Hafalan Juga Perlu

11 Juli 2011

Pergi ke sekolah anak lanang naik sepeda. Ketemu wali kelasnya, Noval dinyatakan naik ke kelas 12, SMA Islam Terpadu Abu Bakar (tanpa Ba’asyir) Jogja. Rapor jadi saya ambil karena nilainya tidak jelek-jelek amat. Lumayan.., lumayan pas-pasan. Hanya nilai hafalan surat Qur’an yang masih tekor (namanya juga Islam Terpadu).

Hafalan memang bukan parameter kualitas seseorang, tapi hafalan dapat membuka jalan untuk paham. Maka sebaiknya jangan menafikan hafalan.

Yogyakarta, 25 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Iklan

Potret Petualang Muda

11 Juli 2011

Kemarin petang anak lanang pulang dari ‘hiking’ bersama teman-temannya ke perbukitan Menoreh, Magelang. Saya tanya, perjalanan darimana ke mana, ke arah mana dan berapa lama. Ternyata dia kesulitan menjawab dan bahkan tidak tahu nama tempat saat memulai perjalanan. Lho?

Tapi ya seperti inilah potret petualang muda, sering mengabaikan aspek orientasi medan, padahal masih di bilangan perkotaan, belum di pelosok atau apalagi kawasan yang ‘adoh lor adoh kidul’…

Yogyakarta, 25 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Rapot Anak Lanang

11 Juli 2011

Anak lanang menyampaikan undangan dari sekolahnya untuk bapaknya mengambil rapot. Bapaknya tanya: “Kok bapak harus mengambil rapot itu apa hasilnya bagus?”.
“Ya jelas…”, jawabnya pede. “Memang kalau hasilnya jelek?”, lanjut anak lanang. “Ya dikembalikan lagi…”, kata bapaknya.

Yogyakarta, 25 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Oseng Pare

6 Juli 2011

Suatu hari ibunya anak-anak masak oseng-oseng buah (atau sayur?) pare atau paria. Anak wedok tidak suka, “Pahit…”, katanya. “Itu karena kemarin ibu salah masaknya”, kataku.

Ketika pagi ini ibunya masak pare lagi, anak wedok tetap tidak mau. “Masih pahit gitu…”. “Ooo berarti ibu salah lagi masaknya”, kataku.
“Kapan tidak salah masak?”.
“Nanti kalau oseng-oseng parenya sudah tidak pahit…”.

Yogyakarta, 24 Juni 2011
Yusuf Iskanda

Mengenali Pembeli

6 Juli 2011

“Boss” saya heran, harga segelas teh jahe biasanya Rp 1500,- tapi di warung sate itu Rp 3000,- Bukan soal selisih 1500-nya, tapi kenapa lebih mahal dan pembeli OK saja? Padahal teh, jahe dan gelasnya sama, Jawaban mudah saya: “Karena melayani pembeli sate yang harga seporsi Rp 20.000,- Coba kalau melayani pembeli nasi kucing, pasti lebih murah”. Maka kalau mau menaikkan harga jual yang dapat diterima konsumen, pertimbangkan siapa pembelinya dan dimana jualnya.

Yogyakarta, 23 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Ketika Kejengkelan Sudah Di Ubun-ubun

6 Juli 2011

Menyaksikan “Bedah Editorial” MetroTV pagi ini tentang siaran pers Presiden terkait “tragedi” TKI Ruyati. Penelpon pertama mengaku seorang pejuang ’45. Dengan semangat ’45 pula tidak komentar tapi langsung memaki-maki SBY, memintanya turun, ngompori mahasiswa dan TNI agar menurunkan SBY… Sampai-sampai pembawa acara (Suryotomo dan Cheryl) terbengong-bengong, hingga akhirnya, “Silakan penelpon berikutnya”.

Uuh.., ketika kejengkelan sudah menggumpal di ubun-ubun…

Yogyakarta, 24 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Hiking Ke Bukit Menoreh

6 Juli 2011

Karena ngajak bapaknya ke gunung Slamet (mendaki, bukan cari tuyul…) belum dipenuhi juga, akhirnya tidak sabar lalu ngajak hiking teman-temannya sebelum pada mudik liburan. Pagi ini anak lanang pamit mau hiking dari terminal bis terakhir ke perbukitan Menoreh, Magelang (Jateng). Langsung saya iyakan.

