Posts Tagged ‘anak lanang’

Juara Freestyle

25 Oktober 2010

Sejak berangkat ke Jakarta Kamis yll, tidak ada kabar apa-apa dari anak lanang. Tahu-tahu tadi sore memberitahu (itu pun setelah kutanya kabarnya): “Barusan aku jawara 1 pak, untuk freestyle nasional”, katanya via SMS. “Alhamdulillah. Great..!”, balasku —

Freestyle yang dimaksud adalah anak cabang olahraga bola basket yang tidak dikenal di jaman bapaknya muda dulu. Kira-kira sejenis keterampilan akrobatik memain-mainkan bola basket.

Yogyakarta, 23 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Ketika Anak Lanang “Berbisnis”

25 Oktober 2010

Anak lanang datang ke toko, ikut makan pecel lele. Tapi pulangnya mbungkus untuk dikasihkan kakaknya. Rupanya dia sedang “berbisnis”. Tadi kakaknya nitip uang 10 ribu minta dibelikan makan. Menu pecel lele pun diberikan, tapi uang yang 10 ribu masuk saku.

Anak lanang bukan tidak jujur, hanya tidak mengatakan yang sebenarnya. Memang tidak ada yang dirugikan. Ketika kukirim SMS bahwa kakaknya tanya uang yang 10 ribu, jawabnya: “Kekekekek…”.

Yogyakarta, 21 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Spirit Of Entrepreneurship

23 September 2010

“Boss” ingin mengajak anak lanang mengunjungi toko agar tahu perkembangannya sekaligus me-refresh tentang spirit of entrepreneurship, sedang anak lanang selama ini kurang tertarik bahkan untuk sekedar menengoknya. Akhirnya deal, anak lanang mau ikut (ke toko) asal mampir beli bakso dekat toko (habis dua mangkuk, lagi..).

Selesai mbakso? Wassalam, tidak ada lagi itu kisah tentang spirit-spiritan…, sebab anak lanang langsung tidur di belakang toko. Woo…

(Note : Yang pasti spirit tentang kewirausahaan itu tetap perlu ditanamkan, kapanpun timing yang dianggap tepat…)

Yogyakarta, 18 September 2010
Yusuf Iskandar

Melandasi Dengan Doa

23 September 2010

Alhamdulillah..! Menjelang Jum’atan tadi anak lanang tiba di rumah dengan selamat pulang dari mendaki Gunung Sumbing. Seorang teman protes keras ketika sebelumnya saya wanti-wanti sambil bercanda: “Jangan sampai bapak nyusul membawa tim SAR”.

“Itu bisa jadi doa!”, katanya gusar.

Saya tidak membantah. Namun ada hal yang tidak saya ceritakan bahwa sebagai ortu saya sudah melandasinya dengan doa yang sangat intens lebih dari sekedar canda yang terucap, sebelum mengijinkan anak lanang mendaki gunung.

Yogyakarta, 17 September 2010
Yusuf Iskandar

Kabut Gunung Sumbing

20 September 2010

Sore tadi anak lanang memberi kabar bahwa dia dan teman-temannya sudah turun dari puncak Gunung Sumbing dan tiba kembali ke desa terakhir di Wonosobo. Cuaca baik tapi kabutnya masya Allah, komentarnya sambil menyebut kabut “jenis baru”. Syukurlah, setidak-tidaknya bapaknya tidak perlu menyusul membawa tim SAR…”Congrats!“, bunyi SMS-ku.

Yogyakarta, 16 September 2010
Yusuf Iskandar

Benar Tapi Tidak Dapat Dibenarkan

6 September 2010

Mau bukber, ujuk-ujuk anak lanang mampir toko berbelanja. Mentang-mentang toko milik ortunya, giliran ke kasir bilang ke ibunya: “Gak usah bayar ya, kan tokonya ibu…”. Jawab ibunya: “Lha kok enak?” –

Logika anak lanang benar. Tapi dalam bisnis, tidak setiap hal yang nampak “benar” itu dapat “dibenarkan” dan tidak setiap hal yang dapat “dibenarkan” itu “benar”. Intinya? Ya tetap harus bayar!

“Kalau gitu, minta uangnya…”, katanya. Woo…dasar!

(bukber : buka bersama)

Yogyakarta, 4 September 2010
Yusuf Iskandar

“Sopirnya Ngebut”

27 Agustus 2010

Ada 3 masjid/mushola dalam radius jarak 50 m dari rumah kami tinggal. Tapi anak lanang lebih suka tarawih di masjid lain yang jaraknya dari rumah 100 m lebih sedikit. Katanya: “Sopirnya ngebut…” (mungkin maksudnya agar cepat sampai kembali ke rumah…).

