Posts Tagged ‘bilik suara’

Contreng-menyontreng Menjadi Satu, Itulah Indonesia

8 April 2009

Hari ini adalah H-1 menjelang hari pesta demokrasi Indonesia, 9 April 2009 bertepatan dengan hari Kamis Pahing, 13 Rabi’ul Awal 1430 H. Besok adalah hari dimana orang se-Indonesia contreng-contrengan (hajindul…, pas wetonku wong sak Indonesia contreng-contrengan…), Agenda contreng-menyontreng ini serentak dilaksanakan di segenap penjuru tanah dan airnya daripada Indonesia. Maka besok adalah Hari Contreng Nasional, dan bisa jadi inilah adegan 17 tahun ke atas (menurut KTP) yang tidak akan berulang kembali di belahan bumi manapun.

Sebenarnya sejak awal saya tidak suka dan merasa jengkel dengan diri sendiri setiap mendengar istilah ‘contreng’ ini. Kosa kata ini tidak ada dalam bahasa Jawa, dan dalam kamus Bahasa Indonesia pun tidak terdaftar. Tapi karena telanjur diakui dalam legalitas dunia persilatan perpemiluan Indonesia periode tahun ini, ya apa boleh buat. Kata ‘centang’ yang lebih dulu akrab di telinga terpaksa ditinggalkan, diganti dengan ‘contreng’.

Karena itu, ajakannya adalah : Mari kita sukseskan HCN (Hari Contreng Nasional). Ada baiknya pergunakanlah hak Anda sebaik-baiknya. Ya, hak istimewa untuk menyontreng empat lembar kertas suara yang lebarnya bisa untuk menutup dinding jumbleng kita yang berlubang karena lapuk kayunya. Bahkan warga negara Amerika atau Eropa pun tidak akan pernah mengalami peristiwa contreng-menyontreng berjamaah yang dikoordinir oleh pemerintahnya.

Mari kita beramai-ramai mendatangi TPS-TPS terdekat, lalu gunakan hak istimewa ini. Walaupun Anda memutuskan memilih untuk tidak memilih, atau kepingin memilih tapi belum tahu pilihannya apa, atau bahkan malah belum tahu mau memilih atau tidak, cobalah untuk tetap berduyun-duyun mendatangi TPS-TPS. Di sana sedang ada pesta. Pergunakan saat-saat ketika harus mengantri sambil bersilaturrahim dengan tetangga dekat tapi jauh (karena jarang ketemu), sambil menceritakan bisnis Anda, memprospek teman duduk Anda, dan bila perlu sambil mempromosikan produk usaha Anda. Jadikanlah pesta ini kesempatan untuk melakukan sedikit improvisasi hidup, bawalah segenggam permen lalu bagikanlah kepada teman-teman duduk di dekat Anda. Sebab antrian untuk meyontreng bisa panjang dan lama sekali. Bayangkan kalau setiap orang menyontreng empat lembar kertas suara seperti membuka dan melipat koran. Mendingan melipat koran bisa asal-asalan, sedang kartu suara harus tetap rapi dan bersih.

Itu saja belum terlalu penting. Lebih penting lagi adalah rasakan dan nikmati saat Anda seorang diri berada di dalam bilik suara. Bayangkan siapa calon pemimpin Anda, akan seperti apa negeri daripada Indonesia ini lima tahun ke depan, dan seterusnya.

Itu pun belum seberapa. Jauh lebih penting adalah rasakan dan nikmati detik-detik ketika Anda menggoreskan pena untuk menyontreng. Rasakan sensasinya. Sambil agak menahan nafas, Anda menorehkan garis pendek dari atas ke bawah dengan agak menekan, lalu torehan itu bersambung berganti arah ke kanan atas, sambil ditarik dan dilepas sekuatnya (jika perlu sampai bunyi mak jeduk…. karena tangan Anda membentur dinding kanan bilik suara, asal jangan sampai mak gedubrak … dindingnya roboh). Lalu lepaskan nafas panjang Anda……Ulangi hingga empat kali dan rasakan sensasinya, seperti saat pengalaman pertama Anda mencoblos dulu….

Sungguh, ini pengalaman sekali seumur hidup. Bersyukurlah mereka yang masih bisa menyontreng tanggal 9 April besok. Belum tentu cara pemilu paling ndueso biyanget yang dikenal oleh peradaban perpemiluan yang pernah ada ini akan terulang lima tahun lagi. Karena itu jangan sia-siakan hak Anda, jangan diberikan dengan percuma kepada orang lain hak istimewa untuk menikmati sensasi menyontreng seorang diri di dalam bilik suara. Sekalipun Anda tidak punya pilihan, tetap lakukanlah ritual menyontreng ini di bagian manapun yang Anda sukai. Sekalipun Anda tidak ingin memilih alias golput, tetap datangilah bilik suara dan lakukanlah untuk alasan menikmati sensasi menyontreng. Jika belum puas, contrenglah dinding bilik suaranya. Biarlah kartu-kartu suara itu menjadi contreng-montreng (coreng-moreng, maksudnya) karena Anda begitu bergairah melampiaskan hasrat menyontreng sebagai pengalaman sekali seumur hidup.

Ada baiknya siapkanlah kondisi fisik dan mental Anda besok pagi. Sarapan dulu sebelum menuju TPS. Nikmati suguhannya jika disediakan oleh Panitia. Bawalah segenggam permen. Dan, biarkanlah Indonesia Raya ini gegap-gempita dengan pesta demokasi alias pesta contreng-menyontreng. Dari Sabang sampai Merauke akan berjajar TPS-TPS, contreng-menyontreng menjadi satu, itulah Indonesia besok tanggal 9 April 2009. Hidup contreng…!      

Yogyakarta, 8 April 2009
Yusuf Iskandar