Lebih baik jalan ke gunung mau berapa hari juga, daripada midar-mider naik motor (yang) kalau malam suka lupa jalan pulang hingga larut baru sampai rumah…

Yogyakarta, 23 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Membantu Berdoa

6 Juli 2011

Anak lanang ditanya eyangnya: “Mbok kalau di rumah bantu-bantu ibu”. “Sudah kok…”, jawab anak lanang.
“Kok tidak pernah kelihatan membantu?”, tanya eyangnya lg.
“Aku membantu berdoa…”, jawab anak lanang pasti.
“Huu.., kalau berdoa eyang juga membantu”, kata eyangnya.

Anak lanang tidak salah. Malah kalau itu benar, itu bagian dari kesalehan. Tidak banyak anak yang mau berdoa untuk orang tuanya. Hanya saja kedengaran tidak enak di telinga eyangnya…

Yogyakarta, 23 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Ketemuan Di RM Ayam Goreng Suharti

6 Juli 2011

Ketemuan dengan rekan se-almamater di RM Ayam Goreng Suharti (bukan Ny. Suharti) Jogja, membicarakan buku alumni. Celingak-celinguk 30 menit karena si pengundang telat. Menunya ayam goreng, tahu-tempe goreng, petai goreng & sambal terasi. Lalu, brol-ngobbrol.., 5 jam di RM Suharti.

Untuk mengimbangi suasana, minumnya es beras kencur, es cendol, kopi panas, lalu beras kencur hangat. Serasa diglonggong seperti sapi…

Yogyakarta, 22 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Hasil Ulangan Anak Lanang

6 Juli 2011

Anak lanang dengan bangganya bercerita kalau hasil Ulangan Umum bahasa Inggris dapat nilai 9. Tentu saya ucapkan selamat, tapi saya beri catatan pengingat: “Sebenarnya nilaimu hanya 7″. “Kok bisa?”, protesnya.
“Karena yang 2 punya bapak. Kan saat ujian kita SMS-an tanya-jawab…”, jawabku. “Haaaaaaa…..”, katanya lalu kabur dengan motornya.

Yogyakarta, 21 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Undangan Wayangan Tanda Syukur

6 Juli 2011

Pagi-pagi ada empat miscall, rupanya dari Bandung, sebuah dusun di lereng barat Merapi yang dulu masyarakatnya mengungsi dan tak berdaya dihantam hujan abu dan batu erupsi Merapi.

Kini geliat kehidupan telah dimulai. Sebagai tanda syukur dan terima kasih, mereka mengundang saya hadir di pagelaran wayang kulit Sabtu malam nanti. Maka sesungguhnya ini adalah undangan untuk sahabat-sahabat yang telah menitipkan bantuannya melalui saya.

Yogyakarta, 22 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Hak Tinggi Sandal Istriku Patah

6 Juli 2011

Berjalan dari parkiran menuju tempat kondangan, satu hak tinggi sandal istri saya patah. Mau pulang lagi, lumayan jauh. Saranku: “Pede aja!”, walau tidak bawa permen Mentos, tapi Davos…

Kebetulan malam hari, gedungnya penuh tamu, sambil agak ‘jinjit’ (mengangkat tumit) nyusup saja di kondangan (uuh.., nikmatnya nyusup-nyusup). Salaman, makan, ngobrol, foto bareng, lalu pulang. Kalau ada yang lihat paling-paling tersenyum, tapi semua tamu kan memang tersenyum.

Yogyakarta, 21 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Ajakan Mendaki Gunung Slamet

6 Juli 2011

Anak lanang liburan SMA. Beberapa hari terakhir ini membujuk-bujuk bapaknya mengajak mendaki gunung Slamet (3432 mdpl) di Purbalingga, Jateng.
“Hayuuuk…”, jawab bapaknya. Tapi ada kelanjutannya: “Coba bujuk ibu agar tokonya di Madurejo itu mau menjadi sponsor tunggal pendakian gunung Slamet…”. Maka judulnya: Kunanti jawabnya… (Ada yang tertarik?)

Yogyakarta, 21 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Silaturrahim Kilat Seorang Sahabat

6 Juli 2011

Seorang sahabat lama yang pernah menemani mengeksplorasi kota Golden, Colorado, USA dan Colorado School of Mines pada tahun 2000-2001, siang ini bikin surprise tahu-tahu bersama keluarganya sudah sampai ke toko Madurejo, Prambanan, tanpa halo-halo lebih dahulu.

Belum sempat ngobrol banyak, tapi semoga silaturrahim kilat ini membuka keberkahan bagi silaturrahim selanjutnya (Thanks mas Bob Wikan, mbak Ninuk & keluarga).

Yogyakarta, 21 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Sindiran Tajam, Dulu Dan Sekarang

6 Juli 2011

“Rakyat sudah bosan dengan pidato berbuih tanpa tindakan” (kalimat akhir editorial Media Indonesia hari ini membahas tentang nasib Ruyati TKI di Arab Saudi yang menjalani hukum pancung Sabtu yll).

Dulu ucapan tajam untuk Presiden semacam ini hanya mungkin muncul di warung-warung kopi atau pos-pos ronda. Tapi sekarang dapat dibaca di surat kabar, didengar dan dilihat di televisi. Artinya? Makin bebas, kritis, berani, jengkel atau memang seperti itu wajarnya?

Yogyakarta, 20 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Musim Kawin

6 Juli 2011

Bulan-bulan ini agaknya bulan bagus musim kawin. Minggu lalu ada undangan kawinan tapi tidak bisa hadir. Minggu ini, malam ini, saya sempatkan hadir di pesta perkawinan anak seorang teman. Belum pulang, sudah dititipi undangan perkawinan lagi untuk minggu depan.

Bahkan kemarin sore kucing tetangga kawin di depan rumah dan sempat saya dokumentasikan. Seorang teman minta agar foto perkawinan kucing ini dikirim ke FB tapi tidak kupenuhi.

Yogyakarta, 18 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Dikunjungi Teman SMA

6 Juli 2011

Tiba-tiba ditelpun oleh seorang teman SMA yang kini tinggal di pelosok Wonogiri (Jateng), belum pernah ketemu sejak lebih 30 tahun yll. Beberapa jam kemudian, tiga bidadari (dulu) teman SMP-SMA berkunjung ke toko di Madurejo. Alhamdulillah.

Silaturrahim tak terduga selalu saja menyenangkan. Cerita nostalgia tentu saja. Dan yang pasti sekarang mulai kelihatan lucunya… (Matur nuwun & salam: mbak Endang Herminingwati, mbak Esti Haryani dan mbak Dyah Wirasmiwati).

Yogyakarta, 18 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Durian Hilang, Kepinginnya Tidak

1 Juli 2011

Pagi-pagi ada yang ngantar durian sumatra. Hmmm, ini dia! Sudah kepingin banget. Tidak gratis, sebab memang pesan dari pedagang besar durian sebelum didistribusikan ke pasaran di Jogja. Harga lebih murah. Disimpan dulu deh.., karena mau pergi ke toko, untuk dimakan saat malamnya saja.

Pulang dari toko, belum masuk rumah, anak lanang lapor: “Pak, duriannya tadi dimakan sama teman-teman saya”. Gubrax..! Duriannya hilang tapi kepinginnya tidak ikut…

Yogyakarta, 18 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Laskar Pedagang Kelilingan

1 Juli 2011

Saban hari menempuh jarak puluhan kilometer dengan posisi duduk di atas sadel yang pasti tidak nyaman. Beban yang diangkut bisa setara 3-4 orang. Ada segala macam perlengkapan rumah tangga dan benda-benda remeh-temeh lainnya. Hujan adalah musuh yang tak pernah gentar dihadapi. Kalau bisa “deal” dengan 2-3 warung sehari, itu sudah merupakan sebuah keberhasilan untuk hari itu.

Itulah laskar kelilingan yang betebaran di kawasan pelosok Jogja. Banyak di antaranya warga yang berasal dari wilayah kab. Klaten, Jateng.

Yogyakarta, 16 Juni 2011
Yusuf Iskandar

Purnama Rajab

1 Juli 2011

Beruntunglah orang-orang yang rumahnya menghadap ke timur, yang dapat memandang lepas ke depan. Sebab bulan penuh berada di batas pandangan saat purnama setinggi 45 derajat.

Purnama malam Jum’at Legi ini begitu mempesona. Purnama Rajab tanggal ke-15 akan tetap seperti itu tak berbilang tahun. Tak perduli senyum atau tangis para penghuni bumi, tak perduli syukur atau ingkar para penempuh jaman, juga tak perduli Ba’asyir divonis 15 tahun…

Yogyakarta, 16 Juni 2011
Yusuf Iskandar