Yogyakarta, 23 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Jadi Pulang Kapan?

8 Juli 2010

Kemarin sore ibunya tanya, anak lanang kirim SMS nggak? Jadi pulang kapan?. Diam-diam lalu kukirim SMS pendek: “So?“.
Sejam kemudian dibalas: “Sekarang di stasiun Senen..”.
Take care…”, balasku.

Sengaja tidak kuberitahukan ibunya, tidak juga kudoakan agar dapat tiket…, karena saya ingin tahu apa yang terjadi dengan usaha dan doanya sendiri sebagai “pencapaiannya” selama tiga hari tertunda. Tiba-tiba tadi pagi kirim SMS: “Dah sampe Purwokerto..”. Great..walhamdulillah.

Yogyakarta, 1 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Pulangnya Mundur

8 Juli 2010

Anak lanang yang sudah kalah ikut kompetisi free style di Jakarta, hari Minggu kirim kabar: “Pulangnya mundur karena kereta penuh”. Hari Senin kirim kabar lagi: “Pulangnya mundur karena tidak dapat tiket kereta”. Eh, hari Selasa kirim SMS lagi: “Pulangnya mundur lagi karena dapat tiket kereta tapi berdiri”. Akhirnya kujawab: “Kayaknya besok juga nggak dapat tiket, deh…(mungkin keretanya libur)”. Dijawabnya cepat: “Besok mau ke stasiun pagi…”.

Yogyakarta, 29 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Anak Lanang Njaluk Sangu

4 Juli 2010

Anak lanang yang lagi free-style di PRJ, di Jakarta, kirim kabar: “Wah barusan kalah di per-4 final”. Lalu mestinya sudah pulang, tapi bukannya kasih kabar pulang malah kirim SMS: “Pak aku minta tlong krimin uang..brapa aja..”. Saya balas: “Lho piye to iki…?“. Katanya disponsori produk sepatu kok malah njaluk sangu (minta uang saku). Ibunya yang tidak tega, akhirnya dikirimi juga. Sangat ibuwi.. (manusiawi sebagai seorang ibu).

Yogyakarta, 28 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Ranking Sekolah

4 Juli 2010

Tadi ambil rapor di sekolah anak lanang sama ibunya. Hasil rapornya : “wajar tanpa syarat”, naik kelas tapi zonder ranking-ranking-an. Kubilang kepada ibunya: “Biar saja tidak dapat ranking di sekolah, karena ranking anak lanang ada di luar sekolah, dan insya Allah kelak sekolah di luar..” (minimal di luar kecamatan, kataku dalam hati)

Yogyakarta, 26 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Vitamin B Dan C

29 Mei 2010

‘Boss’ saya dipesan anak lanang beli vitamin, lalu disuruhnya aku. Sialnya beliau lupa vitamin B atau C.

“Apa bedanya?”, tanyanya.
“Yang satu dosnya kuning muda, yang lain kuning tua”, jawabku.
“Kandungannya?”.
“Yang satu mengndung vitamin B, yang lain vitamin C”, jawabku lagi.
“Fungsinya?”.
“Yang satu untuk sakit Beri-beri, yang lain untuk Cariawan..!”, jawabku mulai rada kesal (Wong cuma beda huruf B dan C saja, salah juga nggak ngaruh, bahkan D, E, F atau G sekalipun).

Yogyakarta, 26 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Obsesi Anak Lanang

26 Mei 2010

Akhir-akhir ini obsesi anak lanang (15,5 tahun) rada berat bagi ortu untuk dipenuhi. Tidak bosan-bosannya nyerocos saban hari: “Pokoknya harus ke Cartenz, Puncak Jaya. Kalau bapak nggak mau ya saya tetap ke sana…”. Wah, blaik! Terpaksa kujawab: “Lha bapak juga kepingin je….”.

Maka, INI SERIUS: kami sedang mencari dukungan teknis dari siapa saja yang kompeten untuk membantu kami memprsiapkan diri. Insya Allah doa tulus kami atas kuasa Sang Maha Pemilik Puncak Jaya…

Yogyakarta, 21 Mei 2010
Yusuf Iskandar

SMS Anak Lanang

26 Mei 2010

Sedang meeting dengan calon klien di Jakarta, tiba-tiba datang SMS dari anak lanang: “Pak, Trans7 pendakian lebih dari 5500 mdpl. Kayaknya Himalaya..”. Tanpa perlu berbalas SMS, saya langsung tahu kemana arah pembicaraan anak lanang ini.

Sebagai ortu yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, lalu kusampaikan nasehat: “Berdoalah sejenak, agar suatu saat nanti Allah memberi kesempatan untuk ke sana, kepada kita (sama bapak juga lho, jangan hanya untuk kamu..). Amin!”

Yogyakarta, 21 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ketika Anak Lanang Mendadak Sembuh

3 Mei 2010

Sehari kemarin anak lanang tumbang, kecapekan. Tidur mlungker, berselimut brukut, tak berkutik, suhu badan panas tinggi. Ibunya nyanyi terus karena sebelumnya dinasehati nggak nurut. Tapi toh merasa kasihan juga (ibu tea…), sampai malam-malam minta kakaknya beli obat turun panas.

Ee… lha kok malam ini tanpa ba-bi-bu mblandang kayak sapi sakit perut, naik motor ke alun-alun. “Sudah sembuh”, katanya. Piyeeee iki……

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ingat Jalan Pulang

28 April 2010

Sejak pulang dari piknik ke Bali, anak lanang langsung sibuk dengan free-style. Belum sempat berbagi cerita, sudah beredar susah dipegang ekornya… Ibunya hanya geleng-geleng kepala, sedang bapaknya mengangguk-angguk.

Ketika seharian nggak pulang-pulang, ibunya bilang: “Mbok anaknya di-SMS”.
Maka kukirim SMS: “Masih ingat jalan pulang to?”.
Anak lanang (dengan lugunya) menjawab: “Masih……”.
Gantian saya yang bingung mau membalas apa lagi. Akhirnya kutulis: “Skb..”

(skb = syukurlah kalau begitu).

Yogyakarta, 27 April 2010
Yusuf Iskandar

Uang Saku Lebih

21 April 2010

Anak lanang pamit piknik bersama sekolahnya ke Bali. SOP-nya setelah pamit adalah minta uang saku. Alhamdulillah, lembaran uang warna merah sejumlah pas-pasan masih mampu diberikan. Menjelang berangkat, terbersit keinginan untuk memberi lebih (namanya juga ortu sayang anak). Anak lanang lalu kupanggil dan kuberikan sekedar uang lebih.

Ketika dilihat jumlahnya Rp 3.000,- dia tersenyum. Kukatakan: “Yang penting uang sakumu sekarang lebih, tidak pas lagi…”

Yogyakarta, 19 April 2010
Yusuf Iskandar

SMS Anak Lanang

20 April 2010

Lagi enak-enak menikmati kopi, anak lanang yang sejak pagi sudah pamit berolahraga kirim SMS: “Pak, aku minta tlong jemurin pakaian yg aku rendam di ember di bwah tangga”.

Kutanya: “Jemur aja, nggak usah dikucek?”.
Dijawab: “Iya..td mlem udah q kucek”.
Kubalas: “Diperas gak?”.
Dijawab: “Terserah”.
Kubalas lagi: “Ongkosnya?”.
Dijawab: “Huu…”.
Kubalas lagi: “Yo wis, tak rendam lagi…”.
Rupanya SMS yang sama juga dikirim ke ibunya. So beres to

Yogyakarta, 18 April 2010
Yusuf Iskandar

Haji “Backpacker”

17 Maret 2010

Hari ini saya membaca buku “Haji Backpacker” karya Aguk Irawan. Bersama anak lanang sedang bermimpi (insya Allah) berhaji tahun ini sebagai backpackers. Somekind of a mission impossible to me, tapi kami yakin tidak bagi Allah.

Kunanti ‘petunjuk’ dari all my friends atau teman/saudaranya, untuk memperoleh calling visa untuk kami, baik berangkat dari Indonesia atau negara manapun (terutama Asia barat, Afrika utara, Eropa tenggara). Adakah yang dapat membantu?

Yogyakarta, 16 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Pindah Rumah Kah?

4 Maret 2010

Akhir-akhir ini anak lanang sering pulang larut, tapi ortunya jarang diberitahu sedang dimana dan ngapain. Sekali waktu ditilpun sama ibunya agar segera pulang. Eh…, tidak pulang-pulang juga. Terpaksa bapaknya turun jari tangan (maksudnya, nulis SMS), bunyinya: “Boss, pindah rumah kah?” (waktu kecil dulu anak lanang ini suka dipanggil ‘boss’).

Tidak lama kemudian, uthuk, uthuk, uthuk….., anak lanang pulang. So? Sekali waktu improvisasi itu perlu…

Yogyakarta, 3 Maret 2010
Yusuf Iskandar