Posts Tagged ‘berkah’

SMS Titipan

24 Mei 2010

Seorang teman kirim pesan: Tolong kirim SMS ke no INI dan isinya INI, setiap hari selama 10 hari. Waduh, ada apa ini? Temanku ini bukan orang sembarangan, tapi isinya kok seperti sembarangan. Kutanya: “Opo to iki (apa ini)?”. Jawabnya: “Anakku ikut audisi INI, tolong dukungan SMS sampeyan, istri dan anak-anak”.

Ee alah.., maka kuniatkan plus doa: “Tuhan, kukembalikan titipan rejeki pulsa dari-Mu melalui anaknya temanku yang sedang ikut audisi. Semoga berkah”.

Yogyakarta, 20 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Selamat Berpesta Ramadhan-ria

31 Agustus 2008

Email dan SMS berdatangan berduyun-duyun berebut menghampiri kita, di mailbox dan di ponsel kita. Nyaris tak terbendung banyaknya. Saking banyaknya terkadang tak sempat terbaca semua pesan yang disampaikan, kata demi kata, kalimat demi kalimat.

Oleh karena itu, tidak perlu merasa bersalah kalau tidak sempat membaca semuanya, bahkan terkadang tak juga sempat membuka semuanya. Bukan karena si pengirim tidak bakal tahu, tapi rasanya akan dapat dimaklumi ketika puluhan bahkan ratusan SMS pathing pecothot di hape kita.

Berbagai kata, kalimat, gaya bahasa, ungkapan, parikan, plesetan, mewarnai unjuk rasa dan unjuk hati akan datangnya bulan suci Ramadhan 1429 H. Namun, apapun kata-katanya, tujuanya tetap satu, yaitu ungkapan kegembiraan menyambut Ramadhan dan ungkapan saling bermaafan yang tulus sebagai salah satu kunci pembuka pintu Ramadhan. Agar hati menjadi bersih, lega dan longgar guna menampung berjuta kebaikan yang dibawa dan akan ditebar oleh Ramadhan, bagi mereka yang memang berniat memperolehnya.

Ya, hanya mereka yang sungguh-sungguh berniat dan berharap. Rugi sekali mereka yang tidak berniat, sebab akhirnya menjadi tidak berusaha meraihnya. Rugi sekali mereka yang setengah hati menyambut kehadiran Ramadhan. Rugi sekali mereka yang enggan mengelu-elukan tebaran rahmat, berkah dan maghfirah yang sedang diangkut oleh Ramadhan dari atas langit paling atas untuk dibagi-bagikan kepada peminta dan pengharapnya. Karena itu, Ramadhan perlu disongsong dan disambut dengan sepenuh rasa suka-cita, kegembiraan dan semangat (jangan membuang waktu untuk mempertimbangkannya sekalipun dengan sangat dan sungguh-sungguh).

Hanya dengan itu, maka bulan mega-bonus ini akan benar-benar menebarkan bonusnya. Lebih dari sekedar gebyar hadiahnya, melainkan Ramadhan tidak akan pilih-pilih siapa pemenangnya. Kalaupun empat milyar warga bumi menjadi pemenangnya, maka sebanyak itu pula hadiah akan ditebarkan.

Ramadhan adalah bulan mega-promo, lebih dari sekedar bulan penuh rahmat, berkah dan maghfirah, melainkan hadiah yang dijanjikan akan mencakup lebih dari segala macam rahmat, berkah dan ampunan. Jauh lebih besar, lebih luas dan lebih dahsyat dari itu.

Ramadhan adalah bulan penuh kedahsyatan bagi mereka yang tahu dan mau tahu. Ramadhan adalah bulan penuh pesta bagi mereka yang suka begadang dan dugem, hanya diperlukan sedikit ilmu dan usaha untuk memahaminya. Ramadhan adalah bulan penuh peluang bisnis. Bisnis dengan Tuhan yang margin keuntungannya tak terhingga, tak terukur dan tak terbandingkan. Maka, Ramadhan layak dielu-elukan. Ramadhan pantas disambut dengan gembira.

Mari kita rayakan pesta Ramadhan-ria. Sekarang juga. Ya, saat ini juga. Saat kita masih punya kesempatan untuk berpesta bersama Ramadhan. Mumpung pesta itu baru saja dimulai. Mumpung pesta itu baru akan berakhir sebulan kemudian. Sebab tak seorang jua mampu menggaransi kalau tahun depan kita masih punya kesempatan untuk kembali bisa hadir dalam pesta Ramadhan.

Mari kita tangkap peluang bisnis terdahsyat yang pernah dijanjikan oleh Tuhan. Yang profit-nya tak cukup ditebar dari seluas langit. Yang kebaikannya tak pandang bulu akan diberikan kepada siapa saja yang berniat tulus-ikhlas-khusyuk mengharapkannya. Sampai-sampai nabi Muhammad saw. memberi wanti-wanti, seandainya manusia ini tahu kedahsyatan Ramadhan, mereka pasti akan meminta agar sepanjang tahun dikoversi menjadi Ramadhan semua. Inilah sebuah pertanda bahwa pesta itu memang ada masa kadaluwarsanya dan pertanda agar jangan sampai kita gagal menangkap peluang bisnis yang luar biasa ini.

Semoga kita akan keluar dari pesta Ramadhan-ria ini, dan bergabung ke dalam kelompok orang-orang yang kembali kepada kesucian dan orang-orang yang meraih kemenangan. Dan, kita adalah pemenangnya.

NB :
Kepada rekan-rekan muslim : Selamat berpesta Ramadhan-ria.

Yogyakarta, 31 Agustus 2008 (malam 1 Ramadhan 1429H)
Yusuf Iskandar