Archive for the ‘> Seputar SUMATERA BARAT’ Category

Hari Keempat : Kembali Ke Jogja

25 Juli 2009

Transit di bandara Cengkareng…., menuju Jogja setelah meninggalkan Padang tadi pagi… Sayangnyo waktu ambo indak lamo di Padang, cuma malinteh sabanta sajo…

Bandara Cengkareng, 25 Juli 2009
Yusuf Iskandar

***

Alhamdulillah sudah sampai rumah di Jogja dengan aman, tertib dan bermartabak (beli martabak, maksudnya….). Oleh-oleh ikan bilih dari danau Singkarak siap digoreng kering…. Hmmm…

Seringkali ketika akan bepergian jauh, teman & saudara berpesan “Hati-hati….”. Lho, yang mestinya disuruh hati-hati itu kan sopir kendaraan (mobil, pesawat) yang saya tumpangi, bukan sayanya….. Lha, kalau saya sih tinggal numpang lalu tidur…. Atau, jangan-jangan mereka mengira saya sopir?

Malam ini malam Minggu kembali, di rumah, setelah dua minggu meninggalkan keluarga…. Perjalanan Panjang : Yogya – Timika – Padang – Yogya usai sudah dengan beragam kejadian. Ugh…. biasa saja, gak capek kok…. (mo bilang capek takut dikatain istri : “tuh, kan……”).

Yogyakarta, 25 Juli 2009
Yusuf Iskandar

Iklan

Hari Ketiga : Dari Sawahlunto Menuju Padang

25 Juli 2009

Jum’atan di kota Solok nan elok…

Di tepinya danau Singkarak… siang, panas, lapar, berhenti di tepi danau, angin semribit, makan pengek ikan sasau dan ikan bilih goreng kering, plus jus timun hijau…

Bukittinggi kota Wisata… Mengunjungi jam gadang, Ngarai Sianok, goa Jepang…

Perjalanan Sawahlunto-Bukittinggi-Padang, 24 Juli 2009
Yusuf Iskandar

***

Dari air terjun lembah Anai nongkrong dulu di pinggir jalan mbelah durian Kayu Tanam. Masuk Padang hari sudah gelap, semakin gelap karena listrik padam…

(Daerah Kayu Tanam terkenal dengan duriannya. Sekedar obat kepingin, beli dua butir seharga Rp 20.000,- Kalau kebanyakan takut nanti jadi malas makan malam….)

Semalam di Padang…, maunya..! Apa daya turun hujan. Mampir ke rumah makan ‘Tepi Laut’, sayang ikan kerapu bakarnya kurang segar… Gak lagi ah…..

Padang, 24 Juli 2009
Yusuf Iskandar

Hari Kedua : Di Sawahlunto

25 Juli 2009

Hari ini banyak ketemu pemilik tambang rakyat di Sawahlunto, Sumbar. Sekarang mereka “tampak” serius membenahi tambangnya, sejak tragedi yang membunuh 33 org bulan yll.

(Ventilasi adalah masalah utamanya. Kini pemerintah menerapkan persyaratan ketat sehubungan dengan tata cara penambangan rakyat bawah tanah, yang biasa disebut dengan lubang-lubang tambang, batubara di bukit Ngalau Cigak)

Wisata Sawahlunto… Museum tambang “Mbah Soero”, museum Gudang Ransoem, museum kereta api, masjid agung bermenara bekas cerbong PLTU…

Sawahlunto, 23 Juli 2009
Yusuf Iskandar

Hari Pertama : Tiba Di Ranah Minang

25 Juli 2009

Pagi… Untuk pertama kali menginjakkan kaki di ranah Minang, di bandara Minangkabau, Padang. Langsung meluncur ke Sawahlunto sekitar 100 km arah timur laut.

(Naik taksi bandara ongkosnya Rp 330.000 sampai Sawahlunto. Perjalanan melewati kota Solok nan elok dan jalan Lintas Sumatera yang menuju Muara Bungo, Jambi).

Siang… Mengunjungi tambang rakyat batubara. Lubang-lubang tambang rakyat bawah tanah yang digali dengan cara sangat sederhana, relatif seadanya. Tapi hasilnya luar biasa…

(Batubara yang dihasilkan tambang-tambang ini rata-rata 1 ton/orang/hari. Anggap saja ada sekitar 2.000 orang buruh gali batubara, maka produksinya menjadi sekitar 2.000 ton/hari atau 60.000 ton/bulan. Semuanya untuk memasok kebutuhan PLTU Ombilan 2 x 100 MW, yang menjadi bagian dari jaringan listrik interkoneksi Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumater Utara).

Malam… Mampir ke Ponsel (Pondok Selohan, alias lesehan) di Jalan Lintas Sumatera. Menikmati teh taluah (telur) dan soto padang. Hmmm…

Sawahlunto, 22 Juli 2009
Yusuf Iskandar

——-

Transit Di Jakarta (Dari Timika Menuju Padang)

Seharian tadi ngantor di kantor orang, di Jakarta… Insya Allah besok pagi terbang ke Padang, lalu menuju Sawahlunto, melihat-lihat tambang batubara yang beberapa waktu lalu njebluk…. (ya melihat-lihat saja.….)

Jakarta, 21 Juli 2009
Yusuf Iskandar