daerah itu dijumpai ada paling tidak 47 sumber air (spring) yang tersebar di pegunungan Hot Spring, dan menghasilkan air bagi kebutuhan hidup masyarakat di sekitarnya. Suasana kotanya kira-kira seperti Kaliurang, cuma tentu saja dengan profil infrastruktur yang berbeda.

Musium lilin Josephine Tussaud di Central Avenue adalah tempat pertama yang saya datangi. Selama ini saya hanya pernah mendengar tentang adanya musium tempat menyimpan patung-patung lilin berukuran sebenarnya dari para tikoh dunia. Kini saya bisa menyaksikannya sendiri. Dari tokoh jaman dulu mulai George Washington hingga Bill Clinton, dari tokoh cantik Maria Antoinette jaman Revolusi Perancis sampai tokoh jelek Frankenstein.

Dari tokoh perang dunia sampai para selebriti, tokoh politik, tokoh jahat serta tokoh khayal, seperti Winston Churchil, Sophia Loren, Pangeran Charles, Elvis Presley, keluarga Kennedy, Paus Johanes Paulus II, Al Capone, Tom Sawyer, Pinokio, dsb. Semuanya berhasil dipatungkan dengan sangat nyata melalui media yang disebut lilin lebah (beeswax).

Musium Josephine Tussaud di Hot Spring ini mengingatkan saya pada pameran patung lilin Madame Tussaud yang pernah saya dengar ada di London. Ternyata antara keduanya ini tidak pernah ada hubungan bisnis apa-apa, selain memang ada latar belakang sejarah keluarga yang panjang. Madame Tussaud yang pernah hidup di London tahun 1800-an adalah embah-moyangnya Josephine Tussaud yang hidup di awal 1900-an.

***

Dalam perjalanan pulang dari musium lilin ini saya sempatkan mampir ke Taman Nasional Hot Spring. Sebuah taman (hutan lindung) yang mengitari kota Hot Spring. Luasnya mencapai sekitar 2365 hektar. Siang yang agak mendung khas pegunungan dengan angin bertiup dingin, cukup enak buat duduk-duduk santai di sebuah pelataran taman, sambil menikmati makan siang bersama keluarga.

Meskipun saya menyebutnya makan, tapi tentu saja bukan nasi, melainkan kentang dan ayam goreng yang saya beli di Popeyes, sebuah jaringan waralaba sejenis Mc Donald. Lingkungan taman yang tampak terpelihara, rapi dan bersih (termasuk sarana MCK-nya) memang membuat siapapun jadi betah berlama-lama.

Pulang dari Taman Nasional saya salah mengambil rute jalan. Ternyata justru ini hal yang kebetulan, karena saya melewati jalan Park Avenue, jalan dimana dulu William Jefferson Clinton – kini lebih akrab disapa Bill Clinton yang adalah Presiden Amerika ke-42 – pernah melalui masa kecil dan remajanya di kota Hot Spring.    

Kota Hot Spring sangat bangga dengan Bill Clinton, salah seorang warganya yang kini jadi Presiden Amerika untuk dua kali masa jabatan – saja (barangkali tidak beda dengan kota Godean yang bangga dengan Soeharto, seorang warganya yang pernah jadi Presiden Indonesia – luuuamaaa sekali….). Saking bangganya, kota Hot Spring mengidentikkan dirinya sebagai “the President’s Hometown”.

***

Sebenarnya ada tiga kota lainnya di Arkansas, selain Hot Spring, yang pernah ditinggali Bill Clinton, yaitu Hope, Fayettville dan Little Rock. Bill Clinton lahir di kota Hope pada 19 Agustus 1946 (setahun setelah Indonesia merdeka). Usia tujuh tahun keluarganya pindah ke Hot Spring. Di kota inilah Bill kecil menyelesaikan SD hingga SMA-nya, dan di masa itu dia termasuk remaja yang aktif di berbagai kegiatan intra dan ekstra sekolah.

Latar belakang masa kecil Sang Presiden ini yang kini dimanfaatkan oleh Pemda setempat untuk “menjual diri” guna menarik para pelancong untuk berkunjung ke kampung Sang Presiden yang banyak dirundung kasus selama masa jabatannya.

Setelah Bill Clinton lulus dan memperoleh gelar sarjana hukumnya di Yale Law School, dia kembali ke Arkansas dan tinggal di kota Fayetteville. Di sana dia menjadi professor hukum pada usia 27 tahun di University of Arkansas at Fayetteville. Hingga akhirnya tahun 1976 Bill yang baru menikah dengan Hillary Rodham, seorang teman kuliahnya di Yale, pindah ke Little Rock. Di kota ini dia memulai karir politiknya hingga ke kursi Presiden tahun 1992, dan 12 tahun diantaranya dia dipercaya menjadi Gubernur Arkansas. Bill Clinton termasuk orang termuda yang pernah menjadi Gubernur negara bagian di Amerika, yaitu di usia 32 tahun. 

Jalan Park Avenue 1101 adalah rumah tempat Bill dan keluarganya pernah tinggal di Hot Spring. Dalam perjalanan kesasar saat keluar dari Taman Nasional inilah saya sempat ke kampungnya Bill Clinton. Ya, hanya numpang lewat saja. Paling tidak, saya bisa turut merasakan bagaimana warga kota Hot Spring merasa bangga menyebut kotanya sebagai “the boyhood home of President Clinton”. Tulisan semacam itu banyak terpampang di mana-mana. Tentu di baliknya tersimpan sebuah kenangan, terutama bagi rekan sebaya Bill atau teman-teman kecilnya di kota itu.

Mau berhenti mampir ke rumah itu…., ya percuma saja, Pak Bill pasti tidak ada di sana. Wong saat ini dia sedang ada di Gedung Putih.- (Bersambung).

Yusuf Iskandar