Posts Tagged ‘alun-alun kidul’

Misbar

10 Juli 2010

Babak semi-final Belanda vs Uruguay, tengah malam tadi, anak lanang pamit nonton bareng di Alun-alun Kidul. Terang saja bagi ibunya ini tidak masuk akal. “Nonton di rumah kan lebih enak?” Begitu pikirnya. Bagi anak lanang ini sebuah “adventure”, tapi bagi ibunya ini cari penyakit.

Ah, kok jadi kembali seperti jaman baheula nonton film misbar (gerimis bubar). Begitu gerimis turun, yang ditonton terus saja main, yang nonton bubar tunggang-langgang.

Yogyakarta, 7 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Di Alun-alun Kidul

11 Juni 2010

Malam Jum’at di Alun-alun Kidul Jogja, menjelang tengah malam, orang-orang menutup matanya berjalan dari utara menembus celah antara dua pohon beringin (masangin). Itu dulu, 20-30 tahun yll. Kini ritual berbau sakral itu berubah menjadi komersial. Dengan menyewa penutup mata Rp 3 ribu, orang bebas melakukannya kapan saja. Mau berjalan ke celah dua beringin atau sekalian memanjatnya, tidak penting. Tapi di jaman Orba dulu ada yang marah kalau dibilang “jangan berlindung di bawah beringin”.

Yogyakarta, 7 Juni 2010
Yusuf Iskandar