Prolog

Tulisan-tulisan di dalam blog ini saya kumpulkan dari catatan-catatan saya yang pernah saya kirimkan dalam rangka berkorespondensi dengan bekas teman-teman sekolah maupun teman-teman baru di jagat maya. Beberapa perbaikan dan penyuntingan ulang telah saya lakukan dari tulisan aslinya.

(Sebelumnya, catatan-catatan ini saya simpan di situs Amole. Tetapi karena ini adalah situs gratisan maka seringkali lambat diakses dan terganggu iklan. Maka kini saya pindakan ke blog ini agar lebih mudah diakses).

Layaknya sebuah korespondensi, maka dalam catatan-catatan yang saya tulis dalam bahasa Indonesia ini saya banyak menggunakan gaya paparan yang tidak formal, santai dan terkesan seenaknya. Istilah-istilah atau idiom-idiom bahasa Jawa (sebagai bahasa ibu) sesekali terselip di dalamnya, dengan maksud agar lebih ekspresif.

Selain sebagai dokumentasi pribadi, melalui halaman-halaman berikut ini saya ingin berbagi ceritera dan pengalaman selagi saya dan keluarga pernah tinggal di Amerika, dan melakukan perjalanan di berbagai belahan bumi, terutama Amerika, Australia, beberapa negara-negara lainnya, dan tentu saja di segenap pelosok bumi Pertiwi.

Kini, catatan-catatan baru — Insya Allah — terus akan saya tambahkan, baik itu berupa catatan perjalanan maupun catatan tentang apa saja. Seringkali tiba-tiba saja saya ingin menulis dan membaginya kepada siapa saja yang suka.

Semoga dapat menjadi bacaan selingan yang menghibur bagi yang berminat membacanya, syukur-syukur informatif, inspiratif dan ada hikmahnya.

Kritik, saran, maupun sekedar komentar akan sangat saya hargai sebagai masukan. Atau, jika ada yang ingin berbagi ide, ceritera atau pengalaman, saya akan sangat menyambutnya.

Terima kasih dan salam,

Yogyakarta, awal 2008
Yusuf Iskandar

4 Tanggapan to “Prolog”

  1. belly Says:

    mampir lagi nih, mas.
    penasaran, nunggu2 kapan ada postingan ttg perjalanan ke tanah suci dulu itu, lengkap dengan cerita terdampar di ancol. ada catatannya kah?

  2. madurejo Says:

    Terima kasih, Belly. Catatan perjalanan ke tanah suci menjadi salah satu obsesi saya untuk menuntaskannya. Tapi belum kesampaian saja, euy…. Insya Allah, dan dukungan doanya saya harapkan. Salam.

  3. fajar Says:

    Mas,
    Sekedar mau komentar, mungkin maksudnya “teman lama” (old friend) bukan “bekas teman” (ex-friend). Karena saya yakin mas nggak mau kehilangan teman toh…
    Terimakasih, Salam.

  4. madurejo Says:

    Walah-walah, jeli juga Anda ini. Betul, saya setuju memang mangsudnya teman lama (terkadang sebutan ‘bekas teman’ bisa untuk lebih memberi greget…, gitu). Terima kasih, mas Fajar. